JODOH DARI TUHAN

JODOH DARI TUHAN
Bab 57 Merenung


__ADS_3

Sesuatu yang diinginkan belum juga di dapat membuat setiap orang menjadi diam dan sedih.


Setelah mendengar jawaban dari Thomi, aku hanya terdiam sambil berpikir sejenak,


suasana kamar hening tanpa suara hanya terdengar bunyi kipas angin.


Beberapa saat kemudian aku mencoba untuk bertanya kepada Thomi.


"Thom, kamu tahu ngga aku ingin skali punya anak. Kenapa kamu berpikir aku belum siap?"tanyaku pada Thomi dengan suara pelan.


"Sayang, jangan terburu-buru, kamu nikmati saja waktumu, sebelum nanti kamu tidak punya waktu untuk jalan-jalan, piknik."Jawab Thomi padaku dengan santai.


"Memangnya begitu?"tanyaku untuk Thomi.


"Iya Sayang, jika sudah punya anak, waktu kamu tidak ada yg tersisa." Jawab Thomi dengan wajah serius.


"Oh ya, benar juga kamu Thom, pasti aku hanya dirumah ngga bisa kemana-mana." Jawabku sambil berpikir.


"Makanya aku ingin kamu nikmati waktumu sekarang."Tambah Thomi menjelaskan.


"Tapi kamu ngga apa-apa?"tanyaku pada Thomi.


"Tenang Sayang, aku ngga masalah."Jawab Thomi.


Setelah selesai berbincang, aku tidur dengan hati tenang. Pagi itu kami memutuskan untuk jalan pagi bersama.


"Thom, bangun kita jalan pagi." Ucapku sambil membangunkan Thomi.


"Iya Sayang, sebentar lima menit lagi."Jawab Thomi.

__ADS_1


"Baiklah aku tunggu ya."Jawabku kemudian aku bersiap-siap sambil menunggu Thomi bangun aku duduk di teras depan.


Setelah sepuluh menit menunggu aku kembali masuk ke kamar untuk temui Thomi.


"Oh, oh Thom, kenapa kamu tidur lagi, ayo bangun kita jalan pagi." Kataku sambil membangunkan Thomi.


"Iya Sayang, sebentar."Jawab Thomi kemudian beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Jangan lama-lama Thom, aku tunggu kamu di teras depan."Kataku pada Thomi, kemudian berjalan menuju teras depan.


"Iya Sayang."Jawab Thomi.


Setelah beberapa menit menunggu dan Thomi pun keluar temui aku, dan kami segera melakukan kegiatan jalan pagi.


"Sayang ayo kita jalan."Kata Thomi mengajak aku untuk jalan.


"Iya Thom."Jawabku singkat.


Pancaran sinar matahari menambah indahnya pemandangan di pagi hari, membuat kami ingin berlama-lama menikmati indahnya pemandangan di pagi hari.


"Sayang lihat matahari pagi, sangat indah, aku foto kamu ya?"Kata Thomi, kemudian memintaku untuk di foto.


"Iya Thom, bagus banget, aku suka. iya boleh."Jawabku pada Thomi.


"Sayang lihat sini, hasil fotonya bagus kan."Kata Thomi sambil memperlihatkan beberapa gambar hasil fotonya.


"Thom, kita istirahat sebentar ya, aku capek."Ucapku pada Thomi sambil duduk di pinggir jalan.


"Iya Sayang, nggak usah kase tahu aku, jika merasa capek, strahat dong Sayang."Jawab Thomi padaku, dengan wajah serius kemudian duduk disamping aku.

__ADS_1


Sambil duduk aku hanya mendengar Thomi bercerita, di dalam pikiran aku, hanya satu kapan aku bisa hamil?


Seandainya aku tidak bisa memberinya keturunan, apakah dia akan tetap setia dengan aku? ataukah dia akan memilih perempuan lain sebagai simpanan dia? hanya Tuhan yang tahu semuanya, karena Tuhan yang mengirimkan dia untuk aku.


"Sayang hei, kamu kok diam sih."Kata Thomi sambil menggerakkan tanganku.


"Oh iya kenapa?"tanyaku pada Thomi. dengan wajah kebingungan.


"Kamu dengar ngga sih aku ngomong apa dari tadi?"tanya Thomi padaku.


"Nggak Thom."Jawabku dengan wajah heran.


"Oh, yah sudah ayo kita pulang, sudah panas."Kata Thomi mengajakku pulang.


"Maaf ya, aku tadi sedang memikirkan sesuatu Thom."Ucapku pada Thomi sambil berjalan.


"Iya sudah ngga apa-apa kok, nanti sampai dirumah baru kamu cerita untuk aku ya."Kata Thomi padaku.


"Iya Thom."Jawabku sambil berjalan.


Dalam perjalanan kami ke rumah, banyak sekali kami dilihatin orang, tapi kami tetap berjalan dengan tenang, karena ini jalan umum tidak menutup kemungkinan jika kita dilihatin orang, yang penting kita bersikap sopan.


Cukup melelahkan, karena kami hampir tidak berjalan kaki, selalu menggunakan motor, jadi jika berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh membuat kami merasa kelelahan.


Bersambung~


Mohon dukungannya.


Dengan tekan like, love/favorit, rate bintang lima, komentar dan vote untuk mendukung karya ini, agar penulis lebih bersemangat.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.❤️❤️


__ADS_2