Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
Extra Part 8


__ADS_3

Setelah Anggi selesai dengan semua persiapannya untuk pergi dia segera mendandani Lita agar kulit putihnya tidak terbakar panasnya sinar matahari siang ini kalau kulitnya belangkan bisa berabe nanti di marah ini si tuan kutup es Aldi pikir Anggi cekikikan sendiri.


Lita yang melihat bundanya sedang cekikikan merasa bingung.


"Bunda kenapa ?" tanya Lita sambil memandang wajah ayu Anggi.


Anggi hanya menjawab dengan menaik turunkan kedua alisnya untuk menggoda Lita.


Lita yang melihat wajah bundanya seperti itu merasa jijik dan bingung. Tuh anak ya sama muka bundanya aja bisa ngerasa jijik dasar anak durhaka lu neng,,,bisa bisa lu kena kutukan jadi ulet keket 😂😂😂.


"Kenapa kok Lita liatin bunda sampai kaya gitu ?" tanya Anggi yang melihat ekspresi wajah Lita seperti sedang melihat hal yang menjijikkan.


"Gak papa sih bunda cuman bingung aja sama bunda" ujar Lita dengan polosnya.


Anggi bukan menjawab ucapan Lita malah semakin mempermainkannya dengan menjulurkan lidahnya pada Lita karena, menurut Anggi wajah polos Lita sangat lah lucu dan mengemaskan.


"Ih bunda kok malah gitu sih" ucap Lita kesel sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

__ADS_1


Anggi hanya tertawa melihat kekesalan yang dilontarkan Lita padanya.


"Udah ah ayo kita kebawah dan pergi ke pasar" ajak Anggi sambil mengangkat Lita kedalam gendongannya.


Lita masih memperlihatkan kekesalannya pada Anggi.


Anggi masih terkekeh melihat wajah Lita yang masih kesal mencoba untuk menggodanya kembali.


"Kayaknya ada yang masih marah sama bunda, lebih baik bunda tinggal aja lah" ucap Anggi sambil menurunkan lita dari gendongannya.


Tapi sebelum Lita turun dari gendongan bundanya dia segera mengalungkan tangan mungilnya ke leher Anggi agar tidak jadi turun.


Anggi terkekeh dan menarik bibir Lita dengan lembut "Ya udah maaf in bunda gak lagi deh" ucap Anggi tersenyum.


"Oke kali ini Lita bakal maaf in bunda tapi jangan gitu in Lita lagi nanti kan lita jadi kesel lagi" ucap Lita sambil menyandarkan kepalanya di dada Anggi tempat yang paling nyaman untuk Lita bersandar.


Anggi hanya tersenyum melihat Lita yang begitu nyaman didalam dekapannya. Walaupun Lita bukan anak kandung Anggi tapi dia begitu menyayanginya dan ada rasa ingin selalu melindungi serta ada di dekatnya.

__ADS_1


Anggi terus berjalan untuk pergi ke pasar sambil mengendong Lita yang masih bersandar di tempat ternyamannya. Walaupun tidak dipungkiri Anggi merasa begitu pegal apa lagi berjalan sambil mengendong Lita yang berat badannya sudah tidak bisa diremehkan lagi saat ini.


"Bunda masih jauh gak sih ?" tanya Lita sambil mengangkat kepalanya.


"Dikit lagi kok kenapa kepanasan ya" ucap Anggi mengkhawatirkan keadaan Lita.


Lita menggelengkan kepalanya "Gak panas kok bun, tapi kenapa harus jalan kan kasian bunda" ucap Lita.


"Kan cuman deket sayang uangnya" ucap Anggi dan cerkiki geli dengan ucapanya tadi. Padahal alasan yang sebenarnya lagi ngirit kan gajinya bulan ini belum turun tanggal tua lah sebutannya.


Setelah sekian meter akhirnya mereka berdua sampai di pasar yang Anggi maksud, Anggi menurunkan Lita dari gendongannya dan sedikit memijat pingan dan pundaknya yang terasa pegal.


"Lita berat ya bun ?" tanya Lita saat melihat Anggi yang sedang merengangkan otot-ototnya.


"Enggak kok cuman ini agak pegel dikit" ucap Anggi.


Anggi segera mengandeng Lita untuk masuk kedalam Pasar dan memilih-milih apa saja keperluannya yang sudah habis dan harus disetok.

__ADS_1


Lagi rajin up nih kasih dukungan dong biar authornya tambah rajin lagi


__ADS_2