
Setelah aku tiba di pelabuhan, aku langsung melanjutkan perjalanan ke rumah Kak Alen dengan menggunakan Ojek.
"Ojek Ibu?" tanya seorang Pemuda yang sedang duduk di motornya yang sedang parkir di parkiran pelabuhan tak jauh dari ruang tunggu
"Iya Kak." Jawabku pada Pemuda itu, kemudian berdiri tepat di samping motornya.
"Sebentar ya Bu." Ucap Pemuda itu padaku sambil menyalakan motor
"Silahkan naik Bu," ucap Pemuda itu padaku
"Iya Kak. Siap." Jawabku pada Pemuda itu, kemudian aku duduk di motornya
Motor itu melaju dengan cepat, hingga tak terasa aku hampir tiba di depan lorong, komplek rumah Kak Alen.
"Kak, nanti masuk lorong di depan ya." Pintaku pada tukang ojek itu.
"Baik bu." Jawabnya singkat, sambil mengarahkan motornya ke jalan setapak.
"Berhenti di depan." Ucapku pada Pemuda itu
Motornya berhenti dan aku membayar tarif ojeknya, kemudian Pemuda itu melajukan motornya, dan berlalu dari komplek kami.
"Selamat pagi." Ucapku sebelum masuk ke dalam rumah Kak Alen, kemudian teruskan langkahku menemui Ibu di dapur
"Iya." Jawab Ibuku membalas salam dariku.
"Batu tiba ya?" tanya Ibu padaku, sambil membersihkan sayuran untuk di masak.
"Iya Bu." Jawabku pada Ibu, sambil berdiri didekat pintu
"Aku ke kamar ya Bu, kepalaku pusing." Kataku pada Ibu, kemudian melangkah menuju ke kamar untuk beristirahat.
Setelah aku tiba di kamar, meletakan tas dan aku berbaring di tempat tidur sambil mengaktifkan hpku, karena semalam aku nonaktifkan hp, demi menghemat baterei.
Pagi ini aku mendapat satu pesan ucapan selamat pagi dari Kak Thomi.
"Selamat pagi El, sudah dirumah?" Tanya Kak Thomi padaku melalui via sms
"Iya Kak, baru saja tiba dirumah." Balasku pada Kak Thomi.
"Oh, syukurlah. Jangan lupa sarapan El." Balas Kak Thomi padaku, dengan perhatian.
"Iya Kak." Balasku singkat, kemudian lanjut berbaring dan ketiduran.
Kak Thomi memang penuh perhatian, kami baru saja berkenalan tiga hari yang lalu, tapi rasanya kami sudah semakin dekat, dia selalu punya cara untuk membuatku tersenyum dan bahagia.
__ADS_1
Setelah beberapa menit ketiduran, tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara Ibu yang datang ke kamar membangunkan aku.
"El, bangun..El, bangun." Ucap Ibu sambil menggerakkan kakiku.
"Eh, Ibu. Ada apa Bu?" tanyaku pada Ibu yang sedang berdiri dengan wajah panik, terkejut.
"Bangun, makan, terus mandi biar rasa pusing itu menghilang." Jawab Ibu padaku sambil berdiri dekat tempat tidur.
"Iya Bu." Jawabku dengan pelan kemudian bangun dari tempat tidur dan mengikuti saran dari Ibuku.
Sebelum meninggalkan kamar aku kembali mengecek hp dan membalas pesan dari Kak Thomi.
"Semangat El." Balas Kak Thomi padaku sejak tadi
"Kak, aku mandi dulu ya. Maaf tadi aku ketiduran, maklum mabuk laut aku." Balasku pada Kak Thomi, kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Setelah aku selesai, mandi, dan ganti baju aku menghangatkan catok untuk mencatok rambutku sambil menunggu catok hangat aku membuka pesan yang terlihat di layar depan hpku, ternyata pesan dari Kak Thomi.
"Iya El, ngga apa- apa. Aku aman kok." Balas Kak Thomi.
"Sudah selesai mandi dan mau catokan dulu Kak, setelah itu baru makan." Balasku pada Kak Thomi kemudian lanjut mencatok rambut.
"Jangan sering-sering catok rambut El, nanti rambutnya rusak." Balas Kak Thomi padaku.
Akhirnya selesai juga catok rambut, kali ini aku keluar dari kamar dan menuju ke meja makan untuk makan, karena hanya aku yang makan jadi tidak perlu berlama-lama di dapur.
Setelah aku selesai makan aku kembali ke kamar untuk beristirahat, sedangkan Ibuku berbaring sambil menjaga Bayi Kak Alen yang sedang tidur di kamarnya. Aku masuk ke kamar dan mencoba menelpon Kak Thomi.
