
Dalam setiap rumah tangga baru pasti temui masalah ekonomi, keuangan itu pasti, tapi Ela dan Thomi punya cara tersendiri untuk mengatasinya.
Sore itu kami sedang duduk bersama di teras depan, aku memandang Thomi yang duduk diam, sepertinya ada yang dia pikirkan. Karena penasaran dengan apa yang sedang dia pikirkan, aku bertanya padanya.
"Thom, kamu lagi apa?"tanyaku pada Thomi dengan suara pelan.
"Aku nggak apa-apa Sayang."Jawab Thomi padaku dengan suara pelan.
"Aku tahu, kamu pasti sedang memikirkan apa yang sedang kita alami kan. "kataku pada Thomi dengan suara pelan.
"Sayang, aku harap kamu bisa mengerti ya, keadaan kita sekarang ini."Kata Thomi padaku.
"Aku mengerti Thom, aku tidak takut apapun karena tidak punya uang, aku percaya kamu mampu menyelesaikan masalah ini, lagian bentar lagi kamu gajian, kenapa kamu kepikiran Thom?" Jawabku pada Thomi kemudian balik bertanya.
"Iya Sayang, tapi setidaknya kamu masih bisa punya uang saku lima puluh ribu atau seratus ribu, untuk berjaga-jaga jika kamu ingin makan sesuatu kan bisa dibeli."Kata Thomi padaku.
"Aman Thom, aku bukan tipe cewek yang suka jajan, lagian aku nggak pengen apa-apa kok, jadi kamu ngga usah takut."Kataku pada Thomi.
"Iya Sayang, terimakasih atas pengertianmu untuk aku." Kata Thomi padaku.
"Iya Thom, ayo kita masuk ke dalam, aku sudah mengantuk."Jawabku pada Thomi kemudian mengajak Thomi masuk.
Malam itu sebelum tidur aku berdoa meminta agar diberikan kemudahan dan diberikan kecukupan bagi kami.
Pagi itu jam menunjukkan pukul 05:00, Thomi sudah harus kembali ke kota untuk bekerja, sedangkan aku tetap tinggal bersama orangtuaku.
"Sayang aku pamit ya."Kata Thomi padaku sebelum berangkat.
"Iya Thom, hati-hati di jalan." Kataku
"Ayah dan ibu masih tidur?"tanya Thomi padaku.
"Iya Thom."Jawabku singkat.
Setelah Thomi berangkat aku kembali ke kamar, dan lanjut tidur lagi, karena masih mengantuk.
Aku tidak bisa tidur aku memikirkan cara untuk membantu Thomi mendapatkan uang.
Hari mulai terang, aku bangun jam 8 pagi, aku beranikan diri untuk meminjamkan uang dari Ibuku, sebagai modal untuk aku jualan, walaupun dalam keadaan hamil, tapi aku ingin membuat sesuatu yang menghasilkan uang.
"Buk, aku boleh pinjam uang."Kataku pada Ibuku.
"Kamu ada perlu apa Ela?"tanya Ibu padaku
"Aku mau jualan Buk."Jawabku pada Ibu.
"Jualan apa?"tanya Ibu.
"Jualan kue Buk."Jawabku.
"Oh, Ibu kira kamu pinjam uang buat kemana gitu."Jawab Ibu padaku.
Setelah mendengar maksud aku meminjam uang, Ibu memberiku selembar uang bernilai seratus ribu rupiah.
__ADS_1
"Ini Ela, Ibu cuma punya uang segini, cukup nggak?"kata Ibu sambil menyerahkan uang itu padaku.
"Cukup Buk, terimakasih ya."Jawabku pada Ibu, kemudian bergegas.
Dengan penuh semangat aku bersiap dan berjalan menuju warung untuk membeli bahan-bahan kue, yang sudah aku pikirkan.
Setelah aku tiba dirumah, aku bergegas untuk membuat adonan kue karena kuenya akan di jual sore nanti. Satu persatu bahan dicampurkan ke dalam loyang, kemudian aku menguleni adonan tersebut hingga khalis, setelah itu adonan di tutup.
Hari mulai siang, dan Ibuku bertanya padaku kue apa yang ku buat untuk dijual.
"Ela, kamu jualan apa sore ini?"tanya Ibu padaku.
"Aku buatkan donat Buk."Jawabku singkat.
"Oh iya, buruan karena pembeli biasanya datang pada jam 3 sore nanti."Kata Ibu padaku.
