JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 39. Ada yang naksir


__ADS_3

Wajar jika seorang wanita disukai oleh pria, tapi ingat dan jangan mengkhianati orang yang dengan tulus menyayangimu.


Hari ini minggu pertama aku menjalankan tugas baruku, karena ini tugas baru jadi aku harus mempersiapkan diri dengan sangat baik.


Bagi orang lain ini tugas yang biasa saja, tapi bagiku ini tanggung jawab yang cukup berat, dan bukan biasa-biasa saja seperti yang di katakan orang lain.


Pagi ini aku berangkat ke sekolah lebih duluan dari Kakak, menggunakan ojek, agar aku tidak terlambat.


"Kak aku duluan ya, takut terlambat."Ucapku pada Kak Alen yang masih sibuk dengan Anaknya.


"Tumben hari ini kamu berangkat pagi-pagi?"tanya Kak Alen padaku.


"Iya Kak, aku kan sekarang sudah pindah posisi kerja." Jawabku pada Kak Alen.


"Cie jadi kamu sekarang bukan lagi penjaga sekolah?"tanya Kak Alen merasa senang.


"Iya Kak, aku sekarang jadi guru kelas, ya walaupun hanya sementara waktu."Jawabku pada Kak Alen.


"Syukurlah, kamu belajar dari sekarang, agar terbiasa nanti jika kamu sudah menjadi wali kelas tetap."Kata Kak Alen padaku.


"Iya Kak. Aku jalan ya Kak."Kataku pada Kak Alen.


Aku berjalan menuju jalan setapak, untuk tiba di jalan utama, kemudian akan memanggil ojek.


Tidak menunggu lama, karena kebiasaan disini jika pagi hari, tukang ojek sangat banyak.


"Ojek!" teriakku pada seorang tukang ojek, yang sedang lewat.


"Ojek Ibu?" tanya tukang ojek itu padaku setelah berhenti.


"Iya Pak."Jawabku, sambil melangkah menuju tukang ojek itu.


"Sekolah ya Bu?"tanya tukang ojek itu padaku.


"Iya Pak."Jawabku singkat.


"Kita jalan ya Bu." Kata tukang ojek itu padaku.


"Iya Pak."Jawabku singkat.


Motor itu melaju dengan santai, dan tidak menunggu waktu lama untuk tiba di sekolah, aku turun dari motor dan masuk ke halaman sekolah.


"Terimakasih ya Pak."Ucapku sambil memberikan uang kepada tukang ojek itu.


"Iya sama-sama Ibu."Jawab tukang ojek itu, kemudian berlalu.


Aku melangkah menuju ruang guru, dan suasana lingkungan sekolah mulai ramai dengan siswa-siswi yang berdatangan.


"Selamat pagi Ibu El."Ucap seorang Anak perempuan padaku, namanya Opi.


"Iya, selamat pagi juga Opi."Kataku membalas ucapannya.


Aku melangkah masuk ruangan dan bertemu dengan Pak Edy yang sedang duduk minum kopi.


"Selamat pagi Pak."Ucapku pada Pak Edy.


"Pagi juga Ibu El."Jawab Pak Edy.


Aku melangkah menuju meja kerjaku, karena hari ini jam pelajaran pertama adalah Agama, maka aku duduk saja di ruang guru, menunggu mata pelajaran agama selesai, dan aku akan ke kelas untuk mengecek kehadiran siswa.

__ADS_1


Bel berbunyi tandanya siswa-siswi harus apel bersama di depan kantor/ruang guru. Ibu Hanif menghampiri aku dan memberitahu aku.


"Selamat pagi ibu El."Ucap Ibu Hanif.


"Pagi juga Ibu Hanif."Kataku membalas ucapannya.


"Ibu El, hari ini ada mata pelajaran Agama di kelas, Ibu El, tidak ke kelas untuk mengecek kehadiran siswa?"tanya Ibu Hanif padaku.


"Ngga Bu, nanti saja. Setelah selesai mata pelajaran Agama."Jawabku pada Ibu Hanif.


"Iya sudah, kalau begitu aku ke kelas ya Ibu El."Kata Ibu Hanif padaku.


"Iya Ibu Hanif, silahkan."Kataku pada Ibu Hanif.


Aku duduk di meja kerjaku, sambil membuka laptop dan membuat jadwal petugas harian kelas, dan denah kelas sambil menunggu jam pelajaran selesai.


