JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 48. Marah


__ADS_3

Dalam sebuah hubungan pasti ada yang membuat kamu sedih dan juga marah, entah itu sikap atau tutur kata, tapi segala sesuatu harus di hadapi dengan sabar dan tenang.


"Sayang kamu hati-hati dijalan ya, aku menyayangimu."Kata Thomi dalam pesan.


"Lupakan." Balasku


"Jangan gitu dong Sayang."Balas Thomi.


"Cukup ya, kali ini kamu membuat aku menangis lagi."Balasku pada Thomi.


Thomi semakin merasa bersalah, karena kepulangan aku ke desa, dia takut jika nanti orangtuaku berpikir aku tidak diterima oleh orangtuanya.


Berulang kali dia mengirimkan pesan padaku, dan memintaku agar tidak pulang ke desa, tapi tekad aku sudah bulat untuk pulang.


Beginilah caraku melampiaskan emosiku yang tertahan, aku hanya bisa menangis, dan sesekali mengirimkan pesan pada Thomi yang membuatnya gelisah.


"Thom, kenapa ya, Ibumu seperti itu, aku kecewa tahu." Kataku dalam pesan yang dikirim pada Thomi.


"Sayang, Ibu ngga marah kok, Ibu hanya tidak ingin tetangga membuat gosip tentang aku dan kamu."Balas Thomi padaku.


"Tapi caranya itu loh, bikin aku sedih dan kecewa."Balasku


"Iya Sayang, aku minta maaf ya."Balas Thomi padaku.


"Iya Thom, aku ngga marah, hanya sedih dan kecewa."Balasku.


"Iya Sayang kamu hati-hati di jalan, akhir pekan aku akan temui kamu di rumah kamu." Balas Thomi padaku.


"Iya Thom."Balasku.


Dua jam telah berlalu dan setelah lewati jalan dari kota ke desa membuatku sangat kelelahan, setibanya aku dirumah, aku langsung menuju ke kamar dan beristirahat, kemudian menghubungi Thomi.

__ADS_1


Saat ini suasana rumah sepi, orangtua dan Adik-adikku sedang tidak dirumah, mereka pergi ke kebun.


"Tut ...Tut ... Tut ...." Terdengar teleponnya tersambung, aku menunggu jawabannya.


"Halo, Sayang, gimana, sudah dirumah?"tanya Thomi padaku setelah menjawab telepon dariku.


"Iya Thom, aku sudah tiba dirumah." Jawabku pada Thomi.


"Syukurlah, aku lega mendengarnya."Jawab Thomi padaku.


"Iya."Jawabku singkat.


"Sudah dulu ya Thom, aku mau istirahat." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang, selamat beristirahat, jangan marah-marah lagi."Jawab Thomi padaku.


"Iya Thom, dah ... ." Jawabku kemudian mengakhiri teleponnya.


Semua rasa kecewa dan marah hilang begitu saja, karena sifat Thomi yang selalu mengalah dan menghibur, juga bercanda. Setiap ada kata yang membuatku marah, atau kecewa, dia selalu mencari cara untuk menghibur aku.


"Thom, sebentar sore kamu datang kesini kan?"tanyaku pada Thomi dalam pesan yang aku kirim.


"Iya Sayang, ada apa?" Balas Thomi padaku dengan sebuah pertanyaan.


"Ngga Thom, ngga ada apa-apa." Balasku pada Thomi.


"Oh iya Sayang, jangan lupa beritahu aku apa saja yang kamu butuhkan, nanti aku yang beli." Balas Thomi padaku.


"Iya Thom."Balasku singkat.


Hari semakin siang, aku belum sempat mengirimkan pesan untuk Thomi, soal barang-barang yang akan dibeli, aku memasak sambil menunggu kedatangan atau info dari Thomi.

__ADS_1


Aku semakin gelisah, karena tidak ada tanda-tanda jika dia akan datang, setelah selesai mandi aku duduk di teras depan sambil menunggu, hari mulai gelap belum juga ada tanda-tanda kedatangannya, aku memutuskan untuk mengirimkan beberapa pesan padanya.


"Thom, kamu jadi datang ngga sih?" tanyaku dalam pesan yang dikirim pada Thomi.


"Kalau ngga jadi datang beritahu aku dong, aku nunggu kamu dari tadi." Kataku dalam pesan.


Setelah pesan dikirim belum juga ada balasan darinya, sekarang sudah jam delapan malam, aku memutuskan untuk tidur, karena tidak mungkin lagi jika dia akan datang.


Sebelum aku tertidur Thomi menelpon aku dan meminta maaf padaku.


Tut .... Tut....


"Halo, ada apa?"tanyaku pada Thomi saat menjawab telepon darinya.


"Kamu nih gimana sih, sudah janji kok, ngga ditepati." Kataku pada Thomi.


"Maaf Sayang, aku masih di kantor, hari ini ada lembur, nanti besok siang aku akan temui kamu." Kata Thomi padaku.


"Ngga usah Thom." Jawabku.


"Jangan ngambek kaya gitu dong Sayang."Kata Thomi berusaha membujuk aku.


"Nanti besok, aku belikan mie ayam kesukaan kamu." Kata Thomi.


"Terserah, aku ngantuk mau tidur." Kataku, dengan kesal.


"Iya sudah, selamat tidur Sayang." Kata Thomi padaku.


Next>>>>>>>>>>


Mohon dukungannya....

__ADS_1


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️


__ADS_2