
Perasaan takut akan hilang jika kita bersama dengan orang yang kita sayang, dan tidak lupa berserah pada Yang Kuasa. Yang dapat mengatasi segala situasi.
Setelah tiga hari berada di desa Ibunya Thomi, aku memutuskan untuk kembali ke kota terlebih dahulu, dengan alasan ada urusan penting.
Pagi itu aku temui Thomi dan mengatakan padanya jika aku ada urusan penting, dan kita harus kembali ke kota, Thomi sempat ragu karena dia kehabisan uang, kemudian dia memberitahu orangtuanya.
"Thom, kamu lagi ngapain?"tanyaku saat bertemu Thomi di teras depan.
"Ngga, duduk-duduk saja aku." Jawab Thomi.
"Oh iya.Thom sebentar siang kita balik ya, soalnya aku ada urusan." Kataku pada Thomi.
"Nggak bisa di tunda Sayang?"tanya Thomi.
"Nggak bisa Thom, itu urusan pekerjaan aku, jadi nggak mungkin aku menunda." jawabku pada Thomi.
"Iya sudah, kalau begitu setelah sarapan kamu beres-beres barang kita, kemudian kita balik." Jawab Thomi padaku.
"Iya Thom." Jawabku singkat.
"Sayang, tapi aku kehabisan uang, gimana nih?" tanya Thomi padaku.
"Tidak usah dipikirkan aku ada sisa uang tabunganku, nanti aku berikan kartu bank untuk kamu, biar kamu cek saldonya." Jawabku pada Thomi.
"Baiklah Sayang, kalau begitu nanti aku beritahu Ayah Ibuku." Jawab Thomi.
Setelah kami selesai sarapan bersama, Ibunya Thomi, (namanya Ibu Elsa) menanyakan kepastian dariku, apa benar kami akan kembali ke kota hari ini?.
"El, katanya kamu sama Thomi akan kembali ke kota siang ini?" Tanya Ibu Elsa padaku.
"Iya Bu, soalnya aku ada urusan pekerjaan Bu."Jawabku pada Ibu Elsa.
"Oh iya, tapi cuaca hari ini mendung dan sedikit gelombang di laut." Kata Ibu Elsa
"Iya Bu, semoga siang nanti cuaca cerah." Jawabku.
"Iya, kalian pikir-pikir lagi yang baik." Kata Bu Elsa.
"Iya Bu." Jawabku.
Selesai berbicara dengan Ibu Elsa, aku bergegas ke kamar mandi kemudian bersiap untuk berangkat.
Thomi menghampiri aku, dan menanyakan persiapan aku, wajahnya kelihatan gelisah.
"Sayang kamu sudah siapkan semua barang-barang kita kan?"tanya Thomi padaku, saat bertemu aku di ruang tamu.
"Iya Thom, semua sudah beres."Jawabku.
"Sayang Aku minta kartu bank kamu ya, biar aku cek saldonya." Kata Thomi padaku.
"Oh iya Thom, sebentar ya."Jawabku, kemudian melangkah ke kamar dan mengambil kartu banknya
"Ini Thom."Kataku, sambil menyerahkan kartu bank pada Thomi.
"Ok, aku pergi ya." Ucap Thomi padaku setelah menerima kartu banknya.
"Iya Thom."Jawabku.
Thomi pergi meninggalkan aku, duduk sendirian di teras rumah sedangkan yang lain masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Kali Ini Ayah dari Thomi yang bertanya kepadaku tentang kepastian apakah kami akan kembali ke kota atau tidak.
"El, apakah kamu dan Thomi akan kembali ke kota siang ini?" tanya Ayahnya padaku.
"Iya Pak, aku ada urusan pekerjaan, jadi aku harus kembali Pak." Jawabku pada Ayah Thomi.
"Iya sudah kalian hati-hati di jalan ya." Kata Ayahnya.
__ADS_1
"Iya Pak."Jawabku singkat.
Setelah selesai berbincang dengan Ayahnya Thomi, aku berjalan ke kamar dan mengecek barang-barang kami, tak lama kemudian Thomi datang ke kamar dan mengatakan padaku, jika BRI Link terdekat tidak bisa menarik uang.
"Apalagi ya yang masih kurang, jangan sampai ketinggalan." Ucapku dalam hati, sambil mengecek barang kami.
"Sayang." Ucap Thomi sambil menatapku dengan wajah bingung.
"Iya kenapa?"tanyaku.
"BRI Link yang ada disekitar sini gangguan, aku tidak bisa mengecek uangnya." Kata Thomi dengan suara pelan.
"Iya sudah ngga apa-apa Thom, nanti kita cek di dekat pelabuhan Speed disana ada ATM kan."Jawabku pada Thomi.
Mendengar ucapan aku, Thomi bergegas kemudian mengajak aku berpamitan dengan orang rumah, karena kami akan berangkat.
"Thom, kalian mau jalan?" tanya Bu Acha pada kami.
"Iya Bu, takutnya makin siang nanti angin dan cuaca buruk." Jawab Thomi.
"Iya sudah, kalian hati-hati dijalan ya." Ucap Bu Acha pada kami, sambil berjabat tangan.
"Bu, kami jalan ya. Pak kami jalan ya." Ucapku pada Ayah dan Ibu Thomi, sambil berjabat tangan dan membungkuk.
