
Kata orang mimpi itu bunga tidur, bagiku mimpi adalah cara Tuhan mempertemukan dan memperkenalkan aku dengan orang yang aku Sayangi.
"Sayang, kita berhenti sebentar ya, kita makan sebelum pulang. Di kost tidak ada yang masak karena semua bekerja dari pagi dan pulangnya sore, setelah itu masing-masing membeli makan sendiri." Kata Thomi padaku sambil menjelaskan keadaan tempatnya, kemudian memarkirkan motor di depan sebuah warung makan.
"Iya." Jawabku singkat, sambil berdiri menanti Thomi dari parkiran motor.
Thomi melajukan langkahnya ke arahku, kemudian bertanya padaku, untuk memilih menu, sesuai yang aku mau.
"Sayang mau pesan apa?, dibungkus atau dimakan langsung?" tanya Thomi padaku sambil berdiri, setelah tiba di hadapanku.
"Apa saja yang penting mengenyangkan perut." Jawabku pada Thomi dengan suara pelan.
"Ayo kita duduk sini Sayang," kata Thomi sambil memegang tanganku mengajak aku untuk duduk di samping tenda warung.
"Sayang disini yang terkenal itu, ayam bakar." Ucap Thomi padaku, dengan ekspresi wajah penuh semangat
"Boleh Sayang, aku pilih ayam bakar." Jawabku dengan suara pelan
"Bagian paha ayam, atau dada ayam?" tanya Thomi padaku, sambil tersenyum
"Terserah kamu saja, asalkan jangan pantat ayam hehehehe ..." Jawabku pada Thomi sambil tertawa kecil
"Iya sudah aku masuk pesan dulu ya, kamu sih, semuanya terserah." Kata Thomi sambil tersenyum dan melangkah ke dalam warung untuk pesan makanan.
Setelah selesai membeli makanan, Thomi kembali menghampiri aku, dan mengajak aku untuk pulang ke tempat tinggalnya.
Kami menuju parkiran dan Thomi menyalakan motor, kemudian kami berlalu dari tempat itu, didalam perjalanan Thomi mengajakku bercerita.
"Sayang, kamu ngga apa-apa nih, nginap sama aku?" tanya Thomi padaku
"Iya, memangnya kenapa, ada yang salah?" tanyaku pada Thomi.
"Tidak juga sih, masalahnya di kost ada Adik laki-laki aku." Jawab Thomi
"Oh, kan ada kamu, itu saja takut." Jawabku pada Thomi, membuatnya berhenti berbicara
"Sayang kita berhenti sebentar ya, di toko depan. Aku mau belanja." Kata Thomi padaku, kemudian menghentikan motornya di depan sebuah toko
"Kamu mau beli apa Thom?" tanyaku sambil berdiri
__ADS_1
"Aku mau membeli beberapa perlengkapan mandi untuk kamu." Jawab Thomi dengan pelan.
"Oh." Jawabku singkat.
"Ok, kamu mau ikut masuk, atau tunggu disini?" tanya Thomi padaku sambil berdiri di dekat motor yang tidak jauh dari depan toko.
"Tidak, aku tunggu saja disini." Jawabku sambil tersenyum.
Setelah menunggu kurang lebih, dua puluh lima menit, akhirnya Thomi keluar dari pintu toko dengan membawa belanjaan sekantong kresek berwarna putih, dan terus berjalan menuju ke arahku.
"Sudah selesai, ayo kita berangkat Sayang." Ucap Thomi sambil memutar motornya keluar dari parkiran.
"Silahkan naik Sayang," kata Thomi mengajakku naik motor.
Kami berlalu dari toko itu, menuju tempat tinggalnya. Lumayan jauh juga, hampir satu jam telah berlalu, dan kami tiba di sebuah lorong, kami melintasi lorong itu, dan tiba di depan tempat tinggal Thomi.
Setelah selesai parkir motor, Thomi mengajak aku, untuk masuk ke dalam kostnya yang terletak di lantai atas.
"Ayo Sayang kita naik ke atas, lewat sini. Hati-hati gelap." Ucap Thomi padaku sambil berjalan di belakangku.
"Iya." Jawabku singkat, karena masih malu, kemudian berjalan melewati tangga naik.
Kami masuk, dan dengan cepat Thomi menyiapkan peralatan makan untuk kami makan bersama, karena dia tahu, aku sudah lapar.
"Makan Sayang, setelah makan baru beristirahat." Kata Thomi mengajakku makan.
"Iya Thom." Jawabku singkat.
"Selamat makan." Ucapku pada Thomi
"Juga Sayang." Jawab Thomi.
Karena lapar kami menghabiskan dua bungkus nasi sekaligus.
"Sudah kenyang Sayang?" tanya Thomi padaku
"Sudah Thom, sangat kenyang." Jawabku
"Aku mengantuk Thom." Ucapku pada Thomi.
__ADS_1
"Iya sudah, kamu mau langsung tidur? sebentar ya aku ambilkan bantal dan selimut." Tanya Thomi padaku, kemudian mengambil bantal dan selimut untuk aku.
Thomi menyalakan tv untuk kami nonton, juga mengambil beberapa kaleng minuman dingin dari dalam kulkas milik mereka yang berada di kamar itu.
Setelah minum, minuman dingin, aku semakin mengantuk dan aku memilih untuk berbaring di kasur, sementara Thomi asyik nonton tv.
"Sayang, mau tidur ya?" tanya Thomi padaku.
"Aku baring-baring sambil nonton." Jawabku
"Kesini dekat aku." Ucap Thomi.
Setelah aku berbaring di dekatnya, dia mengangkat kepalaku dan meletakan di atas pahanya sambil mengajakku bercerita.
"Sayang tadinya aku pikir kamu bohongi aku, bilang mau kesini, aku sempat ragu, waktu tadi mau jemput kamu, makanya aku terlambat." Kata Thomi sambil mengusap rambutku.
"Thom, aku orangnya tidak bisa berbohong, kecuali diajarkan." Jawabku.
"Tapi Thom, semua ini, kamu, tempat ini sebelumnya sudah aku lihat di dalam mimpiku.
wajahmu, tempat ini dan halaman sekitarnya, semua sama seperti di dalam mimpiku." Ucapku pada Thomi.
"Benarkah Sayang?" tanya Thomi.
"Iya Thom." Jawabku
"Berarti Tuhan telah mempertemukan kita lewat di dalam mimpimu, aku menyayangimu Sayang." Kata Thomi padaku sambil sesekali mencium keningku.
"Thom, aku tidur ya." Ucapku pada Thomi
"Iya Sayang, biarkan aku terus memandang wajahmu." Kata Thomi sambil mengusap rambutku.
Next.....
Mohon dukungannya.
dengan tekan like, love/ favorit, rate bintang lima, komentar dan vote nya agar penulis semakin semangat.
Terimakasih atas dukungannya❤️❤️❤️❤️
__ADS_1