JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
57 Davian oh Davian.....


__ADS_3

Siang menjelang......


Supir yang akan menjemput Naura tidak jadi jemput, Naura memilih ikut Sellin ke rumahnya karena Sellin di jemput supir Mamanya yang selalu stand by di rumah.


''Kasih kabar suami kamu kalau ikut dengan aku, nanti dia nyariin loh. ''


ucap Sellin saat keduanya duduk di mobil.


''Udah bilang sama Bunda dan aku gak lama di rumah kamu nyaa. ''


ucap Naura dan sellin menggelengkan kepalanya.


''Terserah kamu saja deh. ''


ucap Sellin dan Naura hanya diam sambil bersandar menutup matanya.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di kediaman Sellin, Naura langsung keluar dari mobil setelah mobil terparkir sempurna.


Sellin dan Naura langsung menghampiri Mamanya Sellin yang sedang membuat makanan, keduanya langsung mencium tangan Mamanya Sellin.


''Ganti pakaian kalian sekalian cuci tangan dan kakinya, kita makan siang bersama karena Ayah sedang dalam perjalanan menuju kesini. ''


ucap Mamanya Sellin dan kedua Remaja itu langsung mengangguk sambil meninggalkan meja makan menuju kamar Sellin.


''Kamu betah tinggal di rumah ini Sell?? ''


tanya Naura saat masuk kedalam kamar Sellin yang dulu di pakainya saat masih tinggal di rumah ini.


''Betah Naura karena ada Mama sama Ayah, kalau sendiri gak akan betah. ''


jawab Sellin dan Naura mengangguk tersenyum.


''Mama kamu membuat cemilan banyak sekali, mau ada acara memangnya?? ''


tanya Naura yang merasa janggal melihat makanan yang di buat Mamanya Sellin.


''Gak tahu deh, biarkan saja lah mau ada acara apapun juga karena sekarang kita harus ganti pakaian dan turun untuk makan. ''


jawab Selli dan Naura hanya mendelik sebal ke arah Sellin.


.


.


Di kediaman Bunda Hilda.....


Bunda Hilda baru tiba di rumah nya dan langsung menghubungi Naura namun handphone nya tidak aktif, sopir menjemput Bunda Hilda jadi telat menjemput Naura dan saat menyusul ke sekolah ternyata Naura sudah pulang.


''Naura kemana dulu yaa sama Sellin?? Nomer nya gak aktif lagi. ''

__ADS_1


ucap Bunda Hilda yang langsung menghubungi nomer Davian namun tidak di angkat oleh Davian.


''Davi kemana lagi ini, Naura gak ada kabar dia malah susah di hubungi. ''


kesal Bunda Hilda saat panggilannya di abaikan oleh Davian.


Bunda Hilda langsung menghubungi Leo dan menitip pesan untuk Davian, untuk mencari Naura yang susah di hubungi, Leo mengiyakannya dan langsung memberitahukan kepada Tuan nya.


''Mudah mudahan Davi segera mencari Naura, aku yang janji mau jemput tapi malah telat dan kedepannya malas deh ikutan arisan arisan gak penting itu. ''


ucap Bunda Hilda saat menutup panggilannya.


Bunda Hilda langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, karena merasakan gerah setelah seharian menghadiri arisan di luar ruangan.


.


.


Sedangkan di perusahaan Davian saat ini, setelah Leo memberitahukan pesan dari Bunda Hilda, di luar dugaan Davian langsung meninggalkan ruang meeting dan menuju ruangannya untuk menghubungi Naura.


''Bunda ini kenapa sih, dia yang mau jemput tapi dia yang membatalkannya dan Naura dimana lagi sekarang, nomer nya gak aktif. ''


gerutu Davian saat menghubungi nomer Naura yang tidak aktif.


Davian langsung menghubungi Antoni untuk menanyakan keberadaan Sellin karena Naura pasti dengan Sellin, Dering ke empat Antoni baru mengangkatnya.


Dalam panggilan saat ini......


