JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 15. Kembali ke tempat kerja dengan semangat baru.


__ADS_3

Orang yang tepat, akan menjadi penyemangat dan membuatmu tersenyum setiap hari.


Pagi yang cerah, aku memutuskan untuk berangkat ke kota Masohi. Sekaligus bertemu dengan Tante Rita, sekalian mengambil barang milikku yang masih ada dirumahnya.


Dengan menggunakan angkot dari desa aku tiba di terminal kota Masohi.


"Edi, aku akan ke rumah." Kataku melalui sms yang dikirim ke nomor Edi.


"Iya datang saja, Ibu merindukanmu." Balas Edi padaku lewat via sms.


"Baiklah aku ke rumah sekarang." Balasku pada Edi, kemudian menyimpan hp di dalam tas kecilku dan aku memanggil tukang ojek.


Tidak menunggu waktu lama, dan tukang ojek tiba di dekatku.


"Ojek ke alamat mana Dek?" tanya tukang ojek itu padaku sambil menyerahkan sebuah helem untukku.


"Aku mau ke komplek, belakang RSU." Jawabku pada tukang ojek itu


"Oh iya. Sudah siap?" tanya tukang ojek, mengecek kesiapan aku


" Sudah," jawabku singkat sambil membernarkan helem di kepalaku


"Ayo kita berangkat." Ucap tukang ojek itu padaku dengan suara pelan, kemudian melajukan motornya.


Aku tiba di depan rumah Edi, setelah turun dari ojek, aku membayar tarif ojek, dan tukang ojek itu berlalu dari pandanganku.


Saat aku melangkah masuk ke halaman rumah Edi, terlihat dari jauh pintu depan rumah Edi sedang terbuka lebar, dan aku beranikan diri untuk melangkah ke dalam rumah.


"Selamat siang." Ucapku sebelum melangkah masuk ke ruang tamu.


"El, baru datang ya?" tanya Tante Rita padaku sambil menatapku, kemudian kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya.


"Iya Ibu, aku tiba kemarin dan hari ini aku baru bisa datang temui Ibu." Jawabku sambil melangkah ke arah dapur dan melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Ibu


"Makan El, ada makanan, atau mau minum teh dulu silahkan." Ucap Ibu padaku, sambil menyiapkan makan siang


"Ibu aku ke kamar dulu ya, mau beres-beres." Ucapku pada Ibu, kemudian melangkah menuju kamarku.


Setelah selesai beres-beres dan packing- packing barang, aku keluar dari kamar dan bertemu dengan Ibu diruang tamu.


"Ibu, ada yang mau aku bicarakan sama Ibu." Ucapku pada Ibu yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Iya mau bicara apa El?" tanya Ibu padaku dengan wajah bingung.


"Ibu sudah tahukan jika Edi sudah punya wanita lain selain aku, dan katanya Ibu sudah merestui mereka, hingga mereka sudah berencana untuk menikah di hari ulangtahun Edi nanti?" tanyaku pada Ibu sambil menangis dan menatap wajah Ibu.


"Iya El, tapi Ibu tidak setuju, karena wanita itu janda dan beda Agama sama Edi." Jawab Ibu padaku, dan berusaha menjelaskan


"Tapi Buk, mereka sudah terlalu jauh, dan aku kesini juga mau minta maaf sama Ibu, dan Kak Boby, jika selama aku tinggal disini ada hal-hal atau perbuatan dan perlakuan aku yang tidak baik untuk kalian aku minta maaf, dan soal Edi, aku tidak melanjutkan hubunganku dengan dia lagi, kita sudah selesai." Ucapku pada Ibu, dengan wajah sedih, sesekali meneteskan air mata, sambil memegang kedua tangan Ibu.

__ADS_1


"Iya sudah, itu hak kamu El, dan yang terpenting sekarang kamu fokus pada pekerjaan kamu ya, Ibu sayang sama kamu El, Ibu berharap kamu bisa menjadi menantu Ibu tapi tidak." Kata Ibu padaku sambil menangis kemudian memeluk aku.


Saat kami sedang berpelukkan terdengar bunyi motornya Kak Boby yang datang menjemput Ibu, dengan cepat motor itu tiba di depan halaman.


"Ibu, sudah siap, biar aku antar ke toko?" tanya Kak Boby sambil berjalan masuk dan menuju toilet


"Iya, kamu ke toilet dulu biar Ibu tunggu kamu." Jawab Ibu pada Kak Boby


Aku dan Ibu lanjut bercerita, dan tiba-tiba Edi masuk bertemu kami.


"El, baru tiba ya?" tanya Edi padaku sambil melangkah masuk dan duduk di sofa ruang nonton.


"Iya Edi aku baru tiba."Jawabku singkat pada Edi sambil menghapus air mata di pipiku.


"Ayo Ibu, kita ke toko." Kata Kak Boby sambil berdiri menunggu Ibu, yang akan turun bersamanya, lalu Ibu dan Kak Boby berlalu dari pandangan kami.


"El, kamu pasti sudah ngadu sama Ibu ya?" tanya Edi padaku dengan suara pelan, sambil nonton tv.


" Iya! aku menjelaskan semuanya pada Ibu, biar Ibu tahu kelakuan kamu selama ini, oh iya, aku sudah merapihkan semua barang-barang aku untuk dibawa pulang!" Kataku pada Edi dengan emosi dan suara kasar.


"Gila kamu ya! mikir dong kalu ngomong, brengsek kamu El!" kata Edi padaku sambil mengeraskan tangannya.


Saat aku dan Edi sedang berbicara tiba- tiba Kak Boby masuk, dan kami terdiam seketika.


"Hei, kenapa?" tanya Kak Boby pada kami sambil melangkah mendekati sofa diruang nonton.


