
Perasaan sedih yang dirasakan oleh seorang wanita, bukanlah sebuah drama atau pura-pura, melainkan karena dia tersakiti oleh perkataan yang menyinggung perasaan atau juga perbuatan.
Rasa ingin tahu dan ingin lebih mengenal keluarga Thomi, membuat aku ingin sekali pergi ke rumahnya. Siang itu aku memutuskan untuk berangkat ke kota, dan temui Thomi dirumahnya.
Sebelum aku bersiap-siap pastinya aku sudah bertanya lebih dulu kepada Thomi, boleh atau tidak aku menghampiri dia kerumahnya.
"Thom, sibuk ngga?"tanyaku pada Thomi lewat pesan yang aku kirim.
"Ngga Sayang, ada apa?"tanya Thomi padaku dalam pesan
"Tiba-tiba aku kepikiran untuk ketemu kamu, boleh ngga?"Jawabku, kemudian balik bertanya pada Thomi lewat pesan yang aku kirim.
"Boleh dong Sayang."
"Memangnya kamu rencana mau ke sini kapan?"tanya Thomi padaku dalam pesan.
"Sekarang ini Thom, jika kamu memberi izin padaku."Balasku pada Thomi.
"Oh iya, di rumahku hanya ada Ayah dan Adikku." Balas Thomi padaku.
"Yang lain pergi kemana Thom?"tanyaku pada Thomi dalam pesan.
"Lagi liburan ke kota Ambon." Balsa Thomi padaku.
"Jadi gimana, aku jadi kerumah kamu kan?"tanyaku pada Thomi dalam pesan yang dikirim.
"Iya dong Sayang, kalau sudah tiba di terminal hubungi aku, biar aku yang jemput kamu ya." Balas Thomi padaku dalam pesan.
"Iya Thom." Balasku singkat.
Dengan rasa senang dan penuh semangat aku bergegas, bersiap-siap dan tidak lupa aku mengambil beberapa lembar pakaian dari dalam lemari, untuk di bawa persiapan, jika aku menginap.
Hari mulai sore dan aku bersiap kemudian berdiri ditepi jalan sambil menunggu taksi lewat, ( di kampung kami istilah taksi hanya untuk mobil Avanza, atau innova yang dipakai untuk mencari penumpang.
"Sayang, kamu sudah jalan?"tanya Thomi dalam pesan yang dikirim padaku.
"Belum Thom, aku masih menunggu taksi lewat."Balasku pada Thomi.
"Iya sudah, kalau sudah berangkat, beritahu aku ya." Balas Thomi padaku.
"Iya Thom, kamu sudah pulang kantor?" tanyaku dalam pesan yang dikirim untuk Thomi.
"Iya Sayang, hari ini pulangnya awal dari hari yang lain." Balas Thomi padaku.
"Nanti aku yang jemput ya Sayang." Balas thomi padaku.
"Iya Thom." Balasku singkat.
Setelah selesai mengirimkan pesan untuk Thomi, aku kembali fokus untuk menunggu taksi lewat, hari sudah semakin sore, aku mulai ketakutan karena nantinya akan gelap di dalam perjalanan.
Satu jam sudah aku menunggu taksi, aku mulai bosan karena lama menunggu, tapi rasa penasaran yang ada dalam diriku, membuatku bertekad untuk pergi.
Taksi pun lewat juga, beberapa taksi yang lewat aku mencoba memberhentikan tapi semuanya full dengan penumpang, hingga terakhir ada satu taksi yang berhenti terlihat tidak ada penumpang sama sekali.
"Mau kemana Mba?"tanya Supir itu padaku.
"Ke kota Masohi Pak."Jawabku padanya.
"Iya, ayo." Kata Supir taksi padaku.
__ADS_1
Saat aku melangkah mendekati mobilnya, supir itu mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil, dan kami berangkat menuju kota, tidak lupa aku memberitahu Thomi, jika aku sudah dalam perjalanan.
"Thom, aku sudah dalam perjalanan sekarang." Kataku dalam pesan yang dikirim untuk Thomi.
"Iya Sayang, nanti aku jemput kamu ya." Balas Thomi.
"Iya Thom." Balasku.
Didalam perjalanan Pak supir mengajukan beberapa pertanyaan padaku, sebagai pembuka bicara, karena tidak ada orang lagi untuk di ajak ngobrol.
"Mba, nanti di kota alamatnya dimana, biar aku antar langsung ke alamatnya."tanya Pak Supir padaku.
"Alamatku, Gang singa, tapi terimakasih aku turun di terminal saja, nanti ada yang jemput." Jawabku.
"Oh iya, keluarga Mba tinggal disini?"tanya Pak Supir.
"Iya Pak." Jawabku singkat.
"Dari penampilan dan gaya bahasa Mba, sepertinya Mba seorang Guru ya?"tanya Pak Supir padaku.
"Hmm...." Jawabku sambil tersenyum kecil
Satu jam telah berlalu dan aku tiba di terminal, sebelumnya sudah aku hubungi Thomi untuk menjemput aku. Saat aku turun dari mobil, terlihat olehku Thomi yang sedang duduk menunggu aku di parkiran motor, kemudian aku menghampiri dia.
"Hei, kamu parkirnya jauh banget," Kataku saat bertemu Thomi.
"Ngga, ini tempat parkir yang pas." Kata Thomi padaku.
