JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 20. Bertemu dalam mimpi


__ADS_3

Cinta sejati tidak berarti menyatu,


terkadang cinta sejati itu terpisah namun tidak ada yang berubah.


Semakin hari rasa nyaman dan bahagia itu tumbuh dalam diriku, membuatku semakin ceria dan bersemangat menjalani hari-hariku.


Kebahagiaan yang aku rasakan hanya lewat udara, dan itu sudah membuatku jauh lebih baik, dari sebelumnya, setiap waktu aku selalu di hibur oleh Thomi.


"Selamat pagi Kesayangan, jangan lupa sarapan sebelum ke sekolah." Kata Thomi padaku melalui sms


"Pagi juga Thom, iya aku tidak lupa sarapan, sekarang sudah mau berangkat ke sekolah." Balasanku pada Thomi, melalui sms


Setelah selesai mengirimkan pesan pada Thomi aku, bereskan semua perlengkapan dan berangkat ke sekolah.


"Ibu, aku berangkat ya," ucapku pada Ibuku, yang sedang sarapan di dapur.


"Iya, hati-hati di jalan El." Kata Ibu padaku.


Hari ini aku memilih untuk jalan kaki ke sekolah, aku ingin menikmati udara segar pagi hari, didalam perjalanan ada beberapa orang yang menawarkan jasa ojek padaku.


"Ojek Ibu." Kata seorang Bapak padaku


"Tidak Pak, terimakasih." Ucapku padanya, kemudian aku terus berjalan


"Ibu, ojek?" teriak salah seorang Bapak yang sedang duduk di pangkalan ojek


"Tidak Pak, terimakasih." Jawabku pada Bapak itu sambil tersenyum, kemudian terus berjalan ke sekolah


Aku tiba di sekolah, setelah aku masuk ke ruangan Guru, aku melihat Nining sedang sibuk, dan beberapa Guru yang lain sedang duduk main hp karena tidak ada jam mengajar.


"Selamat pagi Nining." Ucapku pada Nining sambil melangkah menuju kursi kosong didekatnya


"Selamat pagi juga El." Jawab Nining padaku


"Sibuk ya Ning?" tanyaku pada Nining sambil melirik pekerjaannya


"Lumayan El, lagi menyusun soal untuk ulangan." Jawab Nining padaku sambil melanjutkan kegiatan mengetik soal


"Berarti sebentar lagi aku dan Jose punya banyak pekerjaan." Kataku pada Nining sambil menyalakan laptop

__ADS_1


"Iya El, begitulah." Ucap Nining padaku sambil menatap layar laptop


Hpku bergetar tanda ada panggilan masuk, saat ku lihat layar hpku, ternyata itu nomor Edi, yang sudah ku hapus, tapi dia masih menelpon aku.


Aku memang sudah tidak mau berkomunikasi dengannya lagi, karena aku sudah nyaman dengan Thomi, tapi aku menghargai telepon darinya.


"Halo, ada perlu apa Edi?" tanyaku pada Edi dengan suara pelan


"Halo El, aku mau curhat sama kamu." Kata Edi padaku


"Ok, baiklah." Jawabku pada Edi, sambil melangkah keluar ruangan


"El, aku mau cerita sama kamu, soal pacarku, setelah aku putus dari wanita itu, ( orang yang membuat hubungan kami putus) aku berkenalan dengan seorang wanita lagi, dia bekerja di Telkomsel. Sore itu dia menelponku ke kontrakannya untuk menolong dia karena dia di pukul oleh pacarnya, kemudian aku pergi temui dia, dan aku menolongnya, hubungan kami berjalan baik, El kamu lihat di facebook aku dia menambahkan foto kami waktu kami pergi makan bersama. Itu semua maunya El."


Kata Edi, dengan suara pelan sambil menjelaskan padaku.


"Iya, itu pilihan kamu Edi, terus apa masalahmu?" tanyaku pada Edi


"El, kamu tahu kelakuannya seperti apa, sekarang dia pergi bersama pacarnya itu, yang katanya sudah putus, yang sempat memukuli dia itu, mereka pergi ke sebuah penginapan, dan mereka mengambil foto bersama.


