
Serangkaian doa sangatlah penting saat mengucap syukur, dengan bertambahnya usia.
Masih kesal jika mengingat kejadian itu aku di tinggalkan sebelum malam natal tiba, tapi dia menepati janjinya, untuk temui aku di hari ulang tahun aku.
Thomi tidak lupa akan hari ulang tahun aku, sebelum menikah kami pernah merayakan ulang tahun aku bersama, sekarang berbeda karena sudah menjadi suami, istri.
Pagi itu aku menerima sebuah pesan ucapan selamat ulang tahun dari Thomi, dan dia menanyakan apa saja persiapan untuk doa bersama.
✉️ "Selamat ulang tahun Istriku sayang, aku mencintaimu". Kata Thomi dalam pesan yang dikirim padaku.
✉️ "Iya, terimakasih suamiku."Balasku dengan kesal.
✉️ "Sayang, persiapan untuk sebentar malam ibadah sudah siap?"tanya Thomi padaku dalam pesan.
✉️" Belum."Balasku singkat.
✉️"Oh iya, aku belanja ya."Balas Thomi.
✉️"Terserah."Balasku.
Setelah pesan terkirim aku berpikir sejenak....
"Marah sih boleh, tapi niat baiknya jangan di tolak, kan sudah jadi suami istri, marah itu sudah biasa, aku buat pesanan ah."Kataku dalam hati, kemudian bergegas mengetik pesan.
✉️" Thom, nanti kamu beli kue ya, beberapa macam kue gitulah." Kataku dalam pesan yang dikirim.
✉️"Iya Sayang."Balas Thomi padaku.
Hari sudah sore, aku duduk di teras sendirian karena, semua orang dirumah sibuk dengan kesibukan mereka sendiri, tapi mereka sudah tahu hari ini ulang tahun aku.
"Kak, nanti malam kita makan apa nih?"tanya Ida padaku saat temui aku dan kami duduk bercerita di teras depan.
"Nggak ada masak-masak Dek, aku sudah pesan kue."Jawabku pada Ida.
"Oh iya Kak, nggak usah repot-repot Kak, yang penting Doanya."Kata Ida padaku.
__ADS_1
"Iya Dek." Jawabku.
"Hari ini kami nggak pergi sama teman-teman kamu?"tanyaku pada Ida.
"Rencananya besok Kak, baru kami ke pantai untuk acara makan-makan."Jawab Ida padaku.
"Oh ya, pasti seru."Jawabku sambil tersenyum merasa senang.
"Iya Kak Thom."Ucap Ida pada Thomi.
"Iya Ida." Jawab Thomi.
"Orang bujang mah bebas, mau jalan kemana saja, nggak ada yang melarang."Kataku pada Ida.
"Iya Kak." Jawab Ida padaku.
Saat kami selesai berbincang, terdengar bunyi motor yang masuk ke halaman rumah kami, ternyata itu motornya Thomi. Dia datang sebelum waktu doa untuk membantu aku.
"Hai Kak." Kata Ida pada Thomi.
"Iya Kak."Jawab Ida.
Aku berjalan menuju dapur dan bertemu dengan Thomi, dan dia meminta aku untuk, menyiapkan kue-kuenya.
"Sayang, ini pesanan kamu." Kata Thomi padaku sambil tersenyum.
"Oh iya Thom, terimakasih ya." Jawabku, kemudian mengambil tas berisi kue dan mengeceknya.
"Aku coba satu ya Thom?"tanyaku pada Thomi.
"Silahkan Sayang." Jawab Thomi.
"Wow, enak .."Kataku setelah mencicipi kuenya.
"Simpan kuenya di kulkas Sayang."Kata Thomi padaku.
__ADS_1
"Iya Thom." Jawabku, kemudian membawa tas berisi kue dan berjalan menuju kulkas.
"Syukurlah, dia datang tepat waktunya." Kataku dalam hati, setelah membuka kulkas.
Hari mulai malam, dan kegiatan Doa akan dimulai, aku dan Thomi bersiap-siap untuk ikut doa bersama keluarga.
"Sayang baju aku ada nggak?"tanya Thomi padaku.
"Ada Thom, di dalam lemari." Jawabku.
"Ok Sayang."Jawab Thomi singkat.
Setelah selesai bersiap-siap, kami keluar dari kamar dan bertemu bersama yang lain di ruang tamu, kegiatan doa berjalan dengan sangat baik.
Setelah selesai Doa, aku menerima ucapan selamat ulang tahun sambil berjabat tangan, dan setelah itu kami duduk bersama di teras dan menyalakan kembang api, sedangkan yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Itulah suasana setelah malam natal dirumah aku.
Thommy
El
~Bersambung~
Mohon dukungannya.
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️
__ADS_1