
Mencintai itu sakit,
lebih baik di cintai daripada mencintai.
Setelah tiga jam perjalanan akhirnya aku tiba di pelabuhan, dan memikirkan perjalanan menuju ke tempat yang sudah kami sepakati bersama.
"Edi kamu dimana? Aku sudah berada di tempat yang kamu minta." tanyaku pada Edi melalui via sms.
"Baiklah Aku masih dalam perjalanan." Balas Edi padaku.
"Ok. Sampai ketemu disana." Balasku pada Edi.
Dengan penuh semangat aku berjalan menuju angkot yang akan berangkat, kemudian memilih tempat duduk yang nyaman di angkot, dan tidak menunggu lama angkot itu sudah berangkat.
Tiga puluh menit berlalu aku tiba di depan tempat yang kami sepakati, sebelum aku masuk ke Penginapan itu aku membeli makanan terlebih dahulu.
"Permisi Buk, aku beli nasi kuning seporsi, dibungkus." Kataku pada Ibu yang berjualan nasi kuning.
"Baiklah, sebentar ya duduk dulu." Ucap Ibu penjual nasi kuning itu padaku.
"Darimana Dek?" tanya Ibu padaku sambil membungkus nasi.
"Aku baru tiba dari Pulau Buru, mau ke Pulau seram tapi sudah malam, makanya aku memilih untuk menginap di penginapan itu." Jawabku sambil menunjukkan wajah ke Penginapan.
"Oh. Sendiri ya?" tanya Ibu itu balik padaku sambil menyerahkan sebungkus nasi kuning padaku
"Iya Buk." Jawabku, berbohong pada Ibu, sambil memegang kantong plastik berisi sebungkus nasi kuning.
"Permisi Buk." Ucapku pada Ibu Itu, kemudian berlalu dari tempat jualannya.
Aku menuju ke penginapan dan berjalan ke meja resepsionis untuk memesan kamar.
"Selamat malam Kak," ucapku dengan suara pelan pada seorang Kakak perempuan yang sedang duduk di meja resepsionis ( karyawan di penginapan).
"Iya malam, ada yang bisa Saya bantu?" tanya Penjaga itu padaku.
"Aku mau pesan kamar, untuk satu malam." Jawabku pada Penjaga itu.
__ADS_1
"Aku bisa minta KTP, untuk mengisi data." Kata penjaga itu padaku.
"Ok. Ini KTP ku." Jawabku sambil menyerahkan pada resepsionis itu.
"Ini kunci, kamarnya disebelah sana, jika ada perlu bisa datang beritahu kami di meja resepsionis." Kata penjaga itu sambil menyerahkan kunci kamar dan menunjukkan padaku letak kamarnya.
"Iya, terimakasih." Jawabku padanya sambil melangkah menuju kamar, untuk beristirahat.
Setelah Aku berada di dalam kamar itu, Aku menuju kamar mandi dan mandi setelah itu Aku makan.
Tiga puluh menit berlalu, saat Aku sedang nonton tv yang berada di kamarku, tiba-tiba hpku bergetar, ternyata Edi menelponku.
"Halo, kamu dimana?" tanyaku pada Edi.
"Aku sudah di depan, kamu turun dan jemput aku, agar aku bisa masuk ke sana." Kata Edi padaku.
"Baiklah Aku turun sekarang." Aku melangkah keluar kamar dan turun melalui tangga hingga tiba di pintu utama penginapan itu.
"Halo, kamu dimana?" tanyaku pada Edi karena Aku tidak melihatnya.
"Aku disamping pagar penginapan." Jawab Edi padaku kemudian menutup teleponnya.
"Aku pikir kamu tidak datang temui aku." Kataku pada Edi dengan suara pelan sambil melangkah menuju pintu masuk.
"Jangan bahas disini, nanti saja setelah kita masuk." Ucap Edi padaku sambil memegang tanganku berjalan masuk.
