
Terkadang situasi kita dapat di manfaatkan oleh orang lain, jika kita tidak berhati-hati.
Dalam hal pergaulan dan memilih teman, aku sangat berhati-hati, apalagi orang yang baru di kenal. Saat ini aku mencoba mendaftar untuk mengikuti salah satu tes CPNS ( calon pegawai negeri sipil) yang dibuka di setiap kabupaten, aku dan Thomi sepakat untuk mendaftarkan diri mengikuti tes ini di tempat kami masing-masing.
"El, aku daftar kamu ya untuk ikut tes CPNS." Kata Thomi dalam sms yang dikirimkan padaku.
"Iya Thom, kebetulan aku belum begitu paham tentang daftar online, dan disini Rental agak susah hanya satu, jadi pake antrian." Balasku pada Thomi, dengan sangat senang.
"Nanti kamu ke Rental untuk scan Ijazah, KTP, Transkip, dan lain-lain yang termasuk dalam persyaratan." Balas Thomi padaku.
"Iya Sayang," balasku singkat.
Setelah aku selesai mengirimkan File yang diminta oleh Thomi, aku tidak terlalu sibuk soal mendaftar, hanya fokus bekerja.
Pagi ini aku tiba di sekolah dan terdengar ada perbincangan tentang pendaftaran tes CPNS yang dibuka, aku hanya mendengar, dan diam.
"El, kamu tidak mendaftar untuk mengikuti tes CPNS?" tanya Ibu Hanif padaku, sambil memandang ke arahku.
"Sudah dibuka Bu?" tanyaku balik pada Ibu Hanif sambil berdiri dekat meja piket.
"Sudah El, besok aku akan mendaftar." Kata Ibu Hanif padaku, sambil melangkah masuk ke ruangan guru.
"Oh iya, terimakasih Ibu atas infonya." Ucapku pada Ibu Hanif, sambil melangkah menuju meja kerjaku.
Hari ini aku banyak pekerjaan karena ada beberapa orang Guru yang sudah menitipkan soal ulangan mereka di atas meja kerjaku.
Memang ada Jose juga yang punya tugas untuk mengetik soal-soal itu, tapi kata mereka aku lebih cepat dan mereka sangat senang jika soal mereka di ketik dan diprint terlebih dahulu.
Kak Niar adalah Guru honor juga, bersama dengan aku, Kak Niar sudah mahir dalam mengetik soal, tapi kadang Kak Niar tidak mau.
"Selamat pagi El, sibuk ya?" tanya Kak Niar padaku, sambil berdiri dibelakang aku.
"Iya Kak, soal ulangan menumpuk." Jawabku pada Kak Niar, sambil mengetik.
"El, kamu sudah mendaftar untuk mengikuti tes?" tanya Kak Niar padaku, sambil duduk disamping aku.
"Belum Kak, Kak Niar duluan saja, nanti aku menyusul." Jawabku pada Kak Niar.
"Ayo daftar El, biar kita sama-sama." Kata Kak Niar padaku.
"Iya Kak, nanti aku daftar, tapi sekarang aku fokus ke soal-soal ini dulu Kak." Jawabku pada Kak Niar sambil mengetik soal.
Setelah aku selesai mengetik soal ulangan tiga mata pelajaran, aku merasa kelelahan dan memilih untuk beristirahat, sambil menuggu Jose datang.
Terdengar bunyi motor Jose masuk ke halaman sekolah, aku kembali mengecek soal yang sudah aku ketik jangan sampai ada kata yang salah.
__ADS_1
"Siang El, banyak kerjaan ya?" tanya Jose padaku sambil berjalan menuju meja kerjanya yang berada dekatku.
"Iya, banyak sekali, tapi ini bagian kamu ya, aku mau pulang, sudah lapar aku." Jawabku pada Jose.
"Jangan pulang dulu El, bantu aku dong, aku ada bawa biskuit untuk kamu." Kata Jose, sambil meletakkan biskuit di mejaku
"Terimakasih Jo, tapi aku tidak bisa terlalu lama, aku sangat lapar Jo." Kataku pada Jose sambil menikmati biskuit yang dia berikan
"Jo, aku pulang duluan ya." Kataku pada Jose sambil merapihkan meja kerjaku kemudian meninggalkan ruangan dan pulang ke rumah
Malam itu aku menelpon Thomi, dan menanyakan apa saja kelengkapan yang harus aku siapkan untuk dibawa ke tempat pengecekan berkas. Rencananya besok pagi aku akan ke kantor tempat pengecekan berkas.
"Halo Thom, lagi ngapain, sibuk nggak?" tanyaku pada Thomi dengan cepat
"Hei, satu-satu Sayang pertanyaannya, coba kamu ulang sekali lagi." Jawab Thomi padaku dan memintaku mengulang pertanyaan aku padanya
"Kamu lagi ngapain, sibuk nggak?" ucapku mengulang pertanyaan aku pada Thomi
"Oh, tidak Sayang. Ada yang bisa dibantu?" jawab Thomi, kemudian kembali bertanya padaku
"Begini Thom, aku mau tanya, berkas apa saja yang harus aku bawa ke kantor tempat pemeriksaan berkas?" tanyaku pada Thomi.