"Kak Boby aku pamit ya, aku ucapakan banyak terimakasih untuk Kak Boby yang sudah terima aku tinggal dirumah ini, Maafkan aku jika pernah melakukan kesalahan yang menyakiti hati Kak Boby, titipkan salam untuk Ibu." Ucapku pada Kak Boby yang sedang duduk nonton tv.


"Iya Ade, nanti Kakak sampaikan." Jawab Kak Boby singkat.


"Edi aku jalan ya, jika mau menikah jangan lupa undang aku." Ucapku pada Edi sebelum pulang.


"Edi dan Kak Boby aku jalan ya." Ucapku sebelum melangkah keluar dari rumah mereka.


Setibanya aku di depan halaman rumah mereka, tiba- tiba Edi berlari ke arahku dan memintaku agar menunggu sebentar biar dia yang mengantarku sampai terminal.


"El, tunggu disitu ya sebentar, aku ganti baju dan mengantarmu ke terminal." Ucap Edi padaku kemudian kembali ke dalam rumah


Setelah sudah siap, dan kami meninggalkan halaman rumah mereka, motor Edi melaju ke terminal dengan cepat.


"Berhenti saja di dekat angkot itu." Ucapku pada Edi sambil menunjuk ke arah sebuah angkot berwarna biru


"Iya, El." Jawab Edi singkat, setelah menurunkan semua barang aku dari motornya, Edi kemudian berlalu dari pandanganku kembali ke rumah.


Aku bersiap karena angkot sudah siap untuk berangkat, dan setelah semua penumpang sudah duduk di tempat duduk masing-masing, dan Pak supir melajukan angkot menuju desa.


"Kenapa harus bersedih lagi sih El, kamu sudah punya teman baru, yang perhatian sama kamu, beri semangat untuk kamu." Ucapku dalam hati saat mendengar lirik lagu sedih,


Lumpuh kan lah ingatanku hapuskan tentang dia, hapuskan memori ku tentangnya, buang semua ingatanku jika itu tentang dia, ku ingin ku lupakan-nya.

__ADS_1


Hanya di bagian Reff lagu itu yang membuatku sedih saat itu. Tidak ingin terlalu lama bersedih, aku mengeluarkan hp dari saku tas dan mengaktifkan hp lalu membaca beberapa pesan dari Thomi yang sudah dikirim sejak tadi, katanya;


"Hai El, jangan lupa makan siang, kalau tidak makan nanti kamu kurusan loh El." Kata Thomi dalam pesan yang di kirim padaku lewat sms.


"Maaf baru sempat di balas Kak, sorry🙏" aku kembali mengirimkan pesan pada Thomi, dan Thomi menanggapi pesanku dengan cepat.


"El, makan siang jangan telat, nanti kamu sakit, tidak ada orang yang bisa temani aku untuk bercerita lewat hp." Balas Kak Thomi padaku.


"Iya Kak Thomi." Jawabku membalas pesannya sambil tersenyum


"Ini yang namanya bahagia, setiap hari dia membuatku tersenyum dan dia selalu mengabari aku dan mengingatkan aku agar tidak telat makan, sungguh Hatiku mulai, merasakan sesuatu yang berbeda." Ucapku dalam hati sambil menatap ke arah kaca jendela angkot untuk melihat hijaunya pepohonan.


komunikasi antara aku dan Thomi semakin lancar, dan keadaanku mulai membaik.


Setibanya aku dirumah, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalananku kembali ke tempat kerjaku.


"Ayah besok pagi aku akan kembali ke tempat kerja." Ucapku pada Ayahku yang sedang duduk di teras depan rumah kami.


"Iya. terserah kamu saja El."Jawab Ayah padaku dengan singkat.


Pagi Itu aku bersiap untuk berangkat ke kota Ambon.


dengan menggunakan bus besar aku berangkat. Setelah kurang lebih 5 jam akhirnya aku tiba di kota Ambon dan, menuju ke pelabuhan.


"Permisi Buk, beli tiket kapal tujuan pulau Buru." Ucapku pada seorang Ibu yang bertugas di bagian loket penjualan tiket kapal.


"Baiklah, aku minta KTP kamu ya." Jawab Ibu petugas padaku


" Ini KTP aku." Ucapku sambil menyerahkan KTP milikku pada Ibu petugas


Setelah menunggu beberapa menit, dan kata Ibu petugas padaku;


"Satu tiket Seratus enam puluh lima ribu rupiah ya." Ucap Ibu petugas sambil menyerahkan satu lembar tiket dan KTP aku.


"Iya Ibu, terimakasih." Jawabku sambil menyerahkan uang tunai sesuai dengan jumlah yang diminta, kemudian berlalu dan duduk di ruang tunggu.


Setelah satu jam menunggu, akhirnya Petugas pelabuhan membuka pintu ruang tunggu untuk para penumpang yang akan berangkat.


Setelah selesai pemeriksaan tiket, aku berjalan menuju ke kapal, dan mencari nomor tempat tidurku, dan beristirahat sambil mengirim pesan pada Thomi.


"Hai Kak Thomi, aku sekarang sudah berada di dalam kapal, mau berangkat, besok pagi aku sudah tiba di pelabuhan." Kataku pada Thomi lewat sms yang aku kirim.


"Iya El, hati-hati dijalan dan tetap semangat, jangan lupa simpan hpmu dengan baik jangan sampai hilang." Balas Kak Thomi padaku lewat sms.


"Selamat tidur Kak." Balasku singkat pada Kak Thomi


" Iya El," balas Kak Thomi padaku.


Setelah selesai mengirim pesan aku menyimpan hpku di dalam tas dan aku tidur, setelah satu malam aku lewati didalam kapal, pagi ini aku tiba di pelabuhan.

__ADS_1


__ADS_2