JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 53. Sedih


__ADS_3

Sedih di awal pernikahan bukanlah hal buruk, tatapi memperkuat kita agar bertumbuh menjadi wanita yang kuat dan tegar dalam menghadapi masalah.


Aku pikir setelah menikah Thomi akan izin untuk tinggal beberapa hari denganku, ternyata aku salah, dia malah memilih pergi merayakan natal bersama keluarganya di rumah neneknya.


Sedangkan aku merayakan natal sendirian bersama orangtuaku, dia tidak mengajak aku ikut bersama dia, sangat aneh.


Malam itu, setelah selesai acara nikah orangtua Thomi langsung berpamitan untuk kembali ke kota, sebelum tidur, Thomi memberitahu aku jika besok pagi dia akan kembali ke kota karena ada acara keluarga di rumah neneknya.


"Sayang kamu capek ya?"tanya Thomi padaku.


"Iya Thom." Jawabku singkat.


"Besok kan tanggal 24 aku akan ke kota untuk natal bersama keluarga di rumah nenek aku sudah janji sama nenek."Kata Thomi padaku.


"Thom, masa aku ditinggalin sih, kamu gimana sih, kan kita baru nikah."Kataku dengan kesal.


"Tapi setelah dipikir-pikir kamu pergilah, bila perlu nggak usah datang lagi sampai tahun depan, aku nggak suka ya, kamu seperti ini padaku. Kataku pada Thomi dengan nada kasar.


"Sayang aku sudah janji sama nenek."Kata Thomi berusaha membujuk aku.


"Terserah kamu deh, aku malas berdebat aku mau tidur."Kataku, kemudian bersembunyi di dalam selimut.


"Sayang kamu marah sama aku?"tanya Thomi dengan nada suara kesal.


"Nggak, aku kesal dan kecewa sama kamu." Jawabku dengan suara kasar.

__ADS_1


"Pergilah besok pagi, aku tidak berhak melarang kamu, capek mau tidur." Kataku pada Thomi.


"Sayang, jangan gitu dong."Kata Thomi dengan suara pelan.


Pagi-pagi aku bangun dan sarapan sendiri, sebelum Thomi bangun, aku cuekin dia, karena masih marah.


Aku bersabar hati dan membangunkan Thomi untuk bersiap-siap, kesal tapi ngga apa-apa ini sudah kewajiban aku.


"Thom, bangun sudah pagi." Kataku sambil membangunkan Thomi.


"Iya, iya aku bangun."Jawab Thomi padaku sambil merem


"Selamat pagi Kesayanganku." Ucap Thomi padaku saat melihat aku sedang merapihkan pakaian di lemari.


"Istriku ngambek ya?"tanya Thomi padaku.


"Nggak juga, jangan banyak bicara, bangun mandi, sarapan, terus siap-siap untuk berangkat."Jawabku dengan kesal.


"Iya Sayang, terimakasih untuk sarapannya, kamu cantik deh pagi ini."Kata Thomi berusaha merayu aku.


"Terserah mata kamu, ayo buruan mandi."Kataku pada Thomi.


Saat Thomi sedang mandi, aku duduk dan memikirkan alasan yang tepat agar dia batalkan perjalannya.


Dia menghampiriku setelah mandi dan memintaku menyiapkan beberapa helai baju yang akan di bawa.

__ADS_1


"Sayang, bantu aku dong, siapkan beberapa baju untuk aku."Kata Thomi padaku sambil berdiri di depan cermin.


"Thom, kenapa kamu nggak batalkan saja?"tanyaku pada Thomi, sambil merapihkan baju-baju berharap dia bisa berubah pikiran.


"Sayang, aku sudah janji, jadi nggak bisa dibatalkan."Jawab Thomi padaku.


"Ini baju-bajunya sudah siap." Kataku dengan suara kesal sambil menunjukkan ransel yang diletakan di atas tempat tidur.


"Terimakasih Sayang, aku berangkat ya sudah di telpon sama Mama."Kata Thomi padaku sambil memegang ransel dan helmnya, kemudian berjalan keluar kamar.


"Iya Thom, hati-hati dijalan ya salam buat Nenek." Kataku pada Thomi.


"Ada apa ya, dengan suamiku?"bertanya dalam hati.


Aku harus sabar, jangan egois, sebelum mengenal aku, dia punya keluarga yang lebih menyayangi dan mendukung dia hingga sukses. Lebih baik jika tenang dan jalani saja, ikuti alurnya.


Dalam kesendirian dan kesedihan aku berpikir apakah Thomi berbohong? tapi aku berusaha tetap berpikir positif.


~Bersambung~


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2