
Ada waktu untuk kita beristirahat sejenak, habiskan waktu bersama orang-orang yang kita sayang. Ketika kita merasa lelah dengan tugas dan tanggung jawab kita.
Setelah beberapa hari bersama, kini aku telah kembali ke tempat kerjaku, hari-hariku terasa semakin berarti karena ada orang yang selalu memberiku semangat.
Setiap hari ingin rasanya aku selalu bersama dia, tapi apa daya, aku punya pekerjaan yang memisahkan kami, tapi komunikasi antara kami selalu lancar.
"Selamat pagi Kesayangan, kiranya lindungan Bapa selalu bersamamu."Kata Thomi dalam pesan yang dikirim padaku.
"Juga Sayang."Balasku pada Thomi.
"Lagi ngapain?" tanya Thomi padaku dalam pesan.
"Dalam perjalanan ke sekolah Sayang." Balasku, menjawab pertanyaan Thomi.
"Oh iya Sayang, hati-hati di jalan ya." Kata Thomi padaku dalam pesan.
"Iya Sayang." Balasku.
Hari ini adalah ulangan akhir semester yang berlangsung selama satu minggu, aku, dan Jo sangat sibuk dengan soal ulangan, meskipun ada beberapa yang sudah siap tapi masih ada juga yang masih belum selesai.
"Selamat pagi Bapak." Ucapku pada Pak Edy yang sedang duduk di meja piket.
"Pagi juga Kak." Jawab Pak Edy.
Setelah aku duduk di meja kerjaku dan mengaktifkan laptop di mejaku, tiba-tiba terdengar suara seorang Ibu, yang menghampiriku.
"Selamat pagi Ibu El, tolong bantu aku hari ini ulangan Agama jam pertama aku belum sempat print soal ulangannya." Kata Bu Hanif padaku.
"Iya Ibu, mana filenya Buk?" tanyaku pada Ibu Hanif.
"Ada li laptop Ibu El, coba Ibu El buka soal ulangan tengah semester." Kata Ibu Hanif.
"Ok. Sebentar ya Buk, aku cari nanti Ibu pilih soal mana yang harus di print." Kataku pada Ibu Hanif.
"Iya Ibu El, tolong ya." Jawab Ibu Hanif.
Setelah selesai menemukan soal yang tepat, Ibu Hanif memintaku untuk print soal itu sebanyak 100 lembar.
"Ibu El, tolong ya soalnya di print sebanyak 100 lembar." Kata Buk Hanif padaku.
"Buk, nggak bisa Buk, aku print untuk jumlah siswa yang akan mengikuti tes saja pagi ini, sisanya nanti Ibu copy saja di tempat fotocopy." Kataku pada Ibu Hanif.
"Jika aku paksa, printer ini akan rusak Buk, maaf ya Buk."
"Iya ngga apa-apa Ibu El." Kata Ibu Hanif sambil menatapku.
Aku selesai membantu Ibu Hanif, aku melanjutkan tugasku mengetik soal yang lain.
"Bu Hanif ini soal-soalnya sudah siap, dan sudah boleh di ambil." Ucapku pada Bu Hanif.
"Iya Ibu El, terimakasih." Kata Bu Hanif padaku, sambil menghitung lembaran soal.
"Iya Ibu sama-sama." Ucapku.
Setelah selesai mengetik soal-soal ulangan selama lima hari, akhirnya selesai juga dan bisa beristirahat. Tinggal kita menunggu perintah untuk membuat rekapan nilai.
Kali ini aku dan Jo bisa ke sekolah terlambat, karena tugas kami sudah selesai. Tinggal menunggu waktu untuk libur.
"El, akhirnya kita bisa lega dan beristirahat juga." Kata Jose padaku.
"Iya Jo, capek juga kita kerja selama lima hari."Jawabku.
"Yang lebih seru lagi, sebentar lagi kita libur." Kata Jo, dengan senang.
" Iya Jo, kamu liburan kemana?" tanyaku pada Jo.
"Rencananya mau ke Ambon, kamu pasti ke Ambon juga kan El?" tanya Jose padaku.
"Iya Jo, aku tetap ke Ambon, Natalan bersama pacar." Jawabku sambil tersenyum.
"So sweet pasti seru, dan romantis." Kata Jose, mengejek.
"So sweet apaan sih Jo?"tanyaku.
__ADS_1
"Iya gitu deh, ..." Kata Jose sambil tertawa.
