JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 27. Marah


__ADS_3

Dalam setiap hubungan pasti ada saat dimana kita atau pasangan kita kena marah, atau bisa juga marah pada kita, tapi semua itu wajar terjadi, semua dari kita saja yang menjalani bagaimana cara kita mendinginkan hati.


Pagi itu aku mencoba menghubungi Edi, dengan maksud untuk meminta kembali uang yang dulu kita pakai bersama untuk membeli sebuah kamera, karena sekarang Edi telah mengambil kamera itu dariku, makanya aku memutuskan untuk meminta kembali uang aku.


Tak disangka jika hal itu menjadi sebuah masalah di antara aku dan Thomi, aku merasa tidak bersalah karena aku meminta hak aku, bukan meminta-minta padanya.


"Edi, aku minta kamu kembalikan uangku, karena kameranya sudah aku kembalikan padamu." Kataku dalam pesan yang ku kirim pada Edi lewat sms.


"Iya, berikan aku waktu El." Balas Edi padaku


"Jangan lama-lama karena aku membutuhkan uangnya." Balasku pada Edi


Tut ....Tut ....


"Halo." Kataku menjawab telepon dari Edi


"Telepon dari siapa El?" tanya Thomi padaku


"Aku tidak tahu Thom, nomor baru." Jawabku dengan gugup sambil berbaring


"Oh, aku kira keluargamu?" tanya Thomi sambil berbaring di sampingku


"Tidak Thom, ini nomor baru." Jawabku dengan pelan


Beberapa menit kemudian hpku bergetar lagi, tanda ada telepon, kali ini Edi berbicara dan membentak aku.


"Halo." Jawabku dengan suara pelan


"El, kamu jangan main-main sama aku ya." Kata Edi padaku


"Maksud kamu apa?" tanyaku pada Edi


"Kamu sekarang bersama pacar kamu kan?" tanya Edi padaku


"Iya, memangnya kenapa?" tanya ku

__ADS_1


"Tambahkan volume suaranya El, biar aku dengar dia ngomong apa?" ucap Thomi padaku


"Baiklah." Jawabku singkat, kemudian menambahkan volume suara telepon dan terdengar jelas apa yang dikatakan Edi padaku


"Bilang sama pacar kamu ya El, pacaran itu harus punya modal, jangan cuma modal tampan doang duit ngga punya." Kata Edi padaku, kemudian mengakhiri teleponnya.


"Oh jadi itu mantan pacar kamu? kamu masih menghubungi dia, bahkan kamu masih meminta uang padanya?" tanya Thomi padaku dengan nada kesal kemudian berpura-pura tidur dan tidak ingin melihat wajahku


"Thom, dengar aku dulu, aku minta maaf." Jawabku pada Thomi, sambil memeluknya


"Mau jelaskan apa lagi El, sudah jelas kan apa yang dia katakan." Jawab Thomi padaku dengan kesal


"Terserah kamu saja mau berpikir aku apa, aku minta kamu dengar penjelasan aku sebentar saja, pasti kamu mengerti." Kataku mencoba tenangkan pikiran Thomi.


"Mau jelaskan apa? sudah jelas apa yang di katakan mantan kamu tadi, makanya kalau belum bisa move on jangan terima aku sebagai pacar kamu El." Kata Thomi padaku


"Iya aku minta maaf." Jawabku dengan suara serak, sambil menghapus air mata yang menetes.


"El, kamu menangis ya?" tanya Thomi padaku, kemudian bangun dan menatap wajahku.


"Memangnya kamu dan mantan kamu punya tabungan bersama?" tanya Thomi dengan wajah serius


"Tidak Thom, tapi waktu itu kami membeli sebuah kamera dan waktu itu uangnya kurang satu juta, lalu aku yang menambahkan uang itu hingga kami dapat membelinya, lalu sekarang kan posisinya aku sudah tidak bersama dia lagi, kameranya juga sudah dikembalikan padanya, makanya aku minta kembalikan uang aku." Jawabku pada Thomi sambil menjelaskan padanya


"Oh, begitu aku minta maaf El, aku sudah marah-marah sama kamu."Jawab Thomi padaku


"Iya, apa aku salah?" tanyaku pada Thomi


"Tidak Sayang, kamu tidak salah." Jawab Thomi padaku


"Tapi Sayang, mantan kamu itu mulutnya seperti perempuan ya, kok bisa dia bilang aku jangan modal tampan saja duit ngga punya." Kata Thomi dengan wajah kesal


"Lupakan soal dia Thom, dia memang seperti itu orangnya, tadi itu dia marah pas dengar suara kamu." Jawabku mencoba tenangkan Thomi


"Lain kali jika ada sesuatu bilang sama aku, biar aku juga tahu." Ucap Thomi sambil memelukku.

__ADS_1


"Iya Thom, tapi kamu jangan marah aku seperti tadi, ya." Jawabku pada Thomi


"Kenapa Sayang, kamu takut ya?" tanya Thomi padaku


"Iya takut banget." Jawabku sambil menatap wajahnya


"Aku sayang sama kamu dan aku tidak bisa marah terlalu lama Sayang." Kata Thomi padaku


"Aku sedih, tadi aku sempat berpikir jika nanti kamu akan meninggalkan aku." Kataku pada Thomi


"Sayang kamu kok berpikiran seperti itu?" tanya Thomi sambil menatapku.


"Iya Thom, aku sayang kamu, aku tidak ingin kamu tinggalkan aku hanya karna salah paham." Jawabku


"Aku tidak akan marah sama kamu, apalagi meninggalkanmu, kamu disini adalah tanggung jawab aku, sampai kamu kembali ke tempat kerjamu, disana tanggung jawab Kak Kamu untuk menjagamu." Kata Thomi padaku


"Iya Thom, sekali lagi maaf telah membuatmu marah." Jawabku


Hpku bergetar tanda ada pesan, dengan cepat Thomi mengambil hpku, dan membaca pesan itu, ternyata pesan dari Edi.


"El, bilang sama pacar kamu ya, pacaran butuh modal." Kata Edi dalam pesan sms.


"Sayang, Edi mengirim pesan padamu." Kata Thomi padaku setelah membaca pesan itu.


"Balas saja pesannya Thom." Jawabku sambil nonton tv


"Baiklah akan aku balas pesannya." Kata Thomi padaku


"Jadi cowok itu jangan lembek seperti tahu, bisanya bentak cewek." Kata Thomi dalam pesan yang dikirim pada Edi


Next>>>>>>>>


Mohon dukungannya


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar, dan vote untuk mendukung karya ini.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.❤️


__ADS_2