''Maksud kamu apa Davv?? ''


''Kamu lagi dimana sekarang?? ''


''Lagi di rumah Sellin, kenapa memangnya?? ''


''Sellin bersama Naura gak di rumahnya?? ''


''Ada dan kami sedang makan siang bersama, kenapa memangnya?? ''


''Oke aku susul dan bilang ke Naura jangan kemana mana tunggu aku jemput. ''


Panggilan berakhir......


Antoni mendengus kesal karena selalu saja Davian memutuskan panggilan sepihak seperti biasanya, Antoni kembali ke meja makan dan melanjutkan makannya.


''Siapa yang nelphone Kak?? ''


tanya Sellin saat melihat raut wajah kesal Antoni.


''Davian, katanya mau kesini jemput Naura. ''

__ADS_1


jawab Antoni dan Naura yang di sebut namanya langsung menatap ke arah Antoni.


''Ishh.....kebiasaan Kak Davi selalu gak membolehkan aku main, padahal ini di rumah Sellin bukan di rumah orang lain. ''


kesal Naura dan membuat Mamanya Sellin tersenyum.


''Wajar Naura itu tandanya dia menyayangi kamu dan kamu kan istrinya, bukan melarang tapi lebih tepatnya suami kamu gak mau kamu melakukan hal aneh di luar rumah tanpa pengawasannya. ''


ucap Mamanya Sellin dan Naura hanya mengangguk.


Semua melanjutkan kembali makannya setelah Naura selesai diberi pengertian oleh Mamanya Sellin, Naura sebenarnya kesall karena ruang geraknya sangat susah dan semua harus sesuai dengan aturan Davian yang selalu melarang ini dan itu.


.


.


Tiga puluh menit setelah makan siang selesai ternyata Davian tiba di kediaman Sellin, setelah berbasa basi dengan keluarga Sellin, Davian memilih mengajak Naura pulang karena saat ini suasana hatinya sedang kacau akibat salah tanggap pembicaraan Leo pada nya, Davian lega karena Naura baik baik saja dan saat ini sedang duduk di sampingnya.


''Leo tadi salah menyampaikan, dia bilang kamu menghilang dan Bunda gak bisa menghubungi kamu, tapi syukur lah kamu baik baik saja Naura. ''


ucap Davian dan Naura hanya mengiyakannya.


''Mulai besok ada supir khusus untuk kamu, Bunda keterlaluan sekali karena dia yang meminta menjemput kamu tapi dia yang melanggarnya, tau gak jemput kan tadi supir kantor yang jemput kamu. ''


ucap kembali Davian dan Naura hanya menghela nafasnya karena mendebatpun akan kalah.


Tiba di kediaman Bunda Hilda, Davian langsung mengajak Naura istirahat dan bahkan meminta pelayan untuk tidak mengganggunya.


Naura langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dia di rumah Sellin tidak mandi dan tubuhnya sangat lengket saat ini, sedangkan Davian hanya melepas semua pakaian di tubuhnya yang tersisa hanya celana bokser pendek.


Davian memilih merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Naura selesai dengan urusan kamar mandinya, hanya sepuluh menit Naura selesai dan keluar kamar mandi hanya dengan handuk yang membalut tubuhnya, Davian membiarkan Naura melakukan aktifitasnya dan tidak mengganggu Naura.


''Sini tidur Sayang, waktunya istirahat sekarang. ''


ucap Davian saat melihat Naura sudah memakai dress tipis khusus di rumah.


Naura menurut dan merebahkan tubuhnya di samping Davian, Davian langsung meminta Naura memeluknya dan Naura langsung menuruti tanpa membantah membuat Davian merasa aneh karena biasanya harus debat terlebih dahulu sebelum Davian mendapatkan keinginannya.


''Antoni akan menikahi Sellin dan semua demi kebaikan masing masing, Antoni pria dewasa bahkan usia nya di atas umur Kakak dan Sellin remaja labil yang ingin mengikuti jejak langkah kamu menikah di usia muda, sekarang Antoni akan mewujudkannya. ''


jelas Davian dan Naura langsung menatap wajah Davian yang sedang menatap ke atap atap kamarnya.


''Bagus laah karena Sellin sepertinya kepanasan dengan aku menikah duluan dan ingin mengikuti jejak aku Kak. ''


jawab Naura dan Davian membenarkannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2