Jose datang dan menghampiri mejaku, dan bertanya padaku.


"Selamat pagi Ibu El."Ucap Jose padaku.


"Iya pagi juga."Kataku membalas ucapannya.


"Lagi ngapain, sibuk ya?"tanya Jose padaku.


"Ngga kok, hanya mengetik jadwal petugas kebersihan kelas, dan denah kelas." Jawabku pada Jose.


"Oh iya, kirain kerja apa."Kata Jose, kemudian duduk di meja kerjanya.


Sambil bercerita, Pak Edy meminta bantuan aku untuk membuat kopi pada Pak satpam.


"Ibu El, lagi sibuk ya?"tanya Pak Edy padaku.


"Bisa bantu Bapak?"tanya Pak Edy.


"Bisa Pak."Jawabku singkat.


"Bapak mau minta tolong buatkan kopi untuk Pak satpam di depan."Kata Pak Edy.


"Oh iya Pak."Jawabku, kemudian melangkah ke kantin untuk membuat kopi.


" Ibu El, sebentar ada kopi sama gula di dalam kas."Kata Pak Edy.


"Iya Pak. Pak Jose mau dibuatkan kopi juga?"tanyaku pada Jose.


"Iya Ibu El, terimakasih sebelumnya."Kata Jose padaku.


"Iya Pak Jo."Jawabku.


Aku melangkah menuju dapur dan membuat kopi untuk Jose dan Pak satpam. Pak satpam sudah dua minggu bertugas disini, untuk menjaga keamanan sekolah, ini kedua kalinya aku buatkan kopi untuk Pak satpam.


Setelah selesai, aku melangkah menuju pos satpam untuk mengantarkan kopi. Setibanya aku disana.


"Selamat pagi Pak."Ucapku pada Pak satpam.


"Pagi juga Ibu."Jawabku pada Pak satpam.


"Kopinya Pak."Ucapku sambil menyerahkan segelas kopi untuk Pak satpam.


"Iya Ibu, terimakasih."Jawab Pak satpam.

__ADS_1


"Aku letakan di meja ya Pak."Kataku pada Pak satpam.


"Iya Ibu."Jawab Pak satpam singkat.


Selesai mengantar kopi untuk Pak satpam, aku kembali ke kantin dan mengantarkan kopi untuk Jose.


"Ini kopinya Pak Jo." Kataku pada Jose.


"Iya Ibu El, terimakasih." Jawab Jose padaku.


Aku kembali duduk di meja kerjaku, dan lanjut bercerita dengan Jose, dan Jose mengatakan sesuatu padaku.


"Ibu El, ada yang titip pesan untuk Ibu El."Kata Jose padaku.


"Oh ya."Jawabku singkat, cuek.


"Ibu El, aku ngomong serius."Kata Jose padaku.


"Ah, jangan sembarang Jo."Kataku pada Jose.


"Serius Ibu El, mau dengar pesannya apa?"tanya Jose padaku.


"Apa pesannya Pak Jo?"tanyaku pada Jose.


"Pesannya dia ingin kamu jadi pacarnya, dia memintaku untuk sampaikan kepada Ibu El."Kata Jose padaku.


"Ha.. ha.... ha.... "tertawa mendengar omongan Jose.


"Serius Ibu El, mau ngga?"tanya Jose padaku.


"Siapa orangnya, jangan-jangan kamu ya.?"tanyaku pada Jose.


"Ngga Ibu El, bukan aku, tapi taman aku." Kata Jose.


"Aku ngga mau Jo, aku sudah punya pacar." Kataku pada Jose.


"Siapa sih orangnya?"tanyaku pada Jose.


"Itu didepan."Kata Jose mengarah pada pos satpam.


"Jangan ngaco kamu Jo."Kataku pada Jose.


"Serius Ibu El, dia minta bantuan aku untuk sampaikan ini untuk Ibu El, karena dia malu." Kata Jose padaku dengan wajah serius.


"Oh, sampaikan padanya aku sudah punya pacar, jadi mohon maaf aku ngga mau."Kataku pada Jose.


"Ok, baiklah."Jawab Jose singkat.


"Aku ngga kepikiran untuk pacaran, karena bagiku cukup satu orang saja, ngga perlu lebih."Kataku pada Jose.


"Ibu El, tipe cewek setia juga."Kata Jose padaku.


Next>>>>>>>


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2