
jika sudah mencintai sangatlah sulit bagi seorang wanita untuk melupakan cintanya, apalagi berubah dalam waktu singkat.
Aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang bersama Edi, menuju desaku.
Pagi itu sebelum kami meninggalkan penginapan, ada perdebatan di antara kami.
" Aku akan ikut pulang denganmu, tapi aku akan ke rumahku bukan ke rumahmu!" Ucapku dengan suara kasar pada Edi, sambil merapihkan beberapa barang di tas kecilku.
" Terserah kamu, Aku tidak memaksamu!" Jawab Edi padaku sambil mengetik pesan di hpnya.
" Iya, mulai sekarang kita atur urusan kita masing-masing jangan ada yang mencampuri urusanku!" kataku pada Edi dengan Emosi, kemudian melangkah ke arah pintu kamar mandi.
Setelah Aku selesai mandi, dan menggantikan baju kemudian berdandan.
" Edi silahkan mandi, jika tidak ingin mandi bersiaplah untuk berangkat karena, Aku sudah siap." Kataku pada Edi sambil menyisir rambutku, dan mengoles lipstik.
" Kamu makin cantik, Sayang." Ucap Edi padaku sambil menatapku dengan tatapan serius.
" Omong kosong. Jika Aku cantik kenapa kamu bisa dengan wanita itu?" tanyaku pada Edi dengan kesal.
" Sabar- sabar, tahan emosi ini tempat umum, tidak baik jika berdebat disini." Guman dalam hati, sambil merapihkan lipstik dan rambutku.
__ADS_1
Saat Edi menuju kamar mandi untuk mandi, Aku dengan cepat meraih hpnya yang tertinggal di kasur, kemudian membuka kunci hpnya dan mengecek pesan yang dia kirim kepada siapa saja, saat Aku buka dan...
" Sayang, Aku kangen kamu." Kata Edi dalam pesan yang dikirimkan pada salah satu nomor yang tersimpan di hpnya dengan
nama "Love", hati ini semakin terluka dan teriris.
" Aku juga kangen kamu Sayang." Balas wanita itu pada Edi, Aku semakin panas tapi aku mencoba untuk mengecek terus.
Saat aku sementara asik mengecek hp Edi, tiba-tiba,
" El, kamu ngapain pegang hpku?" tanya Edi padaku sambil melangkah menuju aku dan meraih hpnya dengan cepat dari tanganku.
" Tadi ada telepon masuk makanya aku pegang hp kamu." Jawabku pada Edi dengan grogi dan gemetar karena pesan yang aku baca tadi.
" Aku tidak ngapa-ngapain hp kamu, lagian aku sadar kamu sudah punya pilihan lain." Jawabku pada Edi, sambil melihat Edi memeriksa hpnya deng serius.
" Ingat El, jangan coba-coba sentuh barang-barang-ku lagi!" kata Edi dengan tegas padaku.
"Oke." Jawabku singkat.
Setelah itu kami keluar bersama dari dalam kamar dan aku berjalan menuju meja resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar.
__ADS_1
" Permisi Kak," Ucapku pada seorang wanita yang berada di meja resepsionis.
" Iya, ada yang bisa dibantu?" tanya wanita itu padaku.
" Aku mau cak out Kak." Jawabku pada wanita itu sambil menyerahkan kunci kamar padanya.
" Ok, terimakasih." Jawab wanita itu padaku dengan senyuman.
Kemudian aku berlalu meninggalkan penginapan itu dan mendapati Edi yang sedang berdiri menunggu aku di depan penginapan itu.
" Angkot belum ada yang lewat ya?" tanyaku pada Edi dengan suara pelan.
" Iya nih, kita tunggu sebentar lagi pasti ada angkot yang lewat." Jawab Edi padaku dengan wajah datar.
Aku terdiam dan tetap berdiri di sampingnya sambil menunggu angkot yang lewat. Setelah lama menunggu akhirnya ada angkot yang lewat, dengan cepat Edi melambaikan tangan pada angkot itu agar terlihat oleh supir, tandanya kami akan tumpangi angkot itu.
Angkot berhenti dan kami masuk lalu duduk di tempat yang masih kosong, Angkot ini tujuannya ke pelabuhan fery, Angkot itu melaju dengan cepat, hingga tidak terasa kami sudah tiba di pelabuhan.
" El, kamu duluan ke ruang tunggu biar aku yang akan beli tiket." Kata Edi padaku sambil melangkah menuju loket pembelian tiket.
" Baiklah." Jawabku singkat, kemudian berjalan menuju ruang tunggu dan memilih tempat duduk.
__ADS_1
Tak lama kemudian Edi menghampiriku dan berkata;
" El, ini tiket untukmu." Kata Edi dengan suara pelan sambil menyerahkan selembar tiket padaku.