JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 22. Antara sedih dan bahagia dengan hasil tes


__ADS_3

Sedih, ketika kita tidak lulus dalam sebuah tes, tapi bahagia ketika orang yang kita sayang telah lulus tes, dan mencapai kesuksesan.


Hari ini adalah jadwal aku untuk mengikuti tes sesi ke 3, tepatnya jam 1 siang nanti. Pagi ini aku belajar memantapkan persiapan aku untuk mengikuti tes, walaupun aku tidak tahu harus belajar materi tentang apa.


Pagi-pagi Thomi menelpon aku dan mengingatkan aku untuk belajar, persiapkan diri dengan baik.


"Tut ... Tut... Tut.. Hpku bergetar tanda ada telepon yang masuk."


"Halo, selamat pagi." Jawabku pada Thomi, sambil menulis.


"El, kamu lagi ngapain?, oh iya jangan lupa sarapan, terus belajar sambil menunggu waktu untuk tes." Tanya Thomi, mengingatkan aku untuk belajar.


" Iya, sekarang aku lagi belajar." Jawabku pada Thomi.


" Iya sudah lanjutkan Sayang, semangat! aku tutup telepon ya." Ucap Thomi padaku, lalu mengakhiri teleponnya.


Setelah lama menunggu, akhirnya aku bersiap untuk menuju ke tempat tes, dengan menggunakan pakaian hitam putih, lengkap dengan sepatu plat hitam aku siap mengikuti tes.


Sebelum berangkat aku dan Ibu berdoa bersama di kamar, setelah itu aku siapkan kelengkapan untuk berangkat.


"Ibu, kita Doa bersama sebelum aku ke tempat tes." Ucapku meminta Ibu berdoa dengan aku.


"Iya El," jawab Ibu singkat, dan melangkah ke kamar bersama aku, kemudian berdoa.


"El, kamu harus fokus, dan jangan lupa sebelum mengerjakan soal kamu berdoa terlebih dahulu." Pesan Ibu padaku, sebelum aku berangkat.


" Iya Ibu." Jawabku singkat, sambil duduk di ruang tamu menunggu Kak Alen.


"El, ayo kita berangkat." Ucap Kak Alen padaku


"Iya Kak." Jawabku, kemudian melangkah ke arah motor Kak Alen yang sudah siap untuk kami berangkat.


Setibanya aku di kantor tempat yang sudah disiapkan untuk kami mengikuti tes disana, karena waktu tes belum dimulai, aku duduk di ruang tunggu sambil berkenalan dengan beberapa Wanita yang juga akan mengikuti tes di sesi yang sama denganku.


"Hai, namaku Dita, kamu sesi ke tiga juga?" tanya Dita padaku sambil mengulurkan tangannya.


"Hai juga aku El, iya aku sesi ketiga." Jawabku sambil berjabat tangan dengan Dita.


"Hai, aku Rita." Ucap salah satu teman Dita yang duduk disampingnya.


"Aku El." Jawabku singkat padanya sambil tersenyum.


"Aku Mia." Ucap salah satu teman Dita yang duduk disamping Rita.


"Aku El." jawabku padanya sambil tersenyum.


"Sebelum kita ikut tes, foto bersama yuk buat kenangan." Ucapku sambil memegang hp, dan mengajak mereka untuk berfoto, sebelum sesi ketiga dimulai.


"Iya El, kamu benar." Jawab Mia padaku sambil tersenyum.


Sekarang waktu sesi kedua telah selesai dan peserta tes telah keluar dari ruangan tes, setelah mendapat arahan dari pengawas kami sesi ketiga siap untuk masuk ke dalam ruang tes.


"Perhatian bagi para peserta yang akan mengikuti tes sesi ketiga, agar mengamati simulasi tes yang tertera di layar depan anda dengan cermat agar tidak ada kesalahan terimakasih." Ucap salah seorang Pengawas.


