JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 29. Saling kenalan lewat video call


__ADS_3

Jangan memandang orang lain dari fisik dan ketampanan, karena itu belum bisa menjamin untuk bahagia.


Setelah beberapa bulan kami berkomunikasi, kini kami semakin dekat, dan selalu aku bawakan didalam Doaku sebelum tidur. Ada yang bilang, jika kita selalu mendoakan orang yang kita sayang, maka Tuhan pasti akan mempersatukan kita dengannya.


Aku yang sedang menikmati kebahagiaanku, terus berdoa setiap malam. Hari ini aku pulang malam, karena pekerjaan aku dan Jo sangat banyak.


"Sayang kamu sudah pulang belum?" tanya Thomi padaku melalui sms yang dikirim


"Belum Sayang, sebentar lagi." Balasku pada Thomi, sambil makan cemilan


"Sayang sekarang sudah malam, kamu belum mandi, mungkin juga sekarang belum makan, pulang saja dulu nanti setelah mandi balik lagi, kamu tidak gerah?" balas Thomi padaku, penuh kecemasan dan perhatian


"Iya Sayang, maaf aku membuatmu cemas." Balasku pada Thomi, merasa bersalah padanya


"Semangat Kesayangan." Balas Thomi padaku


"Juga Sayang." Balasku singkat, sambil tersenyum dan kembali fokus pada laptop


Hari semakin gelap aku dan Jo memutuskan untuk pulang, karena kami sangat mengantuk dan capek, walaupun ada Pak Edy yang bekerja menemani kami, tapi kami tidak sanggup lagi.


"El, selesaikan pekerjaanmu dan kita pulang sekarang!" kata Jose padaku, terlihat wajahnya sangat kelelahan


"Iya Jo, sudah ayo kita pulang." Jawabku pada Jose sambil meraih tas kecilku, kemudian melangkah keluar dari ruangan


"Pak Edy kami pulang ya, aku sangat kelelahan Pak." Ucap Jo pada Pak Edy dengan wajah letih, sambil menggendong tas laptopnya, dan siap untuk pulang


"Pak Edy aku pulang ya." Ucapku pada Pak Edy yang masih duduk merokok sambil ngopi di meja kerjanya

__ADS_1


"Iya kalian berdua, hati-hati dijalan." Jawab Pak Edy pada kami


Aku dan Jo berlalu dari pandangan Pak Edy dengan menggunakan motornya.


Jo mengantarku tepat di depan rumah Kakakku, kemudian Jo langsung teruskan perjalanan ke rumahnya. ternyata Kakak dan Ibu belum tidur karena aku belum pulang dari sekolah, saat aku tiba dirumah.


"El, kalian kerja apa sampai jam segini baru pulang?" tanya Kak Alen padaku dengan wajah kesal


"Telepon saja Pak Edy kemudian tanya apa yang kami kerjakan disekolah hingga jam segini." Jawabku pada Kak Alen dengan kesal, karena aku merasa sangat kelelahan, tapi dia malah ngomel aku.


"Iya tadi sudah aku tanyakan, katanya kalian punya banyak pekerjaan yng diberikan oleh Ibu kepala sekolah, dan tugas itu penting untuk besok." Kata Kak Alen padaku didengar juga oleh Ibu.


Aku yang sudah berada di kamar, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, setelah selesai ganti baju, aku kembali ke dapur untuk makan malam, dan juga memberitahu Thomi jika aku sudah dirumah.


"Sayang aku sudah dirumah sekarang, baru selesai mandi, ganti baju, sekarang lagi makan." Kataku pada Thomi melalui sms


"Sayang selesai makan kita bisa video call?" tanyaku pada Thomi


"Bisa Sayang, memang hpku tidak ada kameranya, tapi aku sudah pinjam hp temanku agar bisa video call." Balas Thomi padaku


Setelah selesai makan aku merapihkan meja dan masuk ke kamar, kemudian video call bersama Thomi, dan kami saling memandang dan mengenali satu sama lain saat thomi menjawab telepon dariku.


"Hai, hai El," ucap Thomi padaku


"Hei, iya kamu dimana?" tanyaku yang hanya mendengar suara Thomi, tp belum terlihat wajahnya


"Aku sudah melihatmu El, coba kamu lepas ikat rambut El, aku ingin melihat rambutmu." Kata Thomi padaku

__ADS_1


"Ok." Jawabku singkat, sambil menunjukkan rambutku.


"Kenapa pendek El? terus yang di foto itu rambutmu panjang, kapan dipotong?" tanya Thomi padaku, dengan kesal


"Iya dipotong karena rusak Thom." Jawabku pada Thomi, mencoba menjelaskan


"Ayo kamu berdiri di bawa cahaya lampu biar aku lihat wajahmu Thom," pintaku pada Thomi.


"Baiklah El, kamu siap?" tanya Thomi padaku sambil tertawa dan menghitung 1, 2, 3.


"Oh..Wow." Jawabku pada Thomi sambil tertawa kecil.


"Kamu membuatku penasaran Thom."Ucapku


"Apa itu betul Sayang" Jawab Thomi.


"Terimakasih sudah mau videocall sama aku." Ucapku pada Thomi.


"Iya Sayang sama-sama, aku juga senang bisa videocall sama kamu." Kata Thomi padaku.


Next......


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya untuk mendukung karya ini, agar penulis semakin bersemangat.


Terimakasih atas dukungannya❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Semoga terhibur dengan ceritanya.


__ADS_2