"Iya, kalian hati-hati dijalan." Kata Ayahnya.
"Iya Pak." Jawabku sambil tersenyum.
Setelah kami selesai berpamitan, kami berangkat menuju pelabuhan speed dengan menggunakan motor.
"Sayang ayo naik dan kita jalan." Kata Thomi padaku.
"Iya Thom, terus motornya siapa yang ngambil nanti?" tanyaku pada Thomi.
"Tenang saja Sayang semua sudah diatur, kita siap jalan."Jawab Thomi padaku.
Setelah 30 menit berlalu dan kami tiba di pelabuhan speed, sebelum masuk ke pelabuhan, kami mampir sebentar ke ATM untuk mengecek saldo di tabunganku.
"Sayang kita mampir ke ATM ya."Ucap Thomi padaku.
"Iya Thom." Jawabku.
Setelah memarkirkan motor di parkiran, kami menuju pintu masuk ATM, untuk mengecek saldo.
"Sayang uangnya tersisa 750.000, aku ambil semuanya ya?"tanya Thomi padaku.
"Iya Thom."Jawabku singkat.
Setelah selesai mengambil uang aku dan Thomi menuju ke pelabuhan speed. Pelabuhan sepi penumpang membuat kami khawatir.
"Thom, bagaimana ini?"tanyaku dengan suara pelan pada Thomi sambil berdiri.
"Tenang Sayang, kita pasti berangkat, jangan takut." Jawab Thomi padaku.
Aku hanya terdiam sambil berjalan mengikuti langkah kaki Thomi. Aku berharap kita dapat berangkat dan bisa tiba di kota hari ini juga.
Thomi menghampiri seorang Bapak yang punya speed dan berbincang.
"Permisi Pak."Ucap Thomi pada Bapak yang sedang berdiri di pelabuhan.
"Iya, ada yang bisa dibantu?"tanya Bapak Itu kepada kami.
"Iya, kami mau berangkat, speed manakah yang akan berangkat?"tanya Thomi.
"Hari ini hanya ada satu speed yang beroperasi, tapi sudah di carter sama beberapa orang, jika kalian mau, nanti bicara sama orang yang carter speednya sebentar lagi mereka akan datang kesini."Kata Bapak itu pada Thomi.
"Oh iya Pak, terimakasih." Kata Thomi.
__ADS_1
"Sama-sama Dek."Jawab Bapak itu.
Setelah selesai berbincang, aku dan Thomi melangkah ke ruang tunggu sambil menunggu penumpang yang Bapak itu maksud.
"Kita harus menunggu lagi, sabar ya Sayang."Kata Thomi padaku.
"Iya ngga apa-apa."Jawabku.
Tidak lama kemudian terlihat ada empat orang Bapak dan dua orang Anak perempuan yang datang ke pelabuhan, rupanya mereka yang akan berangkat.
Setelah mereka berbincang dengan Bapak yang punya speed, akhirnya Bapak itu temui kami.
"Dek, kalian jadi berangkat kan?"tanya Bapak yang punya speed pada kami.
"Iya Pak, tapi apakah Bapak-bapak itu tidak keberatan?"tanya Thomi pada Bapak itu.
"Nggak Dek, aku sudah ngomong sama mereka, dan kata mereka speed masih ada tempat duduk kosong jadi boleh saja jika ada yang mau berangkat bersama mereka."Jawab Bapak itu pada kami.
"Baiklah Pak, kalau begitu. Oh iya boleh tahu tiketnya berapa Pak?" tanya Thomi.
"Per orang 75.000 saja."Jawab Bapak itu pada kami.
"Baiklah Pak, kami setuju."Jawab Thomi.
Setelah kami tiba di dalam speed, hatiku lega tapi perasaanku belum tenang melihat gelombang yang mulai besar.
Sesekali aku terkejut dan memeluk Thomi.
"Thom, apakah ini aman?"tanyaku pada Thomi.
"Aman Sayang, tenang saja ada aku disini, lebih baik kamu tidur."Jawab Thomi padaku.
"Iya deh."Jawabku.
Setelah tiga puluh menit dalam perjalanan, akhirnya aku dan Thomi tiba di pelabuhan, dan kami melanjutkan perjalanan dari pelabuhan menuju ke kosan dengan angkot.
"Sayang bangun kita sudah sampai." Kata Thomi sambil membangunkan aku.
"Oh iya, maaf aku ketiduran." Kataku.
Setelah turun dari speed, kami menuju angkot tujuan kota.
"Sayang kita naik angkot ya." Kata Thomi padaku.
"Iya Sayang." Jawabku.
"Ayo ikut aku."Kata Thomi sambil menggenggam tanganku.
Setelah kami duduk di dalam angkot, kemudian angkot itu berangkat lima belas menit kemudian kami tiba di komplek kosan, aku dan Thomi turun dari angkot, kemudian memanggil ojek, untuk melanjutkan perjalanan ke kost.
"Ojek ...."Teriak Thomi.
Dengan cepat tukang ojek itu datang bersama temannya mendekati kami.
"Ojek kemana Dek?" tanya tukang ojek itu pada kami.
"Kita ke lorong PLN."Jawab Thomi.
Motor itu melaju dengan cepat, dan akhirnya kami tiba di kost juga dengan selamat.
Next......
Mohon dukungannya.
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar, dan vote nya, untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️❤️❤️
__ADS_1