"Rencana dari sini mau kemana?" tanya Thomi padaku.
" Terserah kamu saja Thom, aku ikut." Jawabku.
"Baiklah, kalau begitu kita makan terlebih dahulu, oh iya dirumah hanya ada aku, Ayah, dan Adikku." Kata Thomi padaku.
Setelah selesai makan kami keliling-keliling, kemudian kembali ke rumahnya, sudah jam delapan malam dan aku sangat kelelahan, aku meminta Thomi untuk pulang ke rumah, aku sangat mengantuk.
"Thom, kita pulang yuk, aku mengantuk." Kataku pada Thomi.
"Yakin, pulang?" tanya Thomi padaku.
"Iya Thom." Jawabku singkat.
"Baiklah kita pulang sekarang."Kata Thomi padaku.
Kami tiba dirumah, suasana rumah sepi, tidak ada orang dirumah, Ayahnya belum pulang urusan. Thomi mengajakku masuk ke dalam rumah, dan menunjukkan sebuah kamar untuk aku beristirahat.
"Beginilah suasananya, sepi." Kata Thomi padaku.
"Iya yah.." Jawabku.
"Sayang ini kamar untuk kamu beristirahat." Kata Thomi padaku.
"Baiklah." Jawabku.
Setelah Thomi selesai menunjukkan kamar padaku, dia membiarkan aku sendiri dan memilih pergi ke kamarnya, karena kelelahan membuatku tertidur pules.
Pagi itu aku dibangunkan oleh Thomi, karena dia akan ke kantor, sekalian dia mengantarkan sarapan untukku ke kamar.
"Sayang, bangun aku akan ke kantor."Kata Thomi sambil menggerakkan tanganku.
__ADS_1
"Hei....." Jawabku dengan terkejut.
"Aku buatkan sarapan untuk kamu, setelah itu kamu mandi ya, aku akan ke kantor." Kata Thomi padaku.
"Iya Thom, terimakasih ya." Jawabku.
Setelah Thomi berangkat ke kantor, juga Ayahnya berangkat ke sekolah, aku bangun dan mandi dan tidur lagi.
Siang itu tidak ku sangka dan tidak ku duga, setelah Adiknya datang kerumah, tiba-tiba Ibunya menelpon, karena ada orang yang datang aku memilih untuk keluar kamar dan duduk diruang keluarga.
Saat dia menjawab telepon drai Ibunya, ternyata Ibunya meminta dia menyerahkan hpnya padaku, untuk bicara denganku.
"Halo Buk, ada apa?"tanya Adik Thomi pada Ibunya.
"Ada yang lapor sama Ibu, katanya ada perempuan datang kerumah?" tanya Ibu pada Adiknya.
"Iya benar orangnya ada dirumah, pacarnya Thomi Buk." Jawab Adiknya.
"Berikan hp padanya Ibu mau bicara sama dia.
Adik Thomi menyerahkan hpnya padaku, agar mendengar apa yang Ibunya katakan.
"Halo." Ucapku.
"Nak, Sejak kapan kamu datang kerumah?"tanya Ibunya padaku.
"Tadi malam Bu, aku tiba dari Ambon dengan kapal sudah malam, dan Thomi mengajak aku untuk nginap dirumah." Jawabku.
"Kenapa datang disaat Ibu tidak ada dirumah, itu tetangga-tetangga lihat dan lapor sama Ibu, ibu jadi terkejut mendengarnya, tolong ya, jangan jadi bahan bicara tetangga." Kata Ibunya padaku.
"Iya Buk, aku sudah siap untuk pulang, aku lagi tunggu, waktunya angkot berangkat."Jawabku pada Ibunya.
Setelah selesai berbicara aku bergegas untuk kembali ke desa, dengan perasaan sedih, aku berjalan kaki menyusuri jalan setapak itu.
Sambil mengirimkan pesan pada Thomi, memberitahu dia jika aku sudah pulang ke desa.
"Thom, aku sudah pulang ke desa, sekarang dalam perjalanan menuju ke terminal."Kataku dalam pesan.
"Sayang, ada apa, kamu nggak suka dirumah aku?"Balas Thomi padaku merasa terkejut.
"Tadi Ibumu menelpon Adik kamu dan Ibu minta bicara sama aku, aku dimarahi Thom, katanya ngga boleh datang kerumah, kalau Ibumu ngga ada."Balasku pada Thomi.
"Terus kamu ngomong apa?"Balas Thomi.
"Aku bilang, karena kapalnya tiba sudah malam, mknya Thomi mengajak aku untuk menginap dirumah." Balasku.
"Iya sudah nanti aku yang bicara sama Ibu." Balas Thomi.
Didalam perjalanan aku menahan rasa sedihku, hingga aku tiba di terminal, dan naik angkot, aku tidak membalas lagi pesan dari Thomi.
"Sayang kamu jangan pulang ya, kamu cari saja penginapan untuk tinggal nanti aku yang bayar, kalau kamu pulang nanti orangtuamu berpikir apa sama aku, mau ya." Kata Thomi dalam pesan.
"Ngga usah Thom, aku pulang saja, dah..." Balasku pada Thomi.
Didalam perjalanan menuju desa, aku menangis tiada henti, mengingat perkataan dari Ibunya, membuatku berpikir tentang hubungan kami.
Next>>>>>>>>>>
Mohon dukungannya.
__ADS_1
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian❤️❤️