
Setiap orang yang meninggalkan pekerjaannya pasti punya alasan tersendiri, tidak ada orang yang mau kehilangan pekerjaan, apalagi pekerjaan yang ditekuni mulai dari 0 hingga menjadi satu.
Bagiku pekerjaan bisa dicari, tapi kenyamanan itu sangat penting, aku memutuskan untuk pulang karena aku sudah memikirkan dengan baik, dan aku takut hal buruk itu terjadi lagi padaku.
Setelah selesai memberikan pelajaran kepada murid-murid di kelasku, aku menemui salah satu guru senior namanya Ibu Desi, Beliau sangat tegas hingga ditakuti oleh semua siswa, aku meminta bantuannya untuk menangani kelasku.
"Permisi Bu."Ucapku pada Ibu Desi yang sedang duduk sendirian sambil membaca di tempat duduk depan kelasku.
"Iya Ibu El, ada apa ya?"tanya Ibu Desi padaku.
"Begini Bu, aku mau minta tolong sama Ibu untuk menggantikan aku di kelasku untuk sementara, karena aku akan pulang hari ini, ada urusan mendadak."Kataku pada Ibu Desi.
"Oh iya Ibu El, dengan senang hati."Jawab Ibu Desi padaku.
"Terimakasih banyak ya Ibu Desi."Ucapku pada Ibu Desi
"Iya Ibu El, semoga urusannya cepat selesai."Kata Ibu Desi padaku.
"Iya Ibu Desi."Jawabku singkat.
"Oh iya, kalau begitu aku permisi ya Bu, mau minta izin sama Pak Edy."Ucapku pada Ibu Desi, kemudian meninggalkan tempat itu.
"Iya Ibu El, silahkan."Kata Ibu Desi padaku.
Aku memberanikan diri untuk yang kesekian kalinya bertemu Pak Edy untuk minta izin, bagiku lebih baik jujur daripada berangkat diam-diam, seperti orang yang tidak punya sopan santun.
Pak Edy sangat mengerti aku, setiap kali aku minta izin, pasti aku diberikan izin. Itu karena aku aku selalu patuh, dan tidak pernah mengecewakan siapapun dalam bekerja.
__ADS_1
"Selamat pagi Pak."Ucapku pada Pak Edy yang sedang duduk di meja kerjanya sambil bekerja.
"Selamat pagi Ibu El,ada perlu apa?"tanya Pak Edy padaku.
"Begini Pak, aku mau minta izin untuk pulang Pak, ada urusan mendadak."Jawabku pada Pak Edy.
"Oh... Terus bagaimana dengan murid-murid di kelas kamu Ibu El?" tanya Pak Edy padaku.
"Sudah aku titipkan sama Ibu Desi Pak."Jawabku
"Ok, Bapak izinkan kamu."Kata Pak Edy padaku.
"Terimakasih Pak, aku pamit ya."Ucapku pada Pak Edy.
"Iya Ibu El, hati-hati dijalan."Kata Pak Edy padaku.
"Iya Pak."Jawabku singkat kemudian melangkah keluar dari ruangan.
Tut... Tut .....Tut ..... Terdengar teleponnya tersambung.
"Halo Kak." Kataku pada Kak Alen.
"El, ada apa?"tanya Kak Alen padaku.
"Aku mau minta tolong sama Kakak, tolong bawakan sendal dan beberapa baju ganti untukku, aku menunggumu di pelabuhan." Kataku pada Kak Alen.
"Kamu mau kemana El?"tanya Kak Alen padaku.
__ADS_1
"Aku mau pulang Kak."Jawabku.
"Kamu kok pulang terus?"tanya Kak Alen padaku.
"Aku dan Thomi ada urusan Kak." Jawabku pada Kak Alen.
"Iya sudah aku jalan sekarang." Kata Kak Alen kemudian mengakhiri teleponnya.
Sepuluh menit berlalu dan akhirnya Kak Alen tiba juga di pelabuhan, dengan membawa barang yang aku minta.
"El, ini punya kamu, kamu hati-hati di jalan ya." Kata Kak Alen padaku, sambil menyerahkan plastik berwarna hitam yang berisi sendal dan beberapa bajuku.
"Iya Kak, kamu sih ninggalin aku sendirian dirumah." Kataku pada Kak Alen.
"Iya sudah kamu balik saja, kapal akan berangkat." Kataku pada Kak Alen.
"Iya, aku balik ya dah...." Kata Kak Alen padaku.
Seandainya saat itu kamu tahu yang sebenarnya, dan kamu tahu alasan kenapa aku memilih untuk pulang dan meninggalkan pekerjaanku, pasti kamu serba salah entah mau membela siapa diantara kami ada suami dan Adik kandung.
Aku memilih untuk menutupi masalah ini, hingga waktu yang tepat dan aku mengatakan padanya. Karena aku tidak ingin ada masalah dalam rumah tangga Kakakku, jalan yang terbaik aku pulang.
Next..>>>>>>>>
Mohon maaf karena beberapa hari ini tidak update, bukan karena kehabisan ide, tapi karena aku sakit, dan harus dirawat di rumah sakit.
Mohon dukungannya.
__ADS_1
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️