JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 36. Malam tahun baru


__ADS_3

Rasanya ingin terus bersama, dan mendoakan semua harapan-harapan di tahun yang akan datang. Bahagia, bila kita melewati momen yang indah bersama orang yang kita sayang, yang menyayangi kita dengan tulus.


Hari ini aku dan Thomi tidak kemana-mana, karena cuaca hujan, aku memutuskan untuk tidur siang setelah selesai mandi.


Aku tidak masak untuk makan siang, karena Thomi yang akan masak untuk kami makan siang nanti.


"Kenapa harus hujan di pagi hari sih?" tanyaku.


"Tandanya kamu belum mandi Sayang."Jawab Thomi.


"Iya aku belum mandi, memangnya kamu sudah selesai mandi?"tanyaku pada Thomi.


"Belum Sayang."Jawab Thomi singkat.


"Sama juga kayak aku." Kataku pada Thomi sambil tertawa.


Aku meyiapkan sarapan pagi untuk kami, karena cuaca hari ini hujan jadi, hari ini kami hanya makan roti dan minum susu.


"Sayang kamu buat sarapan apa untuk kita?"tanya Thomi padaku.


"Ngga ada Thom, kita ngga sarapan pagi ini."Jawabku dengan wajah serius.


"Ah, masa sih, di kulkas kan ada makanan, kenapa kamu ngga masak?"tanya Thomi.


"Suka-suka aku dong Thom, pagi ini kita sarapannya roti sama susu saja."Jawabku sambil menyiapkan sarapan pagi untuk kami.


"Terserah kamu saja deh."Jawab Thomi.


Aku hanya diam mendengar apa yang dikatakan Thomi, sambil menyiapkan sarapan. Bagiku apa yang dia katakan itu hanya omong kosong.


"Ayo sarapan Thom, kalau ngga aku habiskan sarapannya."Ucapku pada Thomi yang sedang main hp.


"Kamu ngga lapar ya?"tanyaku pada Thomi.


"Lapar Sayang."Jawab Thomi.


"Ayo sarapan jika tidak, kamu makan saja hpmu."Kataku pada Thomi.


"Iya-iya."Jawab Thomi kemudian menghampiri aku.


"Thom, siang ini kamu yang masak ya."Ucapku pada Thomi sambil sarapan.

__ADS_1


"Kenapa Sayang kamu capek/kamu sakit?"tanya Thomi padaku.


"Ngga Thom, aku cuma hanya ingin merasakan masakan kamu."Jawabku pada Thomi.


"Iya sudah, kalau begitu hari ini kamu strahat biar aku yang handel semua urusan dapur."Kata Thomi padaku dengan serius sambil menatapku.


"Terimakasih ya Thom, kamu memang sangat baik, aku bisa membayangkan jika kita menikah nanti, mungkin aku akan lebih bahagia lagi lebih dari saat ini."Ucapku pada Thomi.


"Pokoknya segala sesuatu jika kamu minta pasti aku kerjakan, apa yang bisa aku kerjakan akan aku kerjakan, aku tidak ingin memaksakan wanita untuk bekerja, karena jika sakit yang repot pasti aku."Kata Thomi padaku.


"Kamu sangat baik Thom, pengertian, juga rajin membantu, memang banyak laki-laki diluar sana tapi yang seperti kamu tidak banyak Thom, aku bersyukur bisa ketemu kamu."Ucapku pada Thomi.


"Jangan terlalu memuji Sayang, aku hanya bisa berusaha membuat kamu bahagia." Kata Thomi.


"Memangnya selama ini kamu ngga bahagia?"tanyaku pada Thomi.


"Aku dulu pernah pernah punya pacar, aku sayang banget sama dia, tapi dia ngga jujur Sayang, aku ajak dia jalan-jalan dia nggak mau, diam-diam aku ke komplek rumahnya menggunakan motor dan helm agar tidak dikenal, ternyata aku melihat dia keluar dari rumah bersama laki-laki lain. Aku sangat kecewa, dan malam itu aku memutuskan dia."Kata Thomi padaku.


"Oh, gitu ya. Lupakan, itu semua masa lalu yang kurang menyenangkan, aku juga kan punya cerita masa lalu yang tidak menyenangkan, tapi aku bersyukur bisa bertemu dengan kamu Thom."Kataku pada Thomi.


Setelah selesai sarapan, Thomi bergegas untuk masak sedangkan aku, berbaring sambil nonton tv.


Tidak diragukan lagi soal rasa masakannya, selalu pas di lidah. Setelah selesai masak Thomi mengajakku untuk makan siang bersama.


"Sayang makan yuk."Kata Thomi padaku.


"Iya Thom sebentar."Jawabku.


"Ayo Sayang bangun dan makan, apa kamu mau aku suap kamu."Kata Thomi.


"Ngga Sayang aku bisa makan sendiri."Jawabku.


Aku bangun dan mencicipi masakan Thomi, yang sudah tersedia.


"Wow kelihatannya enak, aku coba ya Thom."Ucapku saat melihat masakan Thomi.


"Silahkan Nona."Jawab Thomi, sambil tersenyum.


"Wow, rasanya pas, cocok di lidahku. Aku suka."Kataku saat mencicipi masakannya.


"Ayo makan Sayang, setelah itu tidur."Kata Thomi.

__ADS_1


Makan siang telah selesai, aku mencuci piring, kemudian mandi dan tidur siang.


Sebentar malam nanti ada pesta kembang api pasti rame.


Sore itu, aku memilih untuk tidur lebih awal, karena persiapan sebentar malam nanti ngga bisa tidur, karena bunyi kembang api.


"Thom aku tidur duluan ya." Ucapku pada Thomi yang sedang duduk nonton tv.


"Kamu ngga makan malam Sayang?"tanya Thomi padaku.


"Nanti saja Thom setelah aku bangun nanti." Jawabku pada Thomi.


"Iya sudah terserah kamu saja lah."Kata Thomi.


Malam itu sangat ramai dengan bunyi kembang api, aku di bangunkan oleh Thomi untuk keluar menyaksikan pesta kembang api.


"Sayang, bangun ..."Kata Thomi sambil membangunkan aku.


"Iya ada apa Thom?"tanyaku pada Thomi dengan terkejut.


"Ngga ada apa-apa ayo kita duduk diluar dan menyaksikan kembang api."Kata Thomi padaku.


"Iya."Jawabku kemudian keluar dari kamar mengikuti langkah Thomi, sambil memegang selimut, karena udara dingin.


"Ayo duduk disini Sayang."Kata Thomi mengajak aku duduk di salah satu kursi disampingnya.


"Iya Thom."Jawabku kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan untuk aku.


"Wow indahnya malam ini penuh dengan warna-warni kembang api yang menyala."Ucapku dalam hati.


"Bagus kan Sayang, pasti kamu belum pernah menyaksikan indahnya malam tahun baru seperti ini?." tanya Thomi padaku.


"Iya Thom, belum pernah."Jawabku sambil menyaksikan keindahan di malam itu.


Next.....


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote, untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.


Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2