JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 43. Membuat keputusan dan rencana baru.


__ADS_3

Segala sesuatu yang diputuskan bersama, harus dipikirkan dengan matang, agar tidak menyesal di kemudian hari.


Aku tiba di pelabuhan, dan langsung menghubungi Thomi untuk menjemput aku, dia selalu siap saat aku tiba di pelabuhan, kali ini dia lebih awal tiba di pelabuhan.


Aku pulang dengan pikiran yang tidak tenang, antara takut dan bagaimana kedepan.


"Thom, jemput aku ya, kapal hampir tiba di pelabuhan." Kataku dalam pesan yang dikirim untuk Thomi.


"Iya Sayang, aku sudah berada di pelabuhan sejak tadi."Balas Thomi padaku.


"Iya Thom, hpku kehabisan baterei, kamu tunggu aku diruang tunggu ya."Balasku pada Thomi, dan saat itu juga baterei hpku habis.


Aku tidak bisa menghubungi Thomi, aku berharap semoga dia tetap menunggu aku di ruang tunggu. Aku turun dari kapal dan berjalan dengan tenang menuju ruang tunggu, ternyata Thomi sedang menunggu aku.


"Hei, kamu tunggu lama ya?" tanyaku sambil tersenyum saat bertemu Thomi yang sedang duduk.


"Nggak Sayang, tunggu kamu itu tidak membosankan, tapi penasaran." Jawab Thomi padaku, sambil menatapku.


"Ayo duduk dulu sebentar, kamu pasti pusing kan Sayang?" tanya Thomi padaku.


"Nggak Thom, aku lapar." Jawabku pada Thomi, kemudian duduk disampingnya.


"Duduk dan putuskan makanan apa yang kamu mau, nanti kita keluar dari sini, langsung kita beli." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom, tapi soal makanan kamu saja yang milih, apa yang kamu suka pasti aku suka." Kataku pada Thomi.


"Iya sudah, ayo kita jalan." Kata Thomi padaku.

__ADS_1


"Iya Thom." Jawabku singkat, kemudian berdiri dan berjalan mengikuti langkah Thomi.


Setibanya kami di parkiran, aku berdiri sambil menunggu Thomi mengeluarkan motor dari parkiran.


"Sayang, tunggu sebentar ya, aku keluarkan motor dari parkiran."Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku singkat.


Setelah mengeluarkan motor dari parkiran, aku dan Thomi melanjutkan perjalanan menuju kost, tapi sebelum sampai di kost kami membeli makanan, minuman dan beberapa roti untuk kami.


"Sayang kita mampir sebentar di warung ya, kita beli makanan." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku singkat.


Motornya berhenti tepat di depan sebuah warung dekat jalan, kemudian aku turun dari motor lalu berdiri sambil melihat Thomi parkir motor dan setelah itu kami melangkah menuju warung untuk memesan makanan.


"Sayang, sebentar ya aku parkir motor dulu." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku singkat.


"Apa saja Thom, sama sepertimu." Jawabku sambil melihat menu yang tertera di spanduk yang di pasang di depan warung.


"Iya sudah, kamu mau masuk atau tunggu aku disini?"tanya Thomi padaku.


"Aku ikut masuk saja, soalnya dingin disini." Jawabku, kemudian mengikuti langkah Thomi.


"Ayo kita masuk." Kata Thomi sambil menggenggam tanganku.

__ADS_1


Setelah selesai membeli makanan, kami kembali melanjutkan perjalanan pulang ke kost, karena sudah semakin gelap dan dingin, Thomi mempercepat motornya, agar kami cepat tiba di kost.


"Sayang berpegangan ya, aku akan menambah kecepatan motornya agar kita cepat sampai di kost." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku singkat kemudian, memeluk erat pinggangnya.


Motor itu melaju dengan cepat dan akhirnya kami tiba juga di kost, setelah selesai makan, aku menceritakan apa yang terjadi padaku, dan meminta pendapat kepada Thomi.


"Sayang itu ceritanya gimana sih, sampai dia bisa melakukan itu padamu?"tanya Thomi padaku.


"Jadi, malam itu aku tidur bersama Dhea di kamarnya, sementara saat itu Ayahnya Dhea belum pulang ke rumah, kata Kak Alen mungkin Ayahnya Dhea tidur dirumah Oma dan Opa jadi aku yang tidur temani Dhea, malam itu setelah kita selesai video call aku langsung ketiduran disamping Dhea, dan aku terkejut, saat aku merasa ada yang mencium bibirku, dengan posisi badannya yang berada di atas aku, aku terbangun dan berlarian keluar kamar dengan penuh ketakutan." Jawabku pada Thomi, sambil memperagakan peristiwa itu.


"Lalu kamu sudah memberitahu Kak Alen?"tanya Thomi padaku.


"Aku belum memberitahu Kak Alen soal ini."Jawabku.


"Kamu ngga usah kembali lagi ke sana, takutnya dia akan mencelakai kamu. Ini keputusan aku sebagai pacarmu aku bertanggung jawab atas kenyamanan dan keselamatanmu." Kata Thomi padaku.


"Iya Thom, aku juga berpikir begitu."Kataku pada Thomi.


"Jika kamu tidak mendengar kataku, dan masih mau kembali bekerja disana, jika terjadi sesuatu padamu, aku lepas tangan, aku tidak bertanggung jawab." Kata Thomi padaku dengan wajah serius.


"Iya Thom." Jawabku singkat.


Next>>>>>>>>>>


Mohon dukungannya.

__ADS_1


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️


__ADS_2