JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 12. Pulang dan kembali ke tempat kerja


__ADS_3

Setelah aku selesai menjenguk Edi, dan sudah waktunya untuk aku kembali pulang ke desa.


"Edi, aku pamit pulang ya, jangan beritahu Ibumu, jika aku datang menjenguk kamu." Kataku pada Edi sambil melangkah menuju pintu keluar.


"Baiklah El, terima kasih kamu sudah datang jenguk aku." Ucap Edi dengan suara serak, sambil berbaring di sofa untuk nonton tv


"Oh iya, aku akan kembali kesini untuk mengambil semua barang milikku yang masih ada disini, karena sudah waktunya untuk aku meninggalkanmu, dan tak ada gunanya lagi barang- barang aku masih disini." Kataku pada Edi dengan suara pelan, sambil berdiri di dekat pintu keluar


"Iya El, kamu hati- hati dijalan ya." Ucap Edi padaku dengan suara serak sambil berbaring, Edi berusaha untuk melihat ke arah dimana aku berdiri.


"Aku jalan ya Edi." Ucapku pada Edi, kemudian berlalu dari rumah Edi


Saat aku keluar dari halaman rumah Edi, ada Tukang ojek yang lewat, kemudian berhenti di depanku dan menawarkan jasa untuk mengantar ku, aku menerima tawaran itu, dan tidak tunggu lama, 5 menit berlalu dan aku tiba di terminal kota. Setelah ojek itu berlalu, aku mendengar ada suara yang memanggil namaku.


"Hai El, El." Ucap Lita sambil melambaikan tangan padaku


"Hei, Lita apa kabar? aku cari- cari siapa yang memanggilku ternyata kamu ya," Ucapku sambil berjalan ke arah Lita dan bersalaman dengan Lita


"Ayo kita duduk dulu sambil cerita, tidak enak jika bercerita sambil berdiri nanti betis kamu mengeras loh hahaa.." Ucap Lita padaku sambil mengajakku duduk di halte untuk bercerita


"El, kamu makin langsing loh, beda saat masih kuliah dulu." Ucap Lita sambil menatapku berkali- kali dengan wajah heran


"Iya Lita, beginilah jika lagi banyak masalah, kepikiran dan berat badan turun." Jawabku pada Lita dengan suara pelan dan gugup.


"Masalahmu apa El?, siapa tahu aku bisa bantu kamu." Tanya Lita padaku dengan wajah serius


"Jangan disini, ayo kita ke warung makan biar kita ceritanya bebas, disini bnyak org." Jawabku pada Lita sambil mengajak Lita ke sebuah warung makan dekat terminal


Setelah kami tiba di warung itu, aku memilih meja yang masih kosong untuk kami duduk.


"Kamu mau makan apa Lit? biar aku pesan" tanyaku pada Lita sambil berdiri


"Aku mie ayam sama sirup lemon." Jawab Lita padaku sambil membaca pesan teks di hpnya


"Baiklah." Jawabku pada Lita, kemudian melangkah menuju ke tempat pemesanan untuk memesan makanan.


Selesai pesan makanan, aku kembali ke meja dan bertemu Lita yang sedang duduk, dan kami mulai bercerita.

__ADS_1


"El, lalu apa masalahmu?" tanya Lita padaku dengan wajah serius


"Begini Lita, aku baru saja putus dengan Edi seminggu yang lalu Lit, dia tidak setia sama aku." Jawabku pada Lita dengan wajah sedih


"Oh. padahal hubungan kalian sudah cukup lama ya El?" tanya Lita balik padaku sambil menatapku


"Iya Lit, mungkin kita belum berjodoh Lit." Jawabku pada Lita dengan senyuman


"Permisi ini pesanannya Kak, silahkan." kata seorang Ibu pelayan warung pada kami, sambil meletakkan dua mangkuk mie ayam dan dua gelas sirup


"Terimakasih Buk." Jawab kami serempak, kemudian tersenyum bersama


"Iya El, jangan dipaksakan nanti kedepan tidak akan baik." Ucap Lita padaku sambil meracik mienya untuk di makan.


Setelah selesai makan, kami kembali ke terminal, dan bersiap untuk pulang dengan angkot dari desa masing- masing.


