JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
60. Bahagia


__ADS_3

Suatu kebahagiaan besar terpancar dari wajah Thomi dan Ela atas kehamilan Ela.


Setelah mengetahui kehamilan Ela, Thomi lebih sering menemani Ela kemanapun dia pergi, karena rasa khawatir dengan keadaannya sebagai ibu muda, Ela masih perlu belajar banyak.


Pagi itu Thomi sedang tidur nyenyak, diam-diam aku bergegas bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur untuk melakukan pekerjaan di dapur membantu ibuku


" Buk ada yang bisa ku bantu?"tanya aku pada Ibuku


"Kamu bantu Ibu mencuci piring ya." Jawab Ibu padaku.


"Baiklah Buk."Jawab aku, kemudian bergegas ke tempat cuci piring.


Setelah selesai mencuci piring aku kembali ke kamar dan mengecek apakah Thomi sudah bangun atau belum, dan ternyata Thomi sudah bangun dan mencari aku.


"Hei Thom, kamu sudah bangun.Kqtaku pada Thomi dengan suara pelan.


"Iya Sayang, aku bangun karena kamu tidak ada di sampingku."Jawab Thomi padaku, kemudian memegang tanganku.


"Lebay Thom."Jawabku.


"Tangan kamu dingin Sayang."Kata Thomi padaku.


"Iya aku baru selesai cuci piring."Jawabku pada Thomi.


"Sayang pagi-pagi kok sudah kena air dingin, kasihan calon anak kita kedinginan nanti."Kata Thomi padaku dengan wajah serius.


"Thom, kamu berlebihan, calon anak kita kan masih kecil juga."Kataku pada Thomi.

__ADS_1


"Iya Sayang, pokoknya kamu harus hati-hati ya."Kata Thomi padaku.


"Thom, cucian aku menumpuk di belakang."Kataku pada Thomi.


" Iya Sayang, biarkan saja, nanti aku yang nyuci."Kata Thomi padaku.


"Ngga apa-apa?"tanyaku pada Thomi.


"Iya Sayang aku bisa, aku sudah biasa nyuci sendiri kok."Jawab Thomi padaku.


Setelah selesai berbincang kami ke dapur untuk sarapan bersama, dan setelah itu Thomi langsung bergegas ke tempat pencucian pakaian untuk mencuci pakaianku.


"Sayang, lebih baik kamu mandi setelah itu baru kamu kembali ke sini temani aku nyuci."Kata Thomi padaku.


"Baiklah Thom." Jawabku, kemudian bergegas untuk mandi.


Thomi memang tidak bisa diragukan lagi, soal urusan masak, nyuci dan merapihkan rumah, aku sangat beruntung bertemu dengan dia. Setiap hari jika dia datang temui aku, segala pekerjaanku selalu dikerjakan oleh dia.


"Thom, terimakasih ya, kamu sangat sabar, baik dan penuh perhatian, tidak ada lelaki yang mau melakukan pekerjaan seperti ini, kecuali istri mereka sedang sakit."Kataku pada Thomi yang sedang membilas pakaian.


"Sayang, jangan bicara seperti itu, setiap orang dengan cara mereka sendiri, untuk bahagiakan istri mereka."Kata Thomi padaku.


"Aku beruntung mendapatkan lelaki seperti kamu."Kataku pada Thomi.


Setelah selesai menjemur pakaian, kami memilih duduk di teras depan sambil makan kelapa mudah.


" Thom, cuaca hari ini panas ya."Kataku pada Thomi.

__ADS_1


"Iya Sayang, kamu mau minum apa?"tanya Thomi padaku.


" Aku suka pertanyaan seperti itu Thom."Kataku pada Thomi sambil tertawa pelan.


" Katakan saja Sayang kamu mau minum apa, nanti aku belikan untukmu."Kata Thomi padaku.


"Nggak usah repot thom, ada kelapa mudah di samping rumah tolong ambilkan satu untuk aku ya." Kataku pada Thomi.


"Baiklah Sayang, akan aku ambilkan untukmu."Kata Thomi padaku, kemudian bergegas.


Setelah selesai minum air kelapa mudah, aku merasa lega, dan tidak ingin untuk makan isi kelapanya lagi.


"Sayang kenapa isi kelapanya nggak di makan?"tanya Thomi padaku.


"Sudah kenyang Thom, aku nggak ingin."Jawabku pada Thomi.


"Yakin?"tanya Thomi padaku.


"Iya Thom.


"Lelaki yang tulus mencintai kita, dia akan selalu menjaga, dan melalukan apapun yang kita mau, aku sangat bersyukur mendapatkan Thomi."Kataku dalam hati sambil tersenyum memandang Thomi yang sedang asyik makan kelapa muda.


Next>>>>>>>>>>


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan dari teman-teman sekalian


ikuti terus ceritanya ya dan jangan bosan❤️❤️


__ADS_2