Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 13~Imam"


__ADS_3

Selama di perjalanan hanya ada keheningan tidak ada yang mulai bicara antara Panji atau Aifah karena mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


'Dingin banget gak bawa jaket lagi' gumam Aifah dalam hatinya sambil menahan rasa dingin karena angin malam.


'Kenapa nih anak dibonceng tapi gak bisa diem banget' gumam Panji sambil melihat Aifah dari kaca spion.


Akhirnya Panji memecah keheningan dengan memulai bertanya pada Aifah.


"Fah lo kenapa kok gerak terus ?" tanya Panji.


"Gue kedinginan nji lupa bawa jaket tadi" kata Aifah cengengesan.


"Ya udah masuki in aja tangan lo ke jaket gue biar gak dingin" kata Panji


"Gak usahlah gak apa apa kok nji" kata Aifah.


Saat berhenti di lampu merah Panji menarik ke dua tangan Aifah agar masuk ke kantung jaket Panji.


"Eheh,,,nji lo mau ngapain ?" tanya Aifah terkejut.


"Udah diem aja lo biar gak dingin" kata Panji santai.


Aifah yang menurut pada Panji hanya bisa diam dan merasakan kehangatan dan rasa nyaman saat memeluk tubuh Panji yang atletis itu.

__ADS_1


'Jantung gue kenapa lo maraton malu tau nanti kalau Panji denger' gumam Aifah di dalam hati.


'Rasa apa ini ya tuhan kenapa jantung ku berdebar debar' ucap Panji dalam hati.


"Fah di depan ada perempatan rumah lo dimana ?" tanya Panji.


"Belok kiri aja rumahku paling ujung kok" jawab Aifah


"Dah sini makasih ya nji" sambung Aifah tersenyum kecil pada Panji.


"Iya sama-sama langsung aja ya" kata Panji.


"Gak mampir dulu sholat ?" tanya Aifah pada panji.


"Ifah kok temen nya gak di ajak masuk ? sholat berjamaah dulu aja nak mampir" ucap ibu Aifah.


"Utamakan sholat nak" sambung ibu Aifah.


"Ya sudah bu saya sholat disini saja dulu" kata Panji sambil turun dari motor dan menyalami punggung tangan orang tua Aifah.


"Kakak sholat berjamaah saja sama temen mu kita semua dah selesai sholat nya" goda Bowo adik Aifah.


"Iya adikku yang bawel" kata Aifah mencubit pipi Bowo yang gembul.

__ADS_1


"kak jadikan dia imammu mulai sekarang dan seterusnya" bisik Bowo pada Aifah yang hanya didengar oleh keduanya.


pletak!!!


Sentilan keras mendarat pada kening Bowo tentu saja dari Aifah.


Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah Aifah dan Panji mengikuti keluarga Aifah untuk makan malam.


Tentunya setelah Panji melakukan penolakan nya tetapi tetap saja hasilnya Panji harus menurut apa kata orang tua Aifah.


Sebenarnya Panji tidak pernah mau makan di tempat orang karena Panji merasa tidak nyaman kalau menumpang makan di tempat orang.


"Bu pak saya pulang dulu karena sudah malam" ucap Panji meminta ijin pada orang tua Aifah.


"Ya nak Panji jangan kapok-kapok untuk main kesini" kata Ibu Aifah.


"Iya bu pasti assalamualaikum" pamit panji yang hanya di balas anggukan dan senyuman.


"Cie cie kakak ku dah punya pacar" goda Bowo membuat pipi Aifah merona manahan malu dan marah.


"Terserah lo lah dek gue mau mandi" kata Aifah ketus.


Aifah tidak menanggapi godaan Bowo karena yang dipikirkan sekarang adalah membersihkan diri yang lengket tapi kalau dipikir pikir percuma juga meladeni Bowo pasti Aifah yang kalah kalau debat dengan Bowo.

__ADS_1


# JANGAN LUPA LIKE, COMEN DAN FAVORIT.


__ADS_2