
Lelaki yang bijak dan bertanggung jawab terhadap wanita yang dicintainya dia akan melakukan apapun, bahkan datangi rumah orangtuanya.
Setelah dua jam perjalanan dari pelabuhan, kami kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat di sebuah pantai sambil menikmati bekal yang kami bawa.
"Sayang, nanti didepan kita berhenti sebentar untuk beristirahat, soalnya aku capek."Kata Thomi padaku sebelum berhenti.
"Iya Thom, aku juga sangat capek." Kataku pada Thomi.
Kemudian Thomi membelokkan motornya ke arah tepi jalan, aku turun dan memilih tempat duduk di talut yang membentang di pinggiran pantai.
Lalu kami menikmati cemilan yang kami bawa sambil beristirahat dan membuat rencana.
"Capek juga aku, kelamaan duduk." Ucapku sambil berjalan menuju talut.
"Sayang, kita duduk sebentar disini ya, aku capek banget."Kata Thomi padaku sambil duduk.
"Iya Thom, lagian jarak ke desaku sudah dekat kok." Jawabku pada Thomi.
Sambil bercerita tidak lupa aku mengeluarkan cemilan yang ada di dalam tasku, untuk kami makan sambil beristirahat.
"Thom, ayo makan."Ucapku pada Thomi.
"Iya Sayang, kebetulan aku sedang lapar."Jawab Thomi padaku.
"Thom, kamu ngga apa-apa kan mampir ke rumah aku?"tanyaku pada Thomi.
"Ngga apa-apa Sayang, kamu takut dimarahi orang tuamu?" Jawab Thomi, kemudian balik bertanya padaku.
"Ngga juga Thom." Jawabku.
"Tenang saja Sayang kita datang ke rumah bukan karena kita bersalah kok." Kata Thomi padaku.
__ADS_1
"Iya Thom."Jawabku singkat, kemudian terdiam.
Setelah hampir satu jam lamanya kami beristirahat, dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke desaku.
"Sayang ayo siap-siap kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Thomi padaku, sambil berdiri.
"Iya Thom." Jawabku singkat, kemudian berkemas, dan memakai helem.
"Ayo Sayang." Kata Thomi padaku.
"Iya Thom." Jawabku singkat sambil berjalan mendekati motor.
Kami mulai melakukan perjalanan menuju desaku, 15 menit berlalu dan kami pun tiba di depan rumahku, terlihat dari luar kondisi rumahku masih tetap sama seperti sejak aku pergi, tidak ada yang berubah.
"Selamat sore." Ucapku saat berada di teras depan.
"Siapa?" tanya suara seseorang yang tidak lain adalah Ayahku.
"Bagaimana? kalian baru tiba?"tanya Ayahku padaku.
"Iya Ayah." Jawabku singkat.
"Selamat sore Pak." Ucap Thomi pada Ayahku, sambil berjabat tangan.
"Selamat sore juga Nak, ayo masuk jangan diluar saja." Kata Ayahku mengajak kami masuk ke dalam.
"Iya Ayah." Jawabku singkat, kemudian melangkah masuk menuju kamar aku.
Saat aku masuk ke kamar, dan selesai ganti baju, aku temui Thomi dan Ayahku yang masih bercerita di teras depan.
Rupanya mereka sedang asyik bercerita, "syukurlah semoga Thomi mulai terbiasa." Ucapku dalam hati.
__ADS_1
Aku memutuskan untuk ke dapur dan buatkan minuman hangat untuk aku dan Thomi, sebelum Ayah memintaku untuk membuatnya.
"Nak, apakah dia yang namanya Thomi, orang yang selama ini kamu ceritakan?"tanya Ibu padaku, saat bertemu di dapur.
"Iya Ibu, dia yang namanya Thomi." Jawabku.
"Kamu mau ngapain Nak?"tanya Ibu padaku.
"Aku akan buatkan minuman hangat untuk kami."Jawabku pada Ibu.
"Oh iya, kasian dia tampak kelelahan." Kata Ibu padaku.
"Iya Ibu." Jawabku singkat.
Setelah aku selesai buatkan minuman hangat, aku melangkah menuju teras depan, dan mengajak Thomi untuk minum teh.
"Thom, minum dulu sebentar agar tidak masuk angin." Kataku pada Thomi.
"Ayah ayo minum teh."Ucapku pada Ayahku.
"Nggak Nak, Ayah akan kebelakang selesaikan pekerjaan Ayah, kalian lanjutkan saja." Jawab Ayah pada kami.
"Iya Ayah."Jawabku singkat.
Next>>>>>>>>>>
Mohon dukungannya.
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️
__ADS_1