" Tut....Tut..Tut terdengar sambungan telepon berbunyi, tandanya panggilan teleponku terhubung ke hpnya Kak Thomi."
"Halo El, Bagaimana?" tanya Kak Thomi setelah menjawab teleponku.
"Aku penasaran sama suara Kakak makanya aku telepon." Jawabku pada Kak Thomi.
" Oh, iya. Sudah dulu ya El, nanti malam baru kita lanjut telepon lagi." Ucap Kak Thomi padaku
"Iya Kak terimakasih atas waktunya." Kataku pada Kak Thomi kemudian mengakhiri panggilannya
Aku mulai menjalani, hari-hariku dengan senyuman di wajahku, karena setiap pagi aku mendapat sebuah ucapan dari Kak Thomi.
hari ini genap seminggu aku berkomunikasi dengan Olin dan Kak thomi. Tapi aku lupa untuk bertanya tentang Kak Thomi, karena aku menunggu waktu yang tepat.
Sore itu setelah aku selesai mengangkat semua pakaian yang dijemur Kak Alen aku memutuskan untuk menelpon Kak Thomi.
Aku memilih duduk di samping rumah Kak Alen, ada sebuah pondasi rumah yang belum di bangun biasanya kami duduk disana untuk bersantai di sore hari.
__ADS_1
" Tut..tut..tut terdengar sambungan teleponnya masuk."
"Halo El, apa kabar, ada yang bisa di bantu?" tanya Kak Thomi padaku.
"Kak, maaf ya kalu aku lancang, tapi aku mau tanya, Kaka sekarang posisinya dimana?" tanyaku pada Kak Thomi
"Oh.. Aku di kota Sorong El, aku disini tinggal bersama Paman, Bibi dan Keponakan aku." Jawab Kak Thomi, sambil menjelaskan padaku.
"Oh, gitu ya. Kata Olin Kakak di Jawa?" jawabku kemudian kembali bertanya.
"Siapa yang di Jawa?" aku sudah tiga tahun di disini. Itu dulu aku memang kuliah di Jawa." Jawab Kak Thomi sambil menjelaskan.
"Oh ya. Wow luar biasa, UGM ya Kak?" Jawabku dengan kaget, dan kembali bertanya.
"Tidak El, aku kuliahnya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tapi aku sudah tiga tahun di kota Sorong." Jawab Kak Thomi kemudian menjelaskan padaku biar lebih jelas.
"Kalau El, disiplin ilmu apa?" tanya Kat Thomi padaku.
"Aku kuliahnya di kota Masohi Kak nama kampusku, STKIP GOTONG ROYONG MASOHI, aku S1 sarjana pendidikan, Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia." Jawabku pada Kak Thomi sambil menjelaskan.
"Oh ya. Berarti kamu besik-nya Guru SMP El." Kata Kak Thomi dengan suara penuh semangat.
"Iya Kak, tapi aku dapat kerjanya seperti sekarang ya, di syukuri dan dijalani saja Kak." Jawabku pada Kak Thomi.
Setelah lama kami bercerita dan saling bertanya akhirnya Kak Thomi nembak aku, Tapi caranya berbeda dari yang lain atau pada umumnya orang lain lakukan.
"El, apa kamu merasa nyaman?" tanya Kak Thomi padaku.
"Nyaman apa Kak?" tanyaku balik tidak mengerti.
"Nyaman dengan komunikasi antara kita." Jawab Kak Thomi.
"Kak aku nyaman bangat, dan jauh lebih baik dari sebelumnya." Jawabku pada Kak Thomi dengan jelas, sambil memandang hijaunya pepohonan di sekeliling rumah Kak Alen.
"Oh ya. Syukurlah." Jawab Kak Thomi padaku dengan singkat.
"Kalau begitu kita sudah resmi jadian, kamu ngga usah panggil aku Kakak lagi panggil saja Thomi, tapi sementara kita LDR ya, karena kita kejauhan." Ucap Kak Thomi padaku membuatku semakin bahagia.
"Iya Thomi, terimakasih telah memberikan semangat untuk aku, membuatku tersenyum dan kamulah penyemangat bagiku." Ucapku pada Thomi sambil tersenyum.
"Iya El, sama-sama aku juga senang bisa bertemu kamu, walau hanya lewat udara." Ucap Thomi padaku.
"El, sudah dulu ya, aku mau mandi, kamu juga, jangan sampai telat mandi, nanti sakit." Kata Thomi dengan penuh perhatian.
"Iya Thom." Jawabku kemudian mengakhiri telepon dan masuk ke dalam rumah karena sudah mulai gelap diluar.
__ADS_1