JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 62. Kena marah.


__ADS_3

Aku memang bukan anak kadung tapi jangan memarahiku seperti itu, aku juga punya perasaan.


Malam itu suasana dirumah mertuaku sangatlah tidak baik, karena Ayah mertua mabuk dan sangat banyak ngomong, membuatku merasa terganggu.


Aku masih tidak ingin bangun dari tidurku, karena aku kelelahan, aku hanya mendengar apa yang menjadi pokok masalahnya sehingga Ayah mertua marah-marah dirumah.


Setela amarahnya selesai, Thomi pulang dari kantor, dan aku menyampaikan kejadian itu padanya.


"Thom, hari ini lembur ya?"tanyaku dengan suara pelan pada Thomi saat dia masuk ke kamar dengan .


"Iya Sayang, biasa jika aku pulang malam itu tandanya aku lembur."Jawab Thomi padaku sambil menyerahkan tasnya padaku.


"Oh, gitu ya."Kataku mengiyakan jawaban Thomi.


"Sayang, kamu sudah makan belum?"tanya Thomi padaku.


"Belum Thom, aku tunggu kamu biar kita makan malam sama-sama."Jawabku pada Thomi.


"Sayang ngga usah tunggu aku, jika kamu lapar, kamu makan duluan saja ngga apa-apa."Kata Thomi padaku.


"Ngga apa-apa Thom, lagian aku juga belum lapar, dari tadi ngemil terus."Jawabku pada Thomi.


"Lain kali kalau aku lembur, kamu makan duluan saja ngga usah tunggu-tunggu aku ya."Kata Thomi padaku.


Setelah selesai berbincang kami ke dapur untuk makan malam bersama, saat itu tidak ada orang di dapur lagi, setelah selesai makan kami kembali ke kamar untuk beristirahat.


sebelum tidur aku mendengar suara Ayah mertua memanggilku untuk meminta bantuan aku, dengan cepat aku menghampiri Ayah mertuaku.

__ADS_1


"Ela.. bisa bantu Ayah?"tanya Ayah mertua padaku.


"Iya Ayah, apa yang bisa aku bantu?"tanyaku pada Ayah mertua dengan suara pelan.


"Tolong buatkan indomie kuah untuk Ayah, boleh."Kata Ayah mertua padaku.


"Oh iya Ayah, sebentar ya aku buatkan."Jawabku kemudian berjalan ke dapur.


Dengan cepat aku menyalakan kompor, kemudian mengambil sebungkus indomie dari dalam kulkas dan memasaknya, setelah itu aku menyajikan mienya di mangkuk dan aku memberitahu Ayah mertuaku.


"Ayah, mienya sudah siap."Kataku pada Ayah mertua dengan suara pelan.


"Iya Ela, terimakasih."Jawab Ayah mertua.


Aku melanjutkan langkahku ke kamar untuk tidur, karena aku melihat Ayah mertua masih duduk nonton tv, setibanya aku di kamar lima menit kemudian aku mendengar suara-suara Ayah marah-marah.


"Thom aku ke dapur sebentar ya, suara Ayah marah-marah."Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang."Jawab Thomi singkat.


Dengan pelan aku melangkah ke dapur dan menyaksikan kejadian itu, ternyata Ayah memarahi aku.


"Kerja apaan ini, minta tolong masak mie, sajikan aku mie dingin, kamu pikir aku anak kecil ya."Kata Ayah mertua yang bertujuan padaku, karena aku yang masak mienya.


Aku hanya diam dan mendengar Ayah mertua memarahi aku, kemudian aku melangkah ke kamar dan menangis, hingga Thomi terbangun.


"Sayang, kamu kenapa nangis?siapa yang menyakitimu?"tanya Thomi padaku sambil memeluk aku.

__ADS_1


"Sayang ada apa kamu nangis apa?"tanya Thomi lagi, karena aku tidak menjawab pertanyaannya.


"Sayang lebih baik kamu cerita untuk aku, sebelum aku ngamuk dan semua orang terbangun."Kata Thomi padaku dengan nada suara mulai marah.


"Ayah marah sama aku Thom, katanya aku kerja ngga benar, sajikan mie yang sudah dingin."Jawabku pada Thomi dengan suara pelan, sambil menghapus air mataku.


"Oh gara-gara itu Ayah marah dan kamu menangis, biar aku ke dapur."Kata Thomi padaku kemudian melangkah keluar kamar.


"Jangan Thom, biarkan saja."Kataku menahan Thomi tapi tidak bisa.


Saat itu juga aku mendengar apa yang dikatakan Thomi pada Ayahnya.


"Ayah, kenapa ayah memarahi Ela seperti itu?


dia sudah membantu Ayah, kenapa Ayah memarahi dia, jika ingin makan mie yang panas, jangan nonton tv, segeralah makan saat Ela selesai memasak."Kata Thomi dengan suara tegas pada Ayahnya.


Suasana tenang, hanya terdengar suara Thomi, dan Ayahnya masih mengelak maunya menyalahkan aku.


Sedangkan aku hanya mendengar dari dalam kamar, biarkan mereka berdebat, aku senang suamiku membela aku.


Next>>>>>>>>>>


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2