Pacarnya mengambil foto Wanita itu sedang duduk ditempat tidur menggunakan handuk putih dan foto itu di kirimkan padaku, disertai tulisan " jemput aku dong sayang" hatiku hancur El, aku sudah ditipu oleh Wanita itu.


"El, aku mau kita balikkan lagi, aku janji aku akan setia, aku jani sama kamu El, atau kamu mau aku menemui kamu ditempat kerja kamu dan melamar kamu di depan semua orang?" tanya Edi padaku, sambil berharap bisa balikkan dengan aku.


"Maaf ya Edi, aku sudah bahagia sekarang dengan pacarku, walaupun kami LDR, tapi aku bahagia bersama dia." Jawabku pada Edi, kemudian mengakhiri teleponnya.


Setelah aku selesai telepon aku kembali ke ruangan untuk bekerja, saat aku melangkah masuk ke tempat dudukku tiba-tiba Nining memberitahu aku.


"El, ada titipan buat kamu." Ucap Nining padaku, sambil menyerahkan beberapa lembar kertas putih bertulisan padaku


"Terimakasih Ning." Jawabku sambil menerima kertas itu dan duduk di kursi dan membuka kertas itu


"Waduh, lumayan juga." Ucapku sambil menatap lembaran kertas berisi 25 butir soal yang siap untuk aku ketik


Aku mulai mengetik soal itu dan ketika selesai, aku Print beberapa lembar soal kemudian meletakkan lembar soal itu diatas meja kerjaku, kemudian aku pulang.


Hari ini aku tidak ada komunikasi dengan Thomi karena dia sudah memberitahu aku, hari ini dia sedang bekerja ke tempat yang tidak ada jaringan.


Aku tiba dirumah, setelah makan dan beristirahat aku dan Ibu nonton bersama sambil melipat pakaian yang sudah kering. Sore itu Kak Alen pulang dari kantor dan mengajakku pergi.

__ADS_1


"El, ikut aku, kita pergi beli martabak untuk Ibu." Kata Kak Alen padaku


"Iya Kak." Jawabku sambil melangkah ke kamar dan bersiap untuk pergi


"Ibu, sebentar ya, aku dan El, pergi membeli martabak." Kata Kak Alen pada Ibu


Kami berangkat menuju tempat tempat penjualan martabak, setibanya kami disana, Kak Alen yang menghampiri Penjualnya dan memesan sedangkan aku memilih berdiri didekat motor.


"Mas martabaknya satu." Kata Kak Alen pada Mas yang menjual martabak


"Iya Mbak, sebentar ya." Kata Mas penjual martabak pada Kak Alen


"Ini Mbak pesanannya." Ucap Mas Itu pada Kak Alen sambil menyerahkan kotak kecil berisi martabak


Setelah selesai kami, pulang kerumah dan Malam itu aku bermimpi bertemu dengan Thomi, aku melihat dengan jelas bentuk wajahnya, kulitnya berwarna cokelat, rambutnya ikal, hidungnya mancung.


Dalam mimpiku, aku dan Thomi sedang berada di sebuah rumah tingkat, dan kami sedang bercerita disana, pagi itu aku langsung menghubungi Thomi.


"Halo,Thomi?" Ucapku pada Thomi sambil berbaring di tempat tidur


"Iya Sayang, ada apa?" tanya Thomi padaku


"Semalam aku bermimpi ketemu kamu." Jawabku pada Thomi


"Yang benar saja Sayang?" tanya Thomi merasa heran


"Iya Sayang aku melihatmu dengan jelas." Jawabku sambil menjelaskan apa yang aku lihat di dalam mimpi


"Tuhan pertemukan kita lewat mimpi Sayang, jaga dirimu dengan baik sampai nanti kita ketemu." Kata Thomi padaku


"Iya Sayang, sudah dulu ya dah .... ." Jawabku singkat, kemudian mengakhiri teleponnya.


Next.....


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Selamat membaca semoga terhibur.


__ADS_2