JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 49. Sedih


__ADS_3

Jangan menyesali apa yang sudah kamu tinggalkan, tetap menatap ke depan untuk menata hidup lebih baik.


Perasaan seorang Ibu akan sedih dan terluka, jika melihat Anak temannya menjadi orang sukses, begitupun dengan Ibuku.


Tetapi aku tidak ingin berdebat ketika mendengar perkataan Ibuku tentang kesuksesan orang lain padaku. Aku sudah dewasa dan aku pasti akan mencari pekerjaan, tapi sekarang bukan waktu yang tepat.


Hari ini adalah hari minggu, pagi itu aku bangun agak terlambat, terdengar bunyi motor yang tidak lain adalah motor milik Thomi, setelah parkir motor di tempat parkiran, dia temui aku yang sedang tidur.


"Sayang, kamu kok belum bangun, kamu sakit ya?"tanya Thomi padaku, sambil berjalan mendekatiku di tempat tidur.


"Aku ngga apa-apa hanya sedikit kecapean."Jawabku pada Thomi.


"Bangun ayo, aku belikan sesuatu untuk kamu."Kata Thomi padaku.


"Aku ngga suka kamu, aku benci."Kataku pada Thomi, membuat wajahnya sedih.


"Sayang kamu masih marah sama aku?"tanya Thomi padaku.


"Aku benci kamu."Kataku pada Thomi, dan seketika air mata menetes di pipih.


"Sayang kamu kok nangis, ada masalah apa?"tanya Thomi padaku.


"Ngga ada apa-apa kok, aku cuman marah, dan emosi sama kamu."Jawabku pada Thomi.


"Terus kenapa kamu nangis?"tanya Thomi padaku dengan suara pelan.


"Thom, aku boleh ngga tanya sesuatu sama kamu?"tanyaku pada Thomi.


"Iya, boleh dong Sayang." Jawab Thomi padaku dengan suara pelan.


"Apa yang ingin kamu tanyakan padaku, jangan membuatku penasaran." Kata Thomi sambil menatapku.

__ADS_1


"Kapan kita menikah?"tanyaku dengan suara pelan.


"Oh itu, jika kamu sudah siap, kita akan menikah."Jawab Thomi padaku.


"Tapi Thom, menikah itu butuh duit, sedangkan kita, belum punya cukup uang Thom."Kataku pada Thomi.


"Tenang Sayang aku akan mengurus semuanya, dan kita akan menikah." Kata Thomi padaku.


"Thom, jangan membebani orang lain untuk biaya pernikahan kita, aku tidak butuh gaun mewah dan resepsi mewah, yang aku mau kita menikah."Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang, kita menabung ya, untuk biaya nikah."Kata Thomi padaku sambil tersenyum.


Pikiranku semakin tenang dengan kehadiran dan kata-kata Thomi, yang membuat aku bahagia mendengarnya bagiku kepastian yang aku butuhkan bukan janji-janji.


Aku percaya Thomi berbeda dengan lelaki lain, yang hanya memikirkan kesenangan sendiri. Kami belajar bersama untuk menjadi dewasa, dan berpikir cara menjaga hubungan yang harmonis.


Setelah selesai bercerita, aku memutuskan untuk bangun kemudian mandi, lalu sarapan. Hari ini cuaca cerah aku berpikir untuk jalan-jalan ke pantai.


"Iya Sayang. Semalam aku lembur di kantor makanya aku sangat ngantuk."Jawab Thomi kemudian berbaring di tempat tidur.


"Iya sudah, kalau begitu aku mandi ya."Kataku pada Thomi, kemudian bergegas untuk mandi.


"Sebentar Sayang."Kata Thomi padaku.


"Ada apa, mau ikutan mandi juga?"tanyaku pada Thomi sambil berdiri di dekat pintu.


"Aku boleh ngga minta tolong kamu."Jawab Thomi sambil duduk di tempat tidur.


"Boleh dong, mau minta tolong apa?"tanyaku pada Thomi.


"Tolong buatkan aku secangkir kopi ya."Jawab Thomi padaku.

__ADS_1


"Ha ha ha .... Thom, sejak kapan kamu suka minum kopi?"tanyaku sambil tertawa, merasa heran.


"Sejak semalam kami lembur, aku menikmati segelas kopi hitam."Jawab Thomi padaku.


"Ok baiklah akan aku buatkan."Jawabku kemudian berjalan menuju dapur.


Tidak butuh waktu lama untuk membuat secangkir kopi hitam, setelah selesai membuat kopi, aku mengantarkan kopi itu ke kamar untuk Thomi.


"Thom, kopinya sudah siap aku taruh di meja ya." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang, terimakasih." Jawab Thomi padaku.


Aku bergegas dengan cepat menuju kamar mandi untuk mandi, setelah itu aku ganti baju kemudian temui Thomi dan menyampaikan keinginan aku untuk jalan-jalan.


"Thom, sudah selesai minum kopinya?"tanyaku pada Thomi yang sedang menatap Hpnya.


"Sudah Sayang, terimakasih ya."Jawab Thomi padaku.


"Thom, aku berencana sore ini kita jalan-jalan ya."Kataku pada Thomi.


"Mau jalan kemana Sayang?"tanya Thomi padaku.


"Ke pantai Thom." Jawabku.


"Oh, boleh." Jawab Thomi.


Next>>>>>>>>>>


Mohon dukungannya....


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️


__ADS_2