"El kamu masih belum paham soal ini." Kata Jose padaku.
"Oh, hanya orang dewasa yang tahu ya." Kataku pada Jose.
"Iya El, dan lebih baik kamu tidak mengerti seperti ini, kan lebih bagus, ternyata kamu masih sangat polos El." Kata Jose padaku.
"Aku tidak mengerti yang kamu maksud Jo." Kataku.
"Iya El, kamu belum bisa mengerti."Jawab Jose.
"Jo, pulang ayo, sudah siang, lapar lagi." Kataku pada Jose.
"Iya El, ayo kita pulang." Kata Jose, kemudian kami melangkah keluar dari ruang kerja kami.
"Pulang..." Kataku sambil berjalan meninggalkan ruang kerja.
Waktu terus berjalan, sekolah telah libur, sekarang sudah tanggal 18 di bulan desember, pagi itu, Thomi menghubungi aku dan menanyakan kapan aku ke Ambon untuk bertemu dia.
Tut. tut. tut.....
Hpku bergetar tanda ada panggilan masuk, setelah aku lihat, ternyata telepon dari Thomi.
"Halo Thom, ada apa?" tanyaku pada Thomi.
"Sayang kamu jadi ke Ambon kan?" tanya Thomi padaku dengan suara pelan.
"Iya Jadi Sayang, tapi hari ini aku akan kesekolah karena ada panggilan dari kepala sekolah, katanya aku dan beberapa guru ke sekolah sekarang, dan menyiapkan ruangan juga kami memanggil anak-anak sekolah yang tidak liburan, untuk bisa ikut serta dalam acara makan bergizi bersama tim ketahanan pangan." Jawabku pada Thomi, mencoba menjelaskan.
"Sayang yang namanya sudah libur,ya libur ngapain lagi disekolah, ada ada saja pimpinan kamu. Sayang sekarang sudah tanggal 18 jika sampai tanggal 20 kamu nggak kesini, mending kamu nggak usah datang lagi." Kata Thomi padaku dengan suara kesal.
"Ih, Sayang jangan gitu, aku sudah janji kita akan natal bersama, pasti aku datang." Kataku pada Thomi.
"Iya, tapi kenapa sampai sekarang belum datang juga Sayang." Jawab Thomi, dengan suara kesal.
"Sabar Sayang, kita pasti bertemu, jangan ngambek gitu dong Sayang." Kataku pada Thomi.
"Iya Sayang, sudah dulu teleponnya ya, aku mau ke sekolah." Ucapku.
Aku berangkat ke sekolah, setibanya aku disekolah aku bantu-bantu menyiapkan ruangan, dan mengikuti kegiatan itu.
Setelah selesai, aku memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan Ibu kepala sekolah, menyampaikan maksud aku.
"Permisi Ibu." Ucapku.
"Iya silahkan masuk, oh Ibu El, ada apa?" tanya Ibu kepala sekolah padaku.
"Ibu, maaf mengganggu, aku mau pinjam uang untuk pulang liburan ke kampung, jika Ibu berkenan." Kataku pada Ibu.
"Oh iya Ibu El, kamu anak yang baik dan rajin, besok Ibu dan Ibu bendahara akan mencairkan uang dana Bos kita di bank, jadi nanti Ibu minta Ibu bendahara untuk mengantar gaji kamu kerumah." Kata Ibu kepala sekolah padaku.
"Iya Ibu, terimakasih banyak, maaf sudah mengganggu waktu Ibu, aku permisi Buk." Jawab aku, pada Ibu kepala sekolah.
"Iya Ibu El." Jawab Ibu kepala sekolah.
Aku melangkah keluar dari ruangannya kemudian, berjalan kaki untuk pulang kerumah. Setibanya aku dirumah, aku berpikiran untuk meminjamkan uang pada Ibu bendahara komite,
sore itu aku memutuskan untuk pergi ke bendahara komite, aku berencana untuk meminjam uang darinya. Setibanya aku dirumahnya aku disambut dengan baik olehnya.
"Kak, tolong antar aku dong." Kataku pada Kak Alen yang sedang main hp.
"Kemana El? tanya Kak Alen.
"Ke rumah teman guru Kak." Jawabku.
"Oh iya boleh, ayo kita jalan." Kata Kak Alen.
"Iya Kak." Jawabku, kemudian kami berangkat.
