JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 17. Ajak balikan


__ADS_3

jangan meninggalkan orang yang sudah menemani kamu mulai dari nol.


Aku sekarang mulai menikmati indahnya hari-hariku bersama Thomi, yang selalu punya banyak waktu untukku kapanpun walaupun, kami terpisah sangat jauh. Sebelum tidur kami saling mengirimkan ucapan.


"Selamat malam kesayangan, selamat tidur semoga mimpi indah." Kata Thomi dalam pesan yang dikirim melalui via sms


"Juga Sayang, terimakasih atas ucapannya." Balasku pada Thomi


"Sudah makan atau belum?" tanya Thomi padaku dalam pesan


"Sudah Sayang." Balasku pada Thomi dengan singkat


"Sayang jika besok aku tidak membalas pesan dari kamu tandanya pulsaku telah habis, dan aku belum punya uang untuk membeli pulsa, sebulan ini pengeluaran aku cukup besar untuk biaya bolak-balik." Kataku yang ku kirim melalui sms pada Thomi.


"Oh iya Sayang, nanti besok aku kirimkan kuota sms gratis seminggu buat kamu." Balas Thomi padaku


"Sayang terimakasih. Maaf jika merepotkan kamu." Balasku pada Thomi


"Jangan bicara seperti itu Sayang, kita kan sudah resmi pacaran, masa kamu pikirnya seperti itu, jika aku bisa, aku bantu, jika tidak bisa ya, maaf tidak bisa." Kata Thomi dalam sms balasannya padaku.


"Sayang aku telepon kamu ya, pengen dengar suara kamu." Balasku pada Thomi


"Boleh." Balas Thomi singkat


Tut..tut.tut.. bunyi telepon tersambung ke hpnya Thomi, seketika terdengar suara.


"Halo," Ucapku sambil berbaring di tempat tidur


"Hei, hei. Ada yang kangen nih cie.cie." Ucap Thomi mengejekku


"Ih, kamu ini suka ya mengejek aku, awas ya kamu jika ketemu nanti, ku cubit mulutmu." Ucapku pada Thomi sambil tertawa pelan


"Coba, aku suka dicubit, buktikan dong jangan cuma ngomong doang." Kata Thomi mengejek

__ADS_1


"Iya nanti. Sayang sudah dulu ya teleponnya, aku mengantuk dan besok aku kerja pagi." Kataku pada Thomi


"Iya Kesayangan selamat tidur, mimpi indah, jangan lupa Doa, dan selalu semangat." Ucap Thomi padaku dengan penuh perhatian


"Iya Sayang kamu juga, aku tutup teleponnya ya." Kataku pada Thomi kemudian mengakhiri teleponnya


Pagi itu aku bangun hampir terlambat dan aku tidak punya banyak waktu lagi dirumah, bahkan untuk membalas pesan juga tidak sempat aku lakukan. Setelah selesai berdandan aku berpamitan pada Ibu, dan aku berlari melewati setapak hingga tiba di jalan utama dan menunggu ojek.


"Ojek Ibu?" tanya salah seorang Bapak tukang ojek yang lewat depan aku lalu berhenti


"Iya Pak, aku mau ojek." Jawabku dengan cepat pada Bapak itu


"Aku naik ya Pak?" tanyaku pada Bapak tukang ojek itu


"Iya Ibu." jawab Bapak dengan singkat, kemudian berangkat


"Kita kemana Bu?" tanya Bapak itu padaku


Motor itu melaju dengan cepat, hingga aku tiba di depan pintu pagar sekolah. Motor berhenti aku membayar tarif ojeknya, kemudian Bapak itu melaju ke tempat mangkalnya. Aku melangkah masuk ke dalam lingkungan sekolah dengan cepat, kemudian menuju ke Ruang Guru.


"Selamat pagi." Ucapku pada beberapa Guru yang sedang duduk di dalam Ruang itu


"Pagi juga El, tumben kamu terlambat El?" Jawab Nining padaku kemudian bertanya dengan rasa heran sambil menatap layar laptop yang sedang dia gunakan


"Biasa Ning. Sesekali boleh asal jangan terus-menerus." Ucapku pada Nining sambil tersenyum, kemudian duduk di meja kerjaku.


"Kamu dari Ambon ya El?" tanya Nining padaku


"Iya Ning." Jawabku dengan senyuman


"Sepertinya ada yang bahagia. Ketemu pacar ya..ayooo?" tanya Nining padaku sambil bercanda


"Iya Kak. Tidak perlu berbohong kan." Jawabku pada Nining sambil tersenyum membuatnya semakin percaya

__ADS_1


Sebelum kami bekerja menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai, aku sempatkan untuk membaca pesan dari Thomi.


"Selamat pagi Kesayanganku. Semoga harimu bahagia, dan tetap semangat." Kata Thomi melalui pesan via sms


"Juga Sayang." Balasku pada Thomi sambil tersenyum, dan secara tidak sengaja Nining melihatku senyum-senyum sendri


"Dapat pesan dari pacar ya?" tanya Nining padaku sambil memandang ke arahku dengan senyuman dan sesekali tertawa


"Iya Ning, kita LDR jadi harus sering komunikasi, agar hubungan bisa terjaga." Ucapku pada Nining sambil mengetik di laptop


Setelah selesai bekerja aku dan Nining kembali bercerita. Sambil menunggu jam mengajarnya Nining, tiba-tiba hpku bergetar tanda ada telepon, saat ku buka ternyata telepon dari Edi.


"Halo, ada perlu apa lagi kamu menelponku? belum puas kamu mengancam aku?" tanyaku pada Edi, sambil berjalan ke luar ruangan memilih tempat yang sepi untuk berbicara.


"El, jangan marah dulu dengar aku sebentar." Ucap Edi padaku dengan suara pelan


"Apa yang mau di dibicarakan?" tanyaku pada Edi dengan tegas


"El, kamu tahu kan Wanita itu, aku sudah putus sama dia, ternyata dia itu janda dan dia dekati aku agar aku bisa membantu dia membayar tagihan motor yang dia kredit. Aku menyesal El, ternyata kamu yang paling mengerti aku selama ini. Kalau boleh, kita balikan lagi." Kata Edi padaku dengan suara pelan dan berusaha menjelaskan padaku


"Oh, begitu ya, pantesan kamu tergila-gila sama dia. Tapi maaf bangat aku sudah punya pacar baru dan aku sudah bahagia." Jawabku pada Edi dengan singkat, membuatnya marah


"kurang ajar! brengsek kamu El! Tega kamu sama aku El." Kata Edi dengan penuh emosi, mendengar ucapan aku


"Katanya kamu sama dia mau menikah di hari ulangtahun kamu, katanya Ibumu sudah setuju, kok sekarang sudah bubar?" tanyaku pada Edi dengan suara santai, sambil sesekali tertawa pelan


"Kamu senang kan El, lihat aku menderita seperti ini? Dasar tidak tahu diri, kamu memang tidak tahu diri, brengsek!" kata Edi padaku dengan emosi


"Terserah kamu, mau ngomong apa?


intinya aku sudah bahagia sekarang." Ucapku pada Edi kemudian mengakhiri teleponnya


"Dasar Lelaki tidak tahu malu, sudah mengkhianati aku, sekarang minta balikkan, maaf ya, aku tidak mau!" Ucapku dalam hati, sambil berjalan menuju ruangan

__ADS_1


__ADS_2