
Jangan mudah percaya dengan orang lain, kadang orang terdekat adalah orang yang membenci kita.
Hari ini cuaca cerah aku memutuskan untuk mencuci pakaian, tapi saat itu aku kehabisan sabun cuci, dan aku harus pergi untuk membeli sabun cuci di warung/toko kecil terdekat.
Saat ini hubungan kami sekeluarga sedang tidak baik dengan Kakak Ipar, Dia selalu menceritakan apapun yang kami kerjakan kepada orang.
Saat aku tiba di warung untuk membeli sabun cuci, penjaga toko menatapku heran.
"Hai El, apa kabar?"tanya penjaga toko padaku.
"Baik Buk."Jawabku singkat.
"Buk, aku beli sabun cuci ya." kataku pada Ibu pemilik toko, namanya Ibu Jo
"Iya tunggu sebentar." Jawab Ibu pemilik toko padaku.
"El, suami kamu orang mana?"tanya Ibu Jo padaku, sambil berdiri menyerahkan sabun cuci padaku dan menatapku.
"Orang Masohi Buk."Jawabku singkat.
"Jadi berapa semuanya Buk?"tanyaku pada Ibu Jo.
"Dua puluh ribu saja El."Jawab Ibu Jo.
"Oh iya, ini Buk." Jawabku sambil menyerahkan selembar uang bernilai dua puluh ribu rupiah kepada Ibu Jo.
"Terimakasih El."Jawab Ibu Jo padaku.
"Oh iya, eh kemarin kakak ipar kamu datang kesini duduk-duduk dia ceritain kamu loh El, kata dia gini: Itu si El, sudah nikah entah kenal dimana sama lakinya, entah lakinya kerja apa, sudah buru-buru menikah." Kata Ibu Jo padaku merasa heran.
"Sudahlah Buk, di dengar saja, orang seperti itu akan terus seperti itu, nggak bisa berubah.
"Eh tapi ngomong-ngomong suami kamu kerja dimana El?"tanya Ibu Jo padaku.
"Suami pegawai kantoran, Buk."Jawabku singkat.
__ADS_1
"Terus kalian kenalannya dimana?"tanya Ibu Jo.
"Di hp Buk."Jawabku singkat.
"Oh begitu ya."Jawab Ibu Jo.
"Aku pamit ya."Kataku pada Ibu Jo.
"Iya El, hati-hati." Jawab Ibu Jo.
Aku berjalan kembali ke rumah, setibanya aku dirumah, aku melihat Kakak Ipar sedang membersihkan halaman, tapi aku tidak perduli untuk menegurnya.
Bagiku kamu bukan siapa-siapa aku apalagi memberiku makan, atau membiayai sekolahku, aku tidak perduli.
"Ternyata orang ini yang suka menceritakan kekurangan kami untuk orang-orang, dasar tidak tahu malu."Kataku dalam hati.
"Ingin rasanya aku memarahinya, tapi aku sadar, jika aku melakukannya, berarti aku sama saja seperti dia.
"Oh tidak, aku berpendidikan, dan orang seperti itu tidak perlu di tanggapi."Kataku dalam hati.
Aku berjalan menuju tempat pencucian pakaian dan mulai mencuci, seperti biasa setelah selesai mencuci pakaian aku dan Ida duduk santai di teras depan sambil bercerita.
"Lumayan juga."Jawabku pada Ida.
"Kenapa nggak nyewa aku saja, biar aku yang nyuci."Kata Ida padaku.
"Aku bisa kok." Jawabku pada Ida.
Setelah selesai mencuci pakaian aku menjemur cucian dan bertemu dengan Ida di dapur untuk berbincang.
"Dek, ada cerita baru, kamu mau dengar nggak?"Kataku pada Ida dengan suara pelan.
"Apa itu Kak, bikin penasaran."Kata Ida padaku sambil merapihkan meja.
"Tahan dulu Kak, nanti kita bicarakan di teras depan." Kata Ida padaku.
__ADS_1
Akhirnya selesai masak dan merapihkan meja makan kami berjalan ke teras depan.
"Terus Kak, apa yang mau di sampaikan tadi?"tanya Ida padaku sambil duduk menatapku.
"Kamu tahu nggak tadi aku ke toko Ibu Jo, untuk beli sabun cuci dan Ibu Jo mengatakan ini padaku."Kataku pada Ida.
"Iya terus."Kata Ida penasaran.
"Aku jadi bahan ceritanya Kakak Ipar, hebat kan aku, bisa jadi artis loh." Kataku pada Ida.
"Apa yang dia ceritakan disana?"tanya Ida padaku.
"Dia menceritakan aku dan Thomi, katanya: itu si El, buru-buru menikah, entah lelaki itu kerja apa?, darimana?" Katanya gitu Ida.
"Oh ya, bagus dong berarti dia penasaran sama kamu."Kata Ida padaku sambil tertawa.
"Tapi aku nggak habis mikir, apa untung nya juga, menceritakan orang."Kataku pada Ida.
"Bodoh amat, biarkan dia dengan otaknya." Kata Ida padaku.
"Ida kamu juga hati-hati jangan sampai jadi bahan cerita seperti aku."Kataku sambil tertawa.
"Itu yang aku suka, biar rame Kak." Kata Ida sambil tertawa.
Sudah menjadi bagian dari keluarga kami, tapi masih saja menceritakan kekurangan kami kepada orang lain, begitulah hidup menantu perempuan dari keluarga kami.
Aku tidak perduli, yang penting aku tidak meminta-minta dari kamu untuk makan dan minum.
Visual Ida
~Bersambung~
Mohon dukungannya.
__ADS_1
Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.
Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️