"Iya Buk."Jawabku singkat.
Setelah satu jam aku kembali mengecek adonan kue, ternyata adonannya sudah siap untuk di goreng, aku mulai membentuk adonan tersebut, dan mendiamkan selama beberapa menit setelah itu di goreng.
"Ela, biar ibu bantu ya."kata Ibu padaku.
"Iya Buk."Jawabku singkat.
"Ibu bantu aku menggoreng ya."Kataku pada Ibuku.
"Iya ."Jawab Ibu singkat, kemudian bergegas.
Dengan cepat aku membentuk adonan, dan Ibuku mulai menggoreng, sambil menunggu donatnya selesai di goreng aku menyiapkan topingnya.
"Iya Buk."Jawabku singkat.
Dengan cepat aku melakukan semua saran yang diberikan oleh Ibuku. Akhirnya selesai juga, sekarang sudah siap donat meses coklat dan warna, aku langsung menjualnya di depan rumah.
Setelah aku duduk beberapa menit di depan datanglah pembeli.
"Kak, beli kue."kata pembeli.
"Iya silahkan."Kataku pada pembeli.
"Aku mau donat meses coklat 5+meses warna 5 juga."Kata pembeli padaku.
"Baiklah, sebentar ya biar aku bungkuskan pesanan kamu".Jawabku kemudian bergegas.
"Ini pesanan kamu," Kataku pada pembeli.
"Iya terimakasih Kak."Jawab pembeli kemudian bergegas.
Pembeli itu kemudian berlalu dari pandanganku, aku berjalan menuju dapur untuk mengecek Ibuku, yang sedang menggoreng di dapur, ternyata semua sudah selesai di goreng dan sementara dalam proses pendinginan.
"Buk, kue di depan tersisa 10."Kataku pada Ibuku.
"Ini sudah selesai, tinggal di eri toping."Kata Ibu padaku.
__ADS_1
"Iya Buk, terimakasih ya Buk, sudah membantu aku."Kataku pada Ibuku.
Dengan cepat aku mengolesi donat-donat itu, dan memberi toping diatasnya, kemudian aku kembali ke depan untuk berjualan.
Kali ini ada pamanku yang datang menuju tempat jualanku.
"Halo paman apa kabar?"Kataku pada Pamanku.
"Baik Ela, kamu jualan apa??"Jawab paman, kemudian bertanya sambil melirik jualanku.
"Aku menjual kue donat paman."Jawabku pada paman.
"Baiklah bungkuskan paman 40 ya."Kata Paman padaku.
"Banyak bangat Paman, dirumah ada acara apa?"tanyaku pada Pamanku, sambil menyiapkan pesanannya.
"Nanti malam ada syukuran dirumah."Jawab paman padaku.
"Baiklah Paman, ini donatnya sudah siap." Kayaku pada Paman sambil menyerahkan sekantong plastik berisi donat.
"Terimakasih Ela."Kata paman padaku sambil membayar donatnya.
"Sama-sama paman, jika besok ada perlu kue datang saja kesini."Kataku pada Paman.
"Aku jalan ya Ela."Kata paman padaku.
"Iya Paman, hati -hati dijalan.
Hari ini jualanku terjual semua, besok aku akan jualan lagi, agar pembeli tahu aku setiap hari jualan.
"Sudah terjual semua Ela?"tanya Ibu padaku, saat melihat aku beres-beres tempat jualanku.
"Iya Buk, semua terjual habis."Jawabku.
Setelah selesai beres-beres tempat jualanku, aku duduk di teras depan, dan aku memberitahukan Thomi kalau aku jualan.
✉️"Thom, kamu sudah pulang?"tanyaku pada Thomi dalam pesan yang dikirim.
✉️"Sudah Sayang, aman?"Balas Thomi padaku, kemudian bertanya.
✉️" Aman Thom, aku baru selesai jualan."Balasku pada Thomi.
✉️"Kamu jualan, jual apa, dapat uang darimana Sayang?"tanya Thomi padaku dalam pesan.
✉️"Aku jualan kue Thom, tadi aku pinjam uang dari Ibuku."Balasku pada Thomi.
✉️"Syukurlah, kamu jangan capek-capek Sayang, jangan lupa beristirahat ya."Balas Thomi padaku.
✉️"Iya Thom."Balasku singkat.
Next>>>>>>>>>>
Mohon dukungannya.
__ADS_1
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️