JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 31. Kembali ke tempat kerja


__ADS_3

Bahagia itu kita yang ciptakan, dan kita sendiri yang rasakan. Ketika bertemu, mendapatkan kasih sayang dari orang yang kita cintai, tapi pekerjaan juga penting dan tanggung jawab kita, tidak harus dilupakan.


Setelah beberapa hari kami menghabiskan waktu bersama sambil jalan-jalan, kini waktunya aku untuk kembali ke tempat kerjaku.


Pagi itu aku mengajak Thomi sarapan bersama sambil bercerita, sekaligus memberitahu Thomi bahwa aku akan kembali ke tempat kerjaku.


"Thom, kamu lapar nggak?" tanyaku pada Thomi sambil berbaring di tempat tidur.


"Iya Sayang aku lapar." Jawab Thomi padaku.


"Aku buatkan sarapan untuk kita ya, tunggu sebentar." Kataku pada Thomi, kemudian bangun dari tempat tidur dan bergegas.


"Mau sarapan apa Thom, biar aku buatkan?"tanyaku pada Thomi.


"Terserah kamu saja Sayang, apa yang kamu siapkan pasti aku makan." Jawab Thomi padaku, sambil nonton tv.


"Baiklah akan aku siapkan." Kataku pada Thomi.


Beberapa menit kemudian, aku menghampiri Thomi dengan membawa sarapan untuk kami sarapan bersama.


"Thom, ayo kita sarapan." Ucapku pada Thomi sambil meletakan segelas susu cokelat, dan beberapa potongan roti.


"Terimakasih Sayang, cup." Ucap Thomi, kemudian mencium pipiku.


"Iya Thom, ayo dimakan." Jawabku, kemudian mengajak Thomi untuk sarapan.


"Thom, ada yang mau aku omongin sama kamu." Kataku pada Thomi.


"Ada apa Sayang ngomong saja, nggak usah takut dan malu, masa sih, takut dan malu sama pacar sendiri?" tanya Thomi padaku sambil meneguk susu cokelat.


"Thom, besok aku akan kembali ke tempat kerja aku."Jawabku pada Thomi dengan serius sambil menatapnya.


"Iya Sayang, besok aku tidak ikut kerja, aku akan seharian bersama kamu hingga mengantar kamu ke pelabuhan." Kata Thomi padaku sambil menatapku.


"Maaf Thom, jika kehadiran aku disini sudah mengganggu waktu kerjamu." Kataku dengan suara pelan.


"Tidak Sayang, jangan bicara seperti itu, justru aku yang senang kamu bisa datang temui aku disini, dan kehadiranmu sangat berarti bagiku Sayang, kamu menghidupkan semangat dalam jiwaku." Kata Thomi padaku sambil menatapku dengan wajah serius.


"Iya Thom, aku mengerti, kehadiran aku dan bertemu dengan kamu adalah keinginan kita masing-masing yang selama ini terpendam karena jarak yang memisahkan kita." Jawabku pada Thomi sambil tersenyum.


"Sayang, kehadiranmu di hidupku membuatku merasa lebih berarti, rasa cinta kita begitu kuat hingga mampu mempertemukan kita." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom, kita mulai semuanya dari nol, maksudnya, aku mengenali kamu, dan kamu mengenali aku, kita sama-sama belum punya penghasilan yang tetap dan punya barang atau harta lain, kita sama-sama tidak memiliki barang berharga." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang." Jawab Thomi singkat.


"Habiskan sarapannya Thom, biar aku bereskan." kataku pada Thomi.


"Iya Sayang." Jawab Thomi.


Setelah selesai sarapan, aku bereskan perkakasnya dan kembali bersama Thomi untuk bercerita, habiskan waktu bersama dirumah.


"Sayang ayo sini, aku ingin peluk kamu." Kata Thomi padaku, saat melihatku berdiri di depan pintu.


"Jangan macam-macam Thom, kita belum menikah." Kataku pada Thomi.

__ADS_1


"Pikiran kamu kotor Sayang, aku hanya ingin memeluk kamu, nggak ada pikiran lain, aku nggak mungkin macam-macam sama kamu Sayang." Kata Thomi sambil memeluk aku.


"Thom, besok aku akan kembali, kamu disini jangan macam-macam ya, aku percaya sama kamu, dan aku yakin kamu hanya mencintai aku." Ucapku pada Thomi sambil menatap wajahnya.


"Iya Sayang, kamu juga disana jangan macam-macam, ingat aku disini yang selalu mencintai dan merindukanmu." Kata Thomi.


"Iya Thom, libur nanti aku akan datang dan temui kamu disini lagi." Jawabku


"Iya Sayang, aku akan selalu menunggu kehadiran kamu disini." Jawab Thomi.


Keesokan harinya, aku dan Thomi berencana ke kota untuk membeli tiket kapal untuk aku,


siang itu Thomi menghubungi Adiknya untuk meminjamkan motor agar kami bisa ke kota.


"Thom, Nanti kita ke kota ya, sekalian beli tiket kapal untuk aku." Ucapku pada Thomi.


"Iya Sayang, nanti aku hubungi Eko untuk membawa motornya kesini agar kita pakai." Kata Thomi padaku sambil berdiri di teras.