"Yang harus di bawa, Ijazah terakhir, transkip nilai, KTP, dan lain-lain." Jawab Thomi padaku.
Pagi itu aku tiba disekolah, aku duduk dimeja piket sambil menunggu Kak Niar untuk kami berangkat bersama, akhirnya Kak Niar tiba disekolah dan kami bersiap untuk ke kantor bersama.
Sebelum kami berangkat Kak Niar lupa mencetak fotonya, sehingga Kak Niar harus ke ruangan guru untuk mencetak fotonya, sedangkan aku menunggu Kak Niar diluar sambil duduk.
"Selamat pagi El, maaf menunggu lama." Ucap Kak Niar padaku, sambil berjalan menuju meja piket.
"Ngga apa-apa Kak." Jawabku singkat.
"Kita berangkat sekarang Kak?" tanyaku pada Kak Niar.
"Sebentar El, aku mencetak fotoku dulu, baru kita berangkat." Jawab Kak Niar sambil melangkah masuk ke ruangan guru menuju meja kerja Jose.
"Yah sudah aku tunggu Kakak ya." Ucapku pada Kak Niar, sambil duduk di meja piket.
Akhirnya kami berangkat juga ke kantor tempat pemeriksaan berkas, aku dan Kak Niar menggunakan ojek agar tiba disana.
Lima menit berlalu dan kami telah tiba, aku dan Kak Niar masuk dan mencari ruangan tempat pemeriksaan berkas, setelah kami tiba didepan pintu, terlihat banyak sekali orang yang antri disana, aku dan Kak Niar juga ikut mengambil nomor antrian.
"El, kita duduk dulu sebentar Kakak capek." Ucap Kak Niar padaku sambil duduk dan mengatur nafas.
"Iya Kak tidak masalah, tapi lebih baik aku ambilkan nomor antrian kita terlebih dahulu." Jawabku pada Kak Niar, sambil duduk, juga memberi saran padanya.
__ADS_1
"Iya El, kamu benar ayo kita ambil." Jawab Kak Niar, kemudian melangkah menuju kotak nomor antrian.
Saat aku dan Kak Niar kembali ke tempat duduk kami semula, tiba-tiba datanglah empat orang cowok, salah satunya aku kenal, namanya Olan, kita berasal dari Pulau yang sama dan desa yang sama, dia datang bersama teman-temannya untuk ikut tes.
"Hai El, kamu disini juga." Ucap Olan saat melihatku, dan membuat beberapa temannya bingung
"Hai Olan, kamu disini juga?" tanyaku pada Olan
"Iya, kamu apa kabar?" tanya Olan padaku sambil berjabat tangan denganku.
"Baik Olan." Jawabku singkat
"Oh iya El, kenalkan ini teman-temanku." Kata Olan sambil menunjukkan aku pada teman-temannya
"Hai, aku El." Ucapku pada mereka sambil berjabat tangan.
Semua teman-teman Olan ganteng, tapi diantara mereka semua yang aku ingat namanya hanya satu orang karena dia yang sempat minta no hpku, namanya Hendra.
Aku dan Kak Niar sudah selesai pengurusan pemeriksaan berkas dan kami akan pulang, tapi Olan dan teman-temannya meminta kami untuk tahan sebentar karena Olan ingin mampir dirumah Kak Alen.
"Hai, El, boleh aku minta nomor hp kamu?" tanya Hendra padaku, sambil mengeluarkan hpnya.
"Oh iya boleh." Jawabku singkat kemudian menukar nomor dengan Hendra.
"Nanti kalau aku ada perlu sesuatu aku telpon kamu ya El." Ucap Hendra padaku sambil berjalan pulang.
Komunikasi antara aku dan Hendra berjalan sangat baik selama beberapa hari, setelah dia meminta nomor hpku. Aku tidak menyangka jika Hendra akan mengatakan itu padaku melalui sms, padahal sejak awal aku melihat dia, aku berkata dalam hati " Seandainya cowok ini nembak aku, bakalan aku tolak."
"Hai El, sudah tidur ya?" tanya Hendra padaku lewat sms
"Belum, ada apa Hendra?" Balasku pada Hendra
"Maaf sebelumnya El, apa kamu mau pacaran sama aku?" tanya Hendra padaku, melalui sms
" Ha .... ha ... Maaf Hendra tapi aku sudah punya pacar, dan dia yang selalu memberiku semangat setiap hari." Balasku pada Hendra, sambil tertawa merasa lucu.
"Oh iya, maaf El." Balas Hendra singkat.
"Iya ngga apa-apa." Balasku.
Next .....
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote, berarti kalian sudah mendukung karyaku.
Terimakasih bagi yang sudah memberi dukungan untuk author.❤️❤️❤️❤️
__ADS_1