JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 41. Di lecehkan


__ADS_3

Jangan menggunakan kesempatan untuk menyakiti orang lain, memang benar kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan.


Siang itu, setelah aku pulang dari sekolah dan bertemu dengan Kak Alen dirumah, dia sedang sibuk bersiap-siap untuk berangkat kerja ke sebuah kecamatan bersama dengan pimpinannya.


"Mau kemana Kak?"tanyaku pada Kak Alen.


"Aku mau berangkat ke kecamatan sore ini bersama dengan pimpinan aku, aku titip Dhea padamu, nanti malam kamu tidur bersamanya." Kata Kak Alen padaku.


"Iya Kak, tugasnya berapa lama Kak?"tanyaku pada Kak Alen.


"Dua hari saja El, nggak lama kok." Jawab Kak Alen.


"Tapi Kak, gimana ya."Kataku merasa takut.


"Kenapa kamu nggak mau ngurus Dhea, atau kamu lembur lagi?"tanya Kak Alen padaku.


"Nggak Kak, bukan itu maksud aku, apa tidak sebaiknya aku dan Dhea ke rumah Oma saja?"tanyaku pada Kak Alen.


"Nggak usah kalian dirumah saja, lagian nggak lama kok." Kata Kak Alen padaku.


"Kak, okelah." Jawabku dengan perasaan yang takut.


Karena ingin menjalankan tugasnya dengan baik, Kak Alen sampai lupa jika dirumah hanya ada aku seorang diri dan suaminya.


Aku hanya bisa mendukung Kakakku dalam tugasnya, malam itu aku video call sama Thomi dan kami bercerita banyak sebelum aku tidur.


"Sayang, kamu lagi ngapain?"tanya Thomi setelah menjawab telepon dari aku.


"Aku lagi menyiapkan perangkat untuk besok mengajar."Jawabku pada Thomi, sambil mengarahkan kamera ke arah buku dan pena yang terletak di atas meja kerjaku di kamar.


"Oh iya semangat ya Sayang, jangan lupa strahat." Kata Thomi padaku.


"Temani aku ya, soalnya malam ini aku sendiri dirumah bersama Dhea." Kataku pada Thomi.

__ADS_1


"Kamu sendirian, Kak Alen kemana?"tanya Thomi padaku.


"Kak Alen sedang bertugas ke kecamatan besok sudah kembali." Jawabku pada Thomi.


"Terus kamu dirumah sendirian ngga apa-apa?"tanya Thomi padaku.


"Iya ngga apa-apa." Jawabku.


"Ih, kenapa kamu sama Dhea ngga ke rumah omanya saja, tidur disana untuk malam ini?"tanya Thomi padaku.


"Kata Kak Alen kita dirumah saja, karena besok dia sudah kembali." Jawabku.


Malam itu hanya aku dan Dhea yang berada di kamar, Kakak ipar belum juga pulang, dan aku harus temani Dhea untuk tidur bersama.


Masih ingin video call tapi, aku ketiduran dan Thomi memutuskan telepon videonya. Aku tertidur dengan lelap, karena kelelahan, begitu juga dengan Dhea,


Malam itu, hal yang tidak diinginkan terjadi padaku, aku sangat marah, dan takut mengalami hal seperti itu, karena selama ini tidak pernah aku alami hal seperti itu.


"Permisi Dek, Kakak ambil bantal." Kata Kakak ipar padaku yang sedang tidur.


Seketika aku tersadarkan diri karena dia sudah mencium bibirku, sedangkan posisi tubuhnya sudah memeluk aku.


"Apa-apaan ini?"tanyaku dengan panik dan takut.


Aku bangun dari tempat tidur dan berlari ke kamarku dengan penuh rasa takut, dan gelisah saat itu aku tidak bisa menghubungi Thomi karena sudah tengah malam, aku memutuskan untuk tidur.


Pagi pun tiba aku bangun lebih awal bersiap-siap membawa beberapa barang kemudian berangkat ke sekolah.


Setibanya aku disekolah barulah aku menghubungi Thomi, karena kehabisan pulsa aku hanya bisa mengirim pesan lewat sms dan nanti biaya kirim dibayar oleh Thomi.


Setelah selesai mengirim pesan, dengan cepat Thomi menanggapi pesan dariku, dia langsung menelpon aku.


Tut. .... Tut. .....Tut. ...... Terdengar bunyi getaran tanda ada telepon masuk.

__ADS_1


"Halo Thom." Kataku saat menjawab teleponnya.


"Hei-hey, ada apa Sayang?"tanya Thomi padaku.


"Thom, kamu harus percaya padaku. Pokoknya aku akan pulang siang ini juga." Kataku sambil menangis.


"Iya Sayang ada apa jangan nangis gitu dong, nanti dilihat murid-murid kamu Sayang." Kata Thomi berusaha membujuk aku.


"Thom, kenapa semalam kamu matiin telepon videonya?"tanyaku pada Thomi.


"Memangnya ada apa Sayang, kamu kenapa?"tanya Thomi.


"Semalam, aku di cabuli Kakak ipar, aku sangat takut dan aku putuskan untuk tidak kembali ke rumah itu lagi." Jawabku pada Thomi.


"Ah masa bisa seperti itu Sayang? itu orang jahat juga ya.?"tanya Thomi.


"Thom, aku putuskan untuk pulang, aku ngga mau kerja lagi, aku sudah memikirkan dengan baik keputusan ini." Jawabku pada Thomi.


"Iya sudah, kamu pulang, dan katakan yang sebenarnya pada orangtuamu." Kata Thomi padaku.


"Iya sudah, kamu jemput aku ya, nanti setelah tiba di situ, aku akan mencontohkan apa yang dia lakukan padaku semalam." Kataku pada Thomi.


"Iya Sayang." Jawab Thomi singkat.


Next>>>>>


Mohon maaf karena beberapa hari ini tidak update, bukan karena kehabisan ide, tapi karena aku sakit, dan harus dirawat di rumah sakit.


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2