"Thom, aku mandi ya, siap-siap untuk ke kota." Ucapku kemudian bergegas mandi dan bersiap.


"Iya Sayang kamu mandi duluan, nanti setelah selesai menghubungi Eko, aku akan mandi." Jawab Thomi sambil memegang hp untuk menghubungi Adiknya.


Setelah selesai menghubungi Eko, dan Eko setuju untuk meminjamkan motornya, Eko akan mengantarkan motornya ke kost, sekalian Eko beristirahat menunggu kami di kost.


Hampir satu jam sudah kami menunggu dan Eko tiba di kost. Sebelum kami ke kota aku sudah siapkan makan siang untuk Adik-adik Thomi, yang akan mampir ke kost.


"Thom, gimana? jadi?" tanyaku pada Thomi.


"Iya Sayang, dia akan mengantarkan motornya kesini." Jawab Thomi padaku.


"Masak apa Sayang?" tanya Thomi padaku.


"Thom, kamu bantu aku untuk masak nasi, lauknya biar aku yang masak." Ucapku pada Thomi membagi tugas.


"Boleh Sayang, Ayo kita mulai." Kata Thomi, kemudian bergegas dengan cepat.


"Hari ini aku masak sayur cha kangkung, sama tahu dan tempe goreng, juga sambal tomat dan ikan goreng." Ucapku dalam hati, kemudian mengambil semua bahannya dari dalam kulkas.


"Sayang nasinya sudah aku masak di rice cooker, aku mandi dulu ya." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom, buruan jangan sampai Eko datang kamu belum selesai mandi." Jawabku, kemudian meminta Thomi agar bergegas.


Dengan cepat aku menggerakkan tanganku, hingga masakan itu selesai juga, dan diwaktu yang sama Eko tiba di depan kost.


Tut Tut Tut ....


Bunyi klakson motor Eko yang tiba di kost.


"Thomi, motornya sudah aku antar ada di depan kost." Kata Eko pada Thomi.


Kemudian Eko melangkah menuju tangga naik ke lantai atas dan mendapati aku sedang masak.


"Wih, masak apa tu? rupanya enak." tanya Eko padaku.


"Ah, biasa aja Eko, ayo makan." Jawabku pada Eko, kemudian mengajak Eko untuk makan.

__ADS_1


"Iya kebetulan aku lapar banget." Kata Eko.


"Sayang siap-siap dan kita akan ke kota, biar nggak telat kita." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku.


Aku dan Thomi bergegas dan berangkat menggunakan motor, menuju ke kota, dan tujuan utama kami adalah membeli tiket kapal untuk aku.


Setibanya kami di depan tempat penjualan tiket, Thomi berhenti di tempat parkiran motor dan kami melangkah masuk untuk membeli tiket.


"Sayang, ayo kita masuk." Kata Thomi padaku


"Iya Thom." Jawabku singkat.


"Thom, aku duduk di sini ya sambil menunggu kamu mengantri." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang, tapi aku boleh minta KTP kamu Sayang, biar urusan pembelian tiketnya lancar." Kata Thomi padaku.


"Oh iya, sebentar ya." Jawabku, kemudian membuka dompet dam mengambil KTP aku.


"Ini KTP aku Thom." Kataku sambil menyerahkan KTP pada Thomi.


Setelah selesai mengambil nomor antrian dan Thomi mulai mengantri sedangkan aku duduk di teras dengan beberapa orang yang masih menunggu antrian.


Dua puluh menit kemudian, dan terlihat olehku, langkah kaki Thomi keluar dari pintu pembelian tiket. Dan langkah itu menuju ke hadapan aku.


"Thom gimana sudah dapat tiketnya?"tanyaku pada Thomi.


"Sudah dong Sayang, ayo kita pulang." Kata Thomi padaku sambil menunjukkan selembar kertas padaku (tiket).


"Iya Thom, ayo pulang."Jawabku pada Thomi.


Setelah kami tiba di kost, aku bergegas untuk mandi, dan bersiap untuk berangkat. Semua barang aku sudah di paking dengan rapi siap berangkat.


"Sayang kamu mandi biar segar." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku kemudian bergegas mandi.


Setelah selesai, aku berdandan dan kami siap untuk ke kota menuju ke pelabuhan. Sesampainya kami di pelabuhan, aku dan Thomi masih sempatkan waktu untuk bercerita.


"Thom, tiket aku dimana?" tanyaku pada Thomi


"Iya Sayang ini tiketnya." Jawab thomi sambil mengeluarkan tiket aku, dari dalam sakunya.


"Thom, beberapa menit lagi kapal akan berangkat." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang, kalau begitu aku antar kamu ke dalam kapal dan aku balik ya, takut kemalaman di jalan." Kata Thomi


"Iya Sayang, kamu hati-hati ya, kalau sudah di kost, kabari aku ya." Jawabku, kemudian mengingatkan Thomi.


Next>>>>>


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/ favorit, rate bintang lima, komen dan vote nya, untuk mendukung karya ini, dan memberi semangat pada penulis.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya❤️.


__ADS_2