
Suatu kebahagiaan bercampur dengan air mata, yang ditunggu akhirnya datang juga.
Kabar bahagia pertama kali untuk kami yang sudah merindukan kehadiran seorang anak.
Setahun sudah kami bersama, menikmati waktu kami berdua, dengan senang, karena kami belum punya tanggung jawab.
Kami menerima perkataan orang tentang kami, soal belum punya anak, tapi kami tidak perduli, karena setiap orang dengan prinsip masing-masing. Ada yang bilang mungkin di antara kita ada yang mandul.
Pagi itu aku sedang duduk di teras depan terlihat dari jauh seorang Ibu yang sedang berjalan menuju halaman rumah kami, entah apa tujuannya.
Ketika Ibu itu tiba di depan rumahku, ternyata itu Ibu Ani, yang datang untuk temui aku dengan maksud mengajak aku untuk ikut baris berbaris menyongsong hari-hari besar gerejawi.
"Hai Ela, sendirian dirumah?"tanya Ibu Ani padaku sambil berjalan masuk ke dalam teras.
"Iya Ibu."Jawabku singkat sambil duduk.
"Silahkan duduk Bu."Ucapku pada Bu Ani.
"Iya. terimakasih Ela. Maksud kedatangan Ibu Ani kesini untuk mengajak kamu ikut baris-berbaris bersama kami, karena kami masih kurang beberapa orang, apa kamu mau?" Kata Ibu Ani dengan wajah penuh harap.
"Iya Ibu aku mau, tapi kostumnya bagaimana ini kan dadakan?"tanyaku pada Ibu Ani.
"Semua sudah siap Ela, nanti Ibu Ani antarkan kesini untuk kamu."Jawab Ibu Ani dengan penuh semangat.
"Iya Ibu, kalau begitu aku siap-siap dulu ya, lombanya pagi kan Bu?"Jawabku kemudian balik bertanya.
"Iya Ela, bersiaplah soal kostum nanti diantarkan, Ibu Ani pamit ya."Kata Ibu Ani, kemudian berlalu meninggalkan teras.
Ibu Ani telah pergi, dan aku mulai bersiap-siap untuk mengikuti lomba baris dadakan ini.
Satu jam kemudian Ibu Ani tiba di rumah aku dengan membawakan kostum untuk aku.
"Ela . . . Ela."Teriak Ibu Ani padaku.
"Iya Ibu."Jawabku sambil berjalan menuju pintu depan.
__ADS_1
"Oh Ibu Ani, masuk Bu."Kataku pada Ibu Ani.
"Ini kostum untuk kamu pakai Ela."Kata Ibu Ani sambil menyerahkan kostum untuk aku.
"Iya Ibu Ani terimakasih, aku ganti baju dulu ya." Kataku pada Ibu Ani.
" Iya Ela,
IBu menunggumu di depan ya."Kata Ibu Ani padaku.
"Iya Bu."Jawabku singkat.
Setelah selesai ganti kostum aku keluar dari rumah dan temui Ibu Ani dan beberapa temannya yang sudah datang menunggu aku di teras depan.
"Sudah siap."Kataku pada Ibu Ani.
"Mantap ayo kita jalan."Kata Ibu Ani dengan penuh semangat.
Di dalam perjalanan menuju ke tempat perlombaan aku memberitahukan Thomi lewat pesan jika aku sedang mengikuti lomba bersama para Ibu-ibu komplek.
Setelah kegiatan selesai, kami bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Kira-kira jam satu siang, aku sedang tertidur di bangku teras depan karena kecapean tiba-tiba terdengar bunyi motor yang masuk ke halaman rumah kami, saat aku terbangun ternyata Thomi sudah tiba di rumahku.
"Thom, kamu kok datang ngga bilang-bilang dulu."Ucapku pada Thomi.
"Sayang, kamu keringatan cape ya? mandi sana biar segar."Kata Thomi padaku sambil menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumah.
"Iya Thom, tapi aku mengantuk."Jawabku sambil berjalan.
"Iya Sayang tapi, mandi dulu sebentar nanti biang keringat tahu."Jawab Thomi memperingati.
"Iya-iya, aku mandi." Jawabku dengan kesal.
Setelah selesai mandi aku menghampiri Thomi yg sudah tertidur di kamar, dan mengajaknya bercerita.
"Thom, kamu kok kesini, nggak ngantor ya?"tanyaku.
__ADS_1
"Iya Sayang."Jawab Thomi singkat.
"Sayang aku ada sesuatu untuk kamu."Kata Thomi padaku.
"Apa Thom?"tanyaku dengan senang.
"Sebentar ya."Jawab Thomi.
"Ini buat kamu."Kata Thomi sambil menyerahkan sebuah tespeck padaku.
"Buat apa Thom?"tanyaku pada Thomi.
" Aku perhatikan kamu dari minggu kemarin kamu kurang semangat makanya aku beli ini untuk kamu, ayo sana buruan di tes."Kata Thomi padaku.
"Iya Thom, sebentar ya."Jawabku, kemudian meninggalkan kamar dan menuju kamar mandi lagi.
Setelah aku selesai membaca cara menggunakannya kemudian aku mengikuti. Setelah beberapa menit kemudian dan aku lihat hasilnya ....Oh.. mengejutkan sekali. dengan cepat aku berlari menuju kamar dan temui Thomi.
"Thom, Thom."Teriakku pada Thomi.
"Ada apa Sayang?"tanya Thomi.
"Aku.... Hamil."Jawabku pada Thomi.
"Selamat Sayang."Jawab Thomi dengan senang sambil memelukku dengan erat dan mencium keningku.
"Iya Thom."Jawabku.
"Aku bahagia Sayang."Kata Thomi.
Mohon dukungannya.
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️
__ADS_1