Kami melewati beberapa anak tangga dan tiba di lantai atas, sebelum ke kamar, kami biasanya melewati meja resepsionis terdahulu.
Saat tiba di kamar kami makan bersama, setelah itu aku melontarkan beberapa pertanyaan pada Edi.
"Kamu kesini alasan apa untuk Ibu kamu?" tanyaku pada Edi dengan suara pelan.
"Aku bilang, ada urusan jadi Aku harus ke sini." Jawab Edi padaku.
"Oh.. Apa kamu serius ingin melupakan Aku?" tanyaku pada Edi dengan suara pelan sambil menatap wajahnya.
"Aku minta maaf El, ini semua kesalahanku, Aku khilaf karena kamu jauh dariku, itu membuatku tak berdaya." Jawab Edi padaku sambil memegang erat tanganku.
__ADS_1
"Apa kamu sudah melewati batasan itu?" tanyaku pada Edi dengan suara serak kemudian meneteskan air mata.
"El, maafkan Aku, jika kamu tahu apa yang sudah Aku lakukan pasti kamu sangat marah padaku." Jawab Edi padaku sambil memeluk erat tubuhku dan memohon padaku.
"Jadi benar, kamu telah melewati batasan itu!?" tanyaku pada Edi dengan nada kasar sambil meneteskan air mata dan melepaskan pelukannya
"Maafkan Aku El, semua telah terjadi, Aku jujur sama kamu." Jawab Edi dengan suara serak sambil menghapus air mataku di pipi.
"Jangan sentuh Aku Edi, jangan!" ucapku penuh emosi dan perasaan campur aduk.
"El, dengarkan Aku, Maafkan Aku." Ucap Edi dengan suara serak sambil menarik tanganku.
"Jadi wanita itu yang sudah membuat hubungan kita hancur seperti ini? apakah Dia yang sudah disetujui Ibumu?" tanyaku pada Edi sambil menangis.
"Aku mohon jangan Tinggalkan Aku El." Kata Edi padaku sambil berlutut memeluk kedua kakiku.
Aku terdiam dan mencoba merenungkan kembali semua ucapan Ibunya dan apa yang Dia lakukan sekarang padaku.
"Jangan memohon padaku, Aku bukan Tuhan yang selalu memaafkan. Saat ini Aku belum bisa memaafkan-mu." Ucapku pada Edi dengan pelan sambil menghapus air mataku yamg terus menetes.
"Memang benar Ibu kamu memang tidak menyukaiku dari awal, tapi kenapa kamu memaksaku untuk tinggal bersama keluargamu?" tanyaku pada Edi dengan suara pelan sambil duduk merenung.
"Itu dulu El, dan setelah itu Ibu telah menerima kamu untuk tinggal bersama kami hingga kamu lulus kuliah. Dan Ibu sudah menyayangimu seperti Anaknya sendiri, apa belum cukup untuk semuanya El?" tanya Edi padaku dengan suara gemetar.
"Edi, Ibu memang baik padaku, memangnya Ibu yang akan menikah dengan Aku?" tanyaku balik pada Edi dengan emosi sambil menangis.
Edi hanya terdiam mendengar apa yang Aku katakan padanya, setelah selesai melepaskan kemarahan-ku. Suasana di kamar itu diam tidak ada yang bersuara, dan akhirnya kami memilih untuk beristirahat.
"Tidurlah agar hati dan pikiranmu tenang besok pagi kita akan berangkat bersama untuk pulang, jangan sampai kamu kelelahan." Kata Edi padaku sambil mengusap kepalaku kemudian tidur di sebelahku, yang dibatasi dengan bantal dan rasa benci bercampur marah.
"Dasar buaya, sudah ketangkap masih saja merayu, jangan harap Aku kembali padamu, Aku tidak akan tertipu olehmu lagi." Ucapku dalam hati, kemudian berusaha untuk tidur.
Next......
Mohon dukungannya.
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya untuk mendukung karya ini, agar penulis semakin bersemangat.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya.❤️❤️❤️❤️