Akhirnya kami tiba di rumah Ibu Umi. Ibu Umi sekarang bendahara komite di sekolah kami.
"Permisi, selamat sore Ibu....." Ucapku memanggil Ibu Umi.
__ADS_1
"Iya sebentar." Jawab Ibu Umi, kemudian berjalan temui aku di teras.
"Halo Ibu El, ayo masuk, kesini sama siapa Ibu?" tanya Ibu Umi.
"Aku sama Kakak aku."Jawabku.
"Bagaimana Ibu, ada perlu apa?" tanya Ibu Umi padaku.
"Ibu, aku kesini mau pinjam uang, untuk pulang liburan dikampung, nanti kalau sudah gajian Ibu bisa langsung potong dari gaji aku." Jawabku pada Ibu Umi.
"Iya Ibu El, kalau boleh tahu Ibu perlu berapa?" tanya Ibu Umi padaku.
"Aku perlu satu juta." Jawabku.
"Kalau begitu sebentar ya." Kata Ibu Umi, kemudian melangkah ke belakang.
Tidak lama kemudian Ibu Umi temui aku dan menyerahkan uang pinjaman senilai yang aku ucap, padaku.
"Ini Ibu El." Kata Ibu Umi padaku, sambil menyerahkan uang itu padaku.
"Rencana mau berangkat kapan Ibu?" tanya Ibu Umi.
"Besok pagi Ibu." Jawabku singkat.
"Ibu, kalau begitu aku pamit ya Buk, terimakasih." Ucapku pada Ibu Umi.
"Iya Ibu El, hati-hati di jalan, dan selamat merayakan Natal dan Tahun baru." Ucap Ibu Umi sambil berjabat tangan denganku.
"Iya Ibu, terimakasih, aku jalan ya." Ucapku kemudian melangkah keluar dari rumahnya.
Setibanya kami dirumah, aku menyiapkan semua barang-barang yang akan aku bawa. Pagi itu aku sedang bersiap-siap untuk berangkat, tiba-tiba ada suara yang memanggil aku.
"Selamat pagi Ibu El." Ucap Ibu bendahara sambil berdiri di depan pintu.
"Iya Ibu, eh Ibu Rita ayo masuk Ibu." Ucapku pada Ibu Rita.
"Sudah mau berangkat ya Bu?" tanya Ibu Rita padaku.
"Iya Ibu." Jawabku.
"Maaf Ibu aku baru dapat telepon dari Ibu kepala sekolah, dan Ibu memintaku untuk mengantarkan ini ke rumah Ibu El, karena Ibu El akan berangkat." Kata Ibu Rita padaku
"Iya Ibu ngga apa-apa kok." Jawabku.
"Ini Ibu El." Kata Ibu Rita sambil menyerahkan amplop putih padaku.
"Iya Ibu, terimakasih." Jawabku sambil menerima amplop itu dari tangan Ibu Rita.
"Kalau begitu aku permisi ya Ibu El." Kata Ibu Rita.
"Iya Ibu Rita, sekali lagi terimakasih banyak." Jawabku pada Ibu Rita.
"Iya Ibu."Jawab Ibu Rita, kemudian melangkah keluar dari rumah kami.
Sebelum aku berangkat ke pelabuhan, aku menitipkan sejumlah uang yang dipinjamkan oleh Ibu Umi padaku, untuk Kak Alen, agar segera mengembalikan uang itu kepada Ibu Umi.
"Kak, ini uang yang aku pinjam dari Ibu Umi, nanti Kakak tolong kembalikan ke Ibu Umi, biar ngga ada beban untuk aku." Ucapku pada Kak Alen, sebelum kami ke pelabuhan.
"Iya El, nanti setelah aku mengantarmu, aku langsung ke rumah Ibu Umi, untuk kembalikan uang itu." Jawab Kak Alen padaku.
"Terimakasih ya Kak." Jawabku.
Setelah aku berada di dalam kapal, aku memberitahu Thomi, dengan mengirimkan pesan dan juga beberapa foto padanya.
"Thom, aku sudah di kapal, nanti kamu jemput aku ya, jam 8 malam nanti." Kataku dalam pesan yang dikirim untuk Thomi.
"Yang benar El, jangan bohong ya." Balas Thomi.
"Iya Thom, aku nggak bohong sementara dalam perjalanan."Kataku dalam pesan.
Next.......
Mohon dukungannya.
__ADS_1
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang Lima, komentar dan vote nya, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️❤️❤️