
Siang ini Panji kerumah Aifah besama-sama dengan Dimas dan Erik.
"Beli cemilan sana lah masak minum doang" ujar Sari dengan mengerucutkan bibirnya.
"Panas oneng,,,mending lo aja" ucap Anggi memukul kepala Sari pelan.
"Gak ah mager gue,,," ucap Sari mendengus.
"Ya udah biar gue aja" ucap Aifah beranjak dari duduknya.
"Sama gue aja" ucap Panji mengikuti Aifah yang beranjak dari duduk.
Mereka berdua membeli cemilan di minimarket terdekat. Selama di perjalanan menuju mini market tidak ada yang bersuara hanya ada keheningan karena mereka sama-sama cangung. Hingga mereka berdua sampai di mini market.
"Mau beli apa aja fah ?" tanya Panji sambil membawa keranjang belanjaannya.
"Entahlah,,,kesitu saja dulu nanti baru kita memilihnya" ucap Aifah menunjuk rak berisi cemilan.
Panji hanya mengekor kemana Aifah pergi.
"Gue mau tanya sama lo fah ?" ucap Panji gugup.
__ADS_1
"Tanya saja jika aku bisa menjawab pasti ku jawab" ucap Aifah tanpa melihat lawan bicara nya.
Panji masih ragu tapi jika tidak kapan lagi dia akan mengungkapkan semua dia juga tidak mau jika Aifah dimiliki oleh pria lain.
Panji memberanikan dirinya dan menggenggam tangan Aifah dan memutar tubuh Aifah agar melihat pada dirinya.
Aifah terkejut dengan apa yang dilakukan Panji, kenapa dengan dia ? ini kenapa juga harus megang tangan gue ? malu ? begitulah yang dipikirkan Aifah saat ini.
"Panji,,,lo kenapa ?" tanya Aifah dengan nada bingung.
"Hm,,,Fah gue mau tanya ? apa lo mau jadi kekasih ku ?" tanya Panji gugup.
Aifah yang mendengar penuturan Panji hanya bisa mengerutkan dahinya dan mengangkat alisnya.
"Mending kita ngomongin ini nanti aja,,,gak banget masak di mini market" ucap Aifah.
"Hm,,," panji hanya berdehem tanpa mengatakan apa pun.
"Jangan kaya gitu dong,,,nanti kita bahas di taman depan aja,,,jangan disini masak nyatain cinta gak ada romantis-romantisnya." ucap Aifah terkekeh geli.
Panji masih mencerna apa yang tadi diucapkan oleh Aifah. Hingga tanpa sadar Aifah sudah berjalan terlebih dahulu ke kasir untuk membayar cemilan yang ia beli.
__ADS_1
Panji tersadar dari lamunannya ketika ada pelayan mini market yang mengatakan bahwa Aifah sudah ada di kasir.
Panji bergegas menyusul Aifah ke kasir.
Setelah itu mereka berdua keluar dari mini market.
"Kