JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 56. Ingin punya anak


__ADS_3

Setelah menikah setiap pasangan suami istri pasti ingin cepat punya anak, tapi semua itu sudah ada yang atur, tetaplah meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.


Enam bulan telah berlalu setelah kami menikah, aku mulai merasa bosan dirumah, setiap hari jika selesai masak dan bercerita pasti aku menghabiskan waktu di kamar sambil main hp.


Bagi Thomi itu bukanlah suatu masalah, karena dia menunggu waktu yang tepat. Pagi itu aku mengirimkan pesan untuk Thomi dan bertanya tentang masalah ini.


✉️ " Thom, kamu sibuk nggak?"tanyaku dalam pesan.


✉️"Sedikit, ada apa Sayang? aman?"tanya Thomi padaku dalam pesan


✉️" Oh iya sudah, nanti saja."Balasku.


✉️"Jangan gitu dong Sayang, kamu marah?"Balas Thomi padaku.


✉️" Nggak nanti saja, kalau sudah pulang kantor, soalnya ini butuh keseriusan."Balasku.


✉️"Oke."Balas Thomi singkat.


Aku terdiam sambil berbaring di tempat tidur dan berpikir.


Pikiranku mulai tak karuan, aku mulai berpikir hal-hal yang tidak masuk akal, mungkin karena aku takut tidak bisa memberinya keturunan.


Aku takut jika hal buruk terjadi padaku tapi aku juga sudah belajar untuk ikhlas jika aku tidak bisa memberinya keturunan, aku akan mundur.


"Bagaimana ini, kenapa aku belum juga hamil, sudah enam bulan berlalu dan aku belum ada tanda apa-apa sih, apa jangan-jangan aku sakit? atau dia yang sakit? ah ngga mungkin." Ucapku dalam hati dengan rasa cemas.


Saat aku hampir ketiduran, terdengar getaran di hapeku, tandanya ada telepon masuk, tidak lain itu telepon dari Thomi. Aku membuka mataku dan menjawab telepon darinya.


Tut...tut ....tut....(tanda getaran)


📞"Halo." Kataku setelah menjawab telepon dari Thomi.

__ADS_1


📞"Sayang, lagi ngapain? sudah makan belum?"tanya Thomi padaku.


📞"Apaan sih kamu Thom, tanya yang aneh-aneh saja."Jawabku pada Thomi.


📞"Aku tanya Sayang, siapa tahu kamu memang belum makan."Kata Thomi padaku.


📞"Lebay deh kamu, aku sudah bilang aku ngga suka kamu tanya-tanya seperti itu sama aku, emangnya aku ini anak kecil." Kataku pada Thomi dengan nada kesal.


📞"Iya sudah Sayang aku minta maaf."Kata Thomi padaku.


📞"Iya ngga apa-apa lain kali ngga usah ya, tanya-tanya seperti itu."Kataku dengan tegas pada Thomi.


📞"Sudah-sudah jangan marah-marah nanti cantiknya hilang loh Sayang."Kata Thomi berusaha merayu aku.


📞"Ih, kamu apaan sih."Kataku pada Thomi dengan kesal.


📞"Thom, besok kamu jadi datang kan?"tanyaku pada Thomi.


📞"Kok jawabnya gitu si Thom, itu kan ngga pasti."Kataku pada Thomi dengan nada kesal.


📞"Iya Sayang besok aku datang."Jawab Thomi.


📞"Ok terimakasih, oh iya sudah dulu ya, aku mau tidur siang Thom."Kataku pada Thomi sebelum menutup teleponnya.


📞"Iya Sayang, selamat tidur siang."Kata Thomi padaku, kemudian mengakhiri teleponnya.


Aku melanjutkan tidur siangku, dan melupakan apa yang aku pikirkan.


Keesokan harinya, seperti biasa setelah selesai masak dan bersih-bersih aku akan duduk di teras depan untuk menanti kedatangan Thomi, tapi karena hari ini rumah sepi, membuatku tidak ingin berlama-lama duduk di teras depan, aku memilih tiduran di kamar.


Hari ini semua orang dirumah ini pergi ke perkebunan kelapa, pala dan cokelat untuk panen, tinggal aku seorang diri dirumah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian terdengar bunyi motor yang masuk ke halaman rumah kami, yang tidak lain itu adalah bunyi motor milik Thomi, setelah parkir motor dia langsung mencari aku di kamar, karena aku tidak terlihat dimana-mana.


"Sayang, selamat siang."Kata Thomi sambil menggerakkan kakiku.


"Hei Thom, kamu kok datangnya siang?ngga ke kantor kamu?"tanyaku pada Thomi dengan heran.


"Ngga Sayang, kemarin lembur jadi hari ini aku strahat."Jawab Thomi padaku.


"Oh gitu ya, baguslah."Kataku pada Thomi sambil menatapnya.


Aku yang baru terbangun menatap Thomi sambil mengantuk.


"Sayang, masih ngantuk ya? ayo tidur lagi." Kata Thomi padaku sambil memegang bantal.


"Iya Thom, makasih ya"Jawabku.


Thomi duduk di dekatku dan mulai bertanya tentang hal apa yg aku belum sempat bilang padanya.


"Oh iya Sayang hal penting apa yang kamu mau katakan padaku?"tanya Thomi padaku sambil membelai rambutku.


"Begini Thom, teman-teman aku semuanya sudah punya anak, masa aku belum sih."Jawabku pada Thomi.


"Sayang kamu pikir itu sebuah pertandingan, kalu teman-teman kamu duluan berarti kamu belakangan.


"Kenapa kita belum punya anak?"tanyaku pada Thomi.


"Aku tunggu waktu yang tepat untuk kamu Sayang."Jawab Thomi padaku.


"Kamu ingatkan, dulu aku pernah bilang sama kamu kalau aku ngga bisa kasih kamu keturunan, aku ikhlas kamu tinggalkan aku .


"Aku ngga mau Sayang, lagian semua itu ada waktunya, aku mencintaimu tidak mungkin aku meninggalkanmu.

__ADS_1


__ADS_2