
Anggi Sudah menjalani hidupnya di ibu kota selama 3 bulan ini tidak ada bedanya dari pertama dia menginjakkan kaki nya di ibu kota masih sama hatinya masih terlau untuk Kevin dan masih serunya menangis kalau mengingat sosok Kevin yang selalu mengacuhkannya.
Banyak pertanyaan yang timbul didalam pikirannya, gimana kabarnya sekarang ? apa dia mikirin aku ? atau malah dia udah bahagia karena gak ada aku lagi dan masih banyak lagi pertanyaan dan pikiran buruk yang ada didalam pikirannya saat ini untuk Kevin.
"Assalamualaikum bunda" ucap salam dari malaikat kecil tanpa sayap yang ada sekarang tengah berada didepan pintu kosnya dengan cengiran yang memperlihatkan deretan gigi susunya.
Anggi tersenyum pada gadis kecil yang selalu memanggilnya dengan sebutan bunda.
"Eh lita kesayangannya bunda" ucap Anggi sambil merentangkan tangannya untuk memeluk gadis kecilnya.
Lita yang mendapat rentangan tangan dari Anggi langsung berhambur kedalam pelukan perempuan yang sangat ia cintai dan ia anggap bundanya itu.
"Lita sama siapa kesini ?" tanya Anggi dengan lembut.
"Lita tadi sama ayah tapi ayahnya cuman nganter sampai depan gerbang katanya ada urusan penting di kantor" ucap Lita sambil tersenyum.
Anggi hanya mengangguk-angguk untuk menjawab ucapan Lita.
Sesungguhnya dia begitu bertanya-tanya kenapa aldi bisa dengan teganya membiarkan lita yang masih kecil ini masuk kedalam area kosnya padahal kamar kos yang anggi tempati saat ini berada di lantai dua dan paling ujung.
Apa bapak-bapak itu tidak punya perasaan atau rasa khawatir untuk anaknya ini.
"Bunda Lita pengen deh makan masakan bunda" ucap Lita tersenyum sambil melihat wajah Anggi.
"Emang lita mau makan apa tadi bunda masak sayur sop sama tempe lita mau" ucap Anggi, Ya beginilah anak kos makanan yang dimasak pagi bisa dimakan sampai malam dan tentunya makanan murah tapi sehat ya secara Anggi anak kesehatan masak gak sehat kan gak banget.
__ADS_1
"Lita mau kok bun asal itu masakan bunda dan yang nyuapin bunda" ucap Lita, Lita adalah gadis kecil yang sudah mandiri dan dewasa karena tuntutan keadaan yang sudah tidak memiliki sosok ibu dan sosok ayah yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri jadi mau tidak mau Lita menjadi sosok mandiri.
"Kok manja sih harus disuapin sama bunda" ucap Anggi menggoda Lita dengan menowel hidung kecil Lita.
Lita hanya tersenyum untuk menjawab godaan Anggi.
Anggi segera mengambilkan makanan untuk Lita dan menyuapinya.
Terlihat lita yang begitu senang dan bersemangat makan masakan Anggi.
Ini lah keseharian Anggi saat Anggi tengah libur bekerja yaitu menjaga Lita yang sudah sangat ia sayang seperti putri nya sendiri.
"Lita mau gak temenin bunda beli makanan di pasar tradisional tapi disitu gak kaya mol disitu panas, bau dan kotor ?" tanya Anggi disela sela suapannya untuk Lita.
"Lita mau kok diajak kemana aja asal sama bunda" ucap Lita tersenyum.
"Oke setelah makanan nya habis kita langsung ke pasar" ucap Anggi yang di angguki oleh Lita.
"Bunda mau tanya dong Lita kemaren gimana sekolahnya ?" tanya Anggi
"Lita kemaren kan ditanya sama Rio gini katanya lita punya bunda kok gak pernah jemput lita ke sekolah sih, gitu" ucap Lita mengadu pada bundanya.
"Terus kamu jawab apa ?" tanya Anggi sambil mengelap sisa makanan yang ada pada mulut Lita.
"Terus Lita jawab aja bunda lita lagi kerja di rumah sakit" ucap Lita.
__ADS_1
Anggi tersenyum tulus untuk Lita "Besok kan bunda sift malam tuh jadi besok bunda akan jemput putri kecil bunda ini" ucap Anggi yang langsung membuat binar bahagia diwajah Lita terpancar sempurna.
"Bunda janji kan bakal jemput lita di sekolah" ucap Lita memastikan pada bundanya.
"Insyaallah,,tapi naik angkutan umum gak apa kan pulangnya kan bunda gak ada motor atau mobil" ucap Anggi.
"Gak apa bunda" jawab Lita bahagia.
Sebelum pergi mereka berdua bersiap terlebih dahulu yang utama sih anggi bersiap terlebih dahulu.
UP UP UP
LIKE
LIKE
LIKE
COMEN
COMEN
COMEN
VOTE
__ADS_1
VOTE
VOTE