"Yang membawa tas, hp, dan lain-lain, mohon dititipkan di tempat penitipan barang, karena tidak diizinkan untuk membawa barang apapun ke dalam ruang tes." Kata seorang Petugas, yang berjaga di tempat penitipan barang.

__ADS_1


Setelah selesai pemeriksaan, kami berjalan masuk menuju ruangan tes, udara ruangan itu terasa dingin, karena full AC. Jantungku berdebar, kali ini aku sudah duduk di meja yang lengkap dengan komputer di dalamnya ada soal khusus untuk tes.


Aku semakin deg deg kan, tapi aku mencoba tenang, dan mendengar arahan dari pengawas untuk mengerjakan soal.


"Sebelum mengerjakan soal, kita berdoa menurut Agama dan keyakinan masing-masing, Doa selesai. Arahkan mouse dan masukkan password Anda masing-masing, kemudian NIK, setelah itu masukan PIN Anda agar soal kalian tampil di layar masing-masing komputer. Bekerja dengan tenang dan fokus, selamat bekerja semoga sukses." Kata seorang pengawas ruangan pada kami, kemudian berjalan mengecek kami yang mulai mengerjakan soal.


"Semoga aku bisa mengerjakan soal ini dengan baik." Guman dalam hati.


Setelah hampir selesai waktu kami kembali diingatkan oleh Pengawas untuk mengecek kembali pekerjaan kami jangan sampai ada soal yang terlewatkan.


"Masing-masing mengecek kembali jangan sampai ada soal yang ketinggalan, jangan terburu-buru masih ada sisa waktu 15 menit lagi." Kata Pengawas itu pada kami semua.


"Jika sudah selesai kerja, klik tulisan selesai di sebelah kiri bawah dan Anda akan melihat nilai hasil kerja kalian sendiri, 5, 4, 3, 2, 1 waktu kalian selesai dan kalian boleh meninggalkan ruangan ini secara teratur." Kata Pengawas pada kami semua.


Setelah aku selesai bekerja dan melihat nilai, ternyata nilai aku hanya 112. Oh sungguh menyedihkan, tapi itulah hasil kerja aku yang sudah diketahui oleh Ibu dan Kak Alen.


Aku keluar dari ruangan dan temui Kak Alen dan Ibu di parkiran. Mereka sudah datang menyaksikan nilai aku di tenda yang sudah disiapkan oleh pihak kantor, beserta layar untuk melihat langsung nilai setiap orang yang mengikuti tes.


" El, semangat! kenapa nilai kamu hanya segitu?" tanya Jose padaku sambil menepuk bahuku, yang tak sengaja bertemu aku di tempat tes.


"Soalnya sulit semua Jo." Jawabku pada Jose


"Aku pulang ya Jo." Ucapku pada Jose, kemudian berlalu dari Jose.


"Iya El." Jawabnya singkat.


Setibanya aku diluar terlihat orang sangat ramai, sedang asyik menonton di layar. Aku temui Kakak dan Ibuku.


"El, kesini." Kata Kak Alen sambil melambaikan tangan padaku.


"Kenapa nilai kamu cuma segitu El?" tanya Kak Alen padaku sambil berjalan menuju parkiran.


Aku tiba dirumah dan menghubungi Thomi. Lalu bercerita hasil tes aku yang sudah selesai, sedangkan Thomi belum mengikuti tes, jadwalnya besok, kali ini Thomi mengikuti tes di kota Masohi, dan itu berarti kami bisa ketemu dan berkenalan secara langsung.


Tut ... Tut .... Tut ...


"Hei, Sayang sudah pulang tes, gimana hasilnya, aman?" tanya Thomi padaku setelah menjawab telepon dariku.


"Sudah selesai Sayang tapi hasilnya tidak memuaskan, nilai yang aku dapat hanya 112." Jawabku pada Thomi, sambil duduk di teras.


"Tetap semangat Sayang tahun depan bisa coba lagi." Ucap Thomi padaku, mencoba memberi semangat.


