
Setelah pertemuan nya bersama Mella, Panji terlihat begitu frustasi ditambah lagi saat dia mencari kekasihnya di tempat acaranya dia tidak bisa menemukannya serta dia sudah mencoba menghubungi kekasihnya tapi ponselnya selalu tidak aktif.
"Kenapa muka lo dah kaya cucian kotor kusut bener" ucap Erik terkekeh melihat wajah sahabatnya.
"Diem lo gue lagi pusing" ujar Panji sambil duduk disebelah sahabat nya.
"Eh,,,,tadi lo dicari tuh sama Mella" tutur Dimas sambil meneguk minuman yang ada di tangannya.
"Ada urusan apa lo sama si Mella ?" tanya Erik.
Panji menghela nafas dengan berat dan memejamkan matanya serta mengacak-acak rambutnya.
"Kenapa sih lo,,,lagi ada masalah" ucap Erik melihat sahabatnya begitu kacau.
"Iya,,,cerita napa" ujar Dimas menepuk bahu Panji.
"Aifah gak ada kabar dari waktu gue cari di tempat acara nya waktu itu dan sampai sekarang" tutur Panji lirih sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dan lo tau gue diancam sama Mella terus gue balikkan sama dia" imbuh Panji sedikit berbisik tapi kedua sahabat nya masih bisa mendengarkannya.
"APA!!!" teriak Erik dan Dimas bersamaan.
"Lo yang bener aja sih,,,,lo balikkan sama si Mella" pekik Dimas.
"Kalau lo dah balikkan sama Mella terus kenapa lo masih nyari Aifah,,,,gue gak setuju lo permainin perasaan dia" tutur Erik dengan suara sedikit meninggi karena tersulut emosi.
"Toh kalau Aifah pergi gue malah setuju,,,,orang lo juga udah sama Mella buat apa dia disini pantes kalau lo ditinggal sama dia" tutur Dimas tak kalah emosi dari Erik.
"Diancam lo bilang,,,,lo punya sahabat lo bisa minta bantuan sama gue dimas,,,,kalau itu pun lo masih anggap kita ini sahabat lo" tutur Erik masih dengan emosinya.
"Terus apa yang mesti gue lakuin sekarang ?" tanya Panji.
"Terserah lo nasi udah jadi bubur bro" pekik Dimas beranjak dari duduknya dan disusul Erik.
Mereka berdua pergi meninggalkan Panji agar dia bisa merenungkan keputusannya sendiri.
__ADS_1
"Aaaahhhh,,,,gue harus selesain ini semua" pekik Panji frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Pikirkan dulu apa yang akan kau putuskan karena, keputusan yang diambil dalam secara sepihak dan dalam emosi akan membuat dirimu sendiri hancur dan kehilangan apa yang sudah engkau miliki sebelumnya.
Pertama kali Panji melajukan motornya menuju rumah Aifah untuk melihat keadaan kekasihnya itu yang hampir satu minggu ini tidak ada kabar.
Panji mengetuk pintu Aifah berkali-kali tapi tidak ada yang menyaut dari dalam itu membuat Panji bertambah frustrasi.
Akhirnya ada tetangga yang memberi tau pada Panji kalau Aifah sudah pergi pagi tadi sebelum Panji sampai dirumah Aifah.
Panji mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju bandara untuk bertemu dengan kekasihnya dia berharap bisa berbicara dengan kekasihnya.
Tapi setelah sampai di bandara dia tidak bisa menemukan keberadaan kekasihnya karena pesawat yang ditumpangi kekasihnya ternyata sudah lepas landas satu jam yang lalu.
"Kenapa kau meninggalkan ku begitu saja,,,tanpa berpamitan padaku" gumam nya pada hati. Saat ini Panji benar-benar dalam keadaan buruk sekali.
Selama dipejalanan pikirannya melayang memikirkan Aifah yang pergi begitu saja tanpa berpamitan pada nya dan perkataan sahabatnya tadi menambah kacau pikirannya saat ini.
__ADS_1