"El, terimakasih ya, sudah traktir aku makan." Kata Lita sambil berjalan menuju angkot tujuan desanya.


"Iya sama-sama Lit, sampai jumpa." Jawabku pada Lita lalu berjalan menuju angkot dari desaku sambil melambaikan tangan.


Setelah penumpang semua sudah siap di dalam angkot dan angkot berangkat meninggalkan terminal.


Baru aku tahu cinta itu apa ?setelah kau tinggalkan aku, baru aku tahu sakit itu apa? setelah kau duakan aku."


Lagu ini membuatku larut dalam kesedihan hingga aku tertidur sambil menutup wajahku dengan jaket, agar tidak dilihat orang jika aku menangis.


Saat aku terbangun, angkot hampir tiba di desaku. Beberapa menit telah berlalu dan mobil berhenti tepat di depan rumahku, aku turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


"Sudah pulang ya?" tanya Ayahku yang sedang nonton tv diruang keluarga.


"Iya, Ayah. Benar Edi sedang sakit saat aku tiba dirumahnya Edi sedang berbaring lemah di sofa, dan aku temani dia bercerita juga membuatnya sarapan." Jawabku pada Ayahku, kemudian aku meneruskan langkahku ke kamar, untuk beristirahat.


"Ayah besok aku akan kembali ke Buru, aku sudah cek jadwal kapalnya." teriakku dari dalam kamar sambil merapihkan beberapa barang yang akan aku bawa.


"Baiklah, jangan lama- lama karena pekerjaan kamu di sekolah jangan sampai terbengkalai." Jawab Ayah padaku, sambil nonton tv.


Pagi itu aku bersiap untuk berangkat ke kota Ambon dan akan melanjutkan perjalanan ke pulau Buru.

__ADS_1


"El kamu dimana?" tanya Edi padaku melalui via sms.


"Aku dalam perjalanan ke kota Ambon Edi, kenapa?" tanyaku balik pada Edi.


"Oh iya, aku kangen kamu." Balas Edi padaku.


"Simpan saja rasa kangen kamu untuk pacar baru kamu, jangan padaku!" balasku pada Edi.


Setiap kali aku mendengar lagu sedih, pasti aku menangis mengingat semua yang terjadi padaku saat ini. Namum aku berusaha tegar.


"Dek, ojek? Tanya seorang Bapak yang menawarkan jasa ojek padaku, sambil duduk di motornya.


"Iya Pak. Tolong antar aku ke pelabuhan ya." Ucapku pada Bapak yang akan mengendarai motornya.


"Ok, baik Dek." Jawab Bapak itu padaku dengan suara pelan.


Kali ini aku mampir di sebuah Loket untuk membeli tiket kapal, setelah membayar ojek itu.


"Permisi Buk, mau beli tiket." Ucapku pada Seorang Ibu yang sedang duduk di Loket penjualan tiket.


"Iya, untuk berapa orang? dan tunjukkan KTP anda" Tanya Ibu itu dan juga memintaku untuk menunjukkan KTP milikku.


"Baik Buk, ini KTP, juga aku memberikan dua lembar uang pecahan seratus ribu." Jawabku pada Ibu tersebut.


Setelah di catat Nik KTP aku kemudian,


"Ini tiket anda dan juga KTP, terimakasih." Jawab Ibu tersebut sambil menyerahkan tiket dan KTP milikku.


Aku berlalu dari loket dan berjalan menuju kapal yang sebentar lagi akan berangka, setelah tiba dalam kapal,


"Hai Ibu, mau berangkat juga?" tanya salah satu Siswa sekolah dasar yang sedang duduk di tempat tidurnya.


"Iya Nisa." Jawabku singkat pada Nisa, kemudian lanjut berjalan mencari nomor tempat tidur aku yang tertera di tiket.


Butuh waktu satu malam agar tiba di Buru, aku menikmati perjalananku dan melupakan kesedihanku, pagi itu setelah turun dari kapal aku di jemput oleh Kak Alen.


"Dek, kamu sudah tiba ya?" tanya Kak Alen padaku melalui via sms.

__ADS_1


"Iya, sekarang sedang di ruang tunggu." Balasku pada Kak Alen sambil duduk diruang tunggu.


"Aku ke pelabuhan sekarang" balas Kak Alen padaku.


__ADS_2