
Aifah yang mendengar penuturan dari Arif tersentak. Seketika wajahnya memucat mendengar nama Mella disebut oleh Arif.
Zara yang melihat ekspresi wajah Aifah pun mengerti dengan apa yang dirasakan dab dikhawatirkan Aifah saat ini.
"Udah lah beb,,,jangan sampai Mella tau,,," ucap Zara memberi pengertian pada Arif pacarnya.
"Emang,,,kenapa kan kalian juga sahabatan ?" protes Arif.
Aifah menghembuskan nafas kasar dan menatap Arif tajam "Lo bisa diem gak,,,kalau gue bilang gak ya engak,,,denger gak lo" ucap Aifah agak meninggikan nadanya.
Semua orang terkejut dengan kemarahan Aifah. Aifah marah bukan karena tak ada sebab dia marah karena dia belum siap memberi tau tentang hubungan nya kepada Mella karena dia teringat dulu saat kak Adit menyatakan cinta nya pada Aifah dan disitu pula Aifah bertengkar dengan Mella. Dan dia tidak mau hal yang sama terjadi lagi jika Mella tau kalau Panji sekarang menjadi kekasihnya, Walaupun Aifah tau kalau Mella sekarang sudah tidak ada hubungan dengan Panji tapi dia masih takut akan terjadi hal serupa seperti dahulu.
Tak terasa air mata Aifah mengalir di pipi mulusnya karena dia merasa bersalah karena sudah membentak temannya.
"Arif gue minta maaf " ucap Aifah dalam isak tangisnya dan menundukkan kepala karena merasa sangat bersalah.
"Udah gue gak apa jangan nangis lagi oke" ujar Arif menarik Aifah kedalam pelukannya.
"Gak usah peluk-peluk segala, ini pacar gue" ujar Panji memisahkan Aifah dari pelukan Arif.
__ADS_1
Panji menarik Aifah dalam pelukannya untuk menenangkannya.
"Sudah Arif juga udah maaf in kamu" bisik Panji untuk menenangkan Aifah.
Aifah mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Panji.
Panji menyeka air mata Aifah.
"Jiwa jomblo gue bergejola gaes" cibir Sari.
"Yayang mau peluk juga sini biar gue peluk juga" ucap Dimas mengoda Sari.
"Lo berdua diem,,,atau gue nikah in sekarang ini" cicit Putri yang pusing dengan Sari dan Dimas yang selalu bertengkar.
"Tidak!!!!!" teriak Sari dan Dimas bersamaan.
"Cie,,,bareng nih Jodoh tu" cibir Anggi.
"Apaan sih lo gi,,,gue ogah" ujar Sari ketus.
__ADS_1
"Gue juga ogah kalik sama lo" ucap Dimas tak kalah ketus.
Semua yang mendengar pertengkaran antara Dimas dan Sari pun tertawa, tak terkecuali Aifah yang sudah tenang pun ikut tertawa.
"Udah lah,,,benci sama cinta itu beda tipis" ucap Arif sambil merangkul bahu Zara.
"Iya dah yang pacaran sama musuh bebuyutan" cicit Kevin pada Arif dan Zara.
"Sirik aja lo,,,makannya kalau suka sama orang tuh langsung ngomong dah tu sekarang keduluan kan" ucap Arif menyindir Kevin.
"Diem lo,,,gue bungkam juga tuh mulut" ucap Kevin kesel pasalnya Arif menyindirnya didepan Aifah, wanita yang ia sukai tapi keduluan sama sepupunya.
Tanpa mereka semua sadari ekspresi Anggi berubah mendung karena dia tau kalau orang yang dimaksud oleh Arif adalah sahabatnya sendiri Aifah.
"Andai yang lo suka itu gue vin,,,pasti gue bahagia banget" gumam Anggi dalam hati, karena memang dia menyukai Kevin.
Mereka semua tertawa bersama, hingga tak terasa hari sudah mulai senja
dan semuanya pamit untuk pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1
Tapi sebelum pulang mereka semua membersihkan kekacauan yang sudah mereka perbuat tadi.