"Iya Sayang, Oh iya besok jadwal kamu tes kan? sesi ke terakhir?" tanyaku pada Thomi.


"Iya Sayang, Doakan aku ya." Jawab Thomi.


"Pasti Sayang, Sudah dulu ya aku ke toko belanja." Ucapku pada Thomi kemudian mengakhiri telepon.


"Iya Sayang hati-hati." Jawab Thomi.


Pagi ini aku sudah tiba di sekolah dan melaksanakan tugasku dengan baik, seperti biasa kita yang baru selesai ikut tes akan ditanyakan oleh Guru senior tentang kesulitan dalam mengikuti tes. Sore ini Thomi akan mengikuti tes di sesi terakhir.


"Hai El, apa kabar? gimana hasil tesnya?" tanya Kak Niar padaku.


"Parah Kak." Jawabku singkat sambil menghadap layar laptop.

__ADS_1


"Kakak, gimana?" tanyaku pada Kak Niar.


"Sama El, parah juga." Jawab Kak Niar dengan wajah malas.


"Hai kalian, gimana hasil tesnya?" tanya Ibu Magda pada kami.


"Parah Ibu." Jawabku singkat sambil mengetik.


Siang itu aku, Jose, dan Niar lembur hingga sore hari atas permintaan Ibu kepala sekolah.


"Ibu El, Ibu Niar, dan Jo, bantu Ibu ya selesaikan dokumen yang akan Ibu bawakan ke kantor Dinas besok." Kata Ibu kepala sekolah sambil meletakan beberapa lembar kertas di meja Jose.


"Iya Ibu, siap!" jawab Jo pada Ibu kepala sekolah.


"Ibu pulang ke rumah, sebentar Ibu akan kembali temui kalian." Ucap Ibu kepala sekolah, kemudian berlalu dari pandangan kami


"Lembur yang tidak di bayar, hanya disini." Ucap Kak Niar dengan wajah malas.


"Bekerja saja Kak, yang ikhlas." Kata Jose sambil mengetik.


Tidak terasa hari semakin sore, dan kami bergegas untuk, pulang aku tidak menghubungi Thomi, takutnya mengganggu, aku yakin dia sudah selesai tes. Karena sekarang sudah jam 6 sore.


"Kak Niar kita pulang yuk." Ucapku mengajak Kak Niar pulang.


"Iya El, kita pulang. Biarkan Jose menunggu Ibu sendiri, dia kan punya motor, sedangkan kita, jalan kaki." Kata Kak Niar padaku sambil melangkah keluar ruangan.


"Jo, kamu tunggu Ibu ya, aku dan El akan pulang." Ucap Kak Niar pada Jose, kemudian kami berlalu darinya


Aku tiba dirumah, kemudian aku mandi setelah itu makan dan beristirahat di kamar. Aku mencoba menghubungi Thomi.


Tut ..Tut ... Tut ...


"Hei, hei, adodoo," jawab Thomi


"Gimana hasil tes kamu Sayang?" tanyaku pada Thomi.


"Aman Sayang, nanti aku kirim fotonya di WA." Jawab Thomi padaku.


"Ok Sayang, aku tunggu ya." Jawabku pada Thomi.


"Kamu sedang apa?" tanya Thomi padaku


"Aku lagi berbaring, baru pulang dari sekolah, tadi lembur." Jawabku pada Thomi.


"Lanjutkan tidurmu Sayang." Jawab Thomi.


"Sudah dulu ya Sayang aku kecapean." Kataku pada Thomi, kemudian mengakhiri telepon.


Setelah satu jam Kemudian aku mendapat pesan di WA dan ternyata Thomi mengirimkan beberapa foto nilai tesnya.


Nilainya sangat bagus dan memuaskan, tandanya dia siap menjadi seorang PNS. Aku turut bahagia dengan keberhasilan Thomi, walaupun aku belum berhasil.


Next.....


Mohon dukungannya.

__ADS_1


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya, untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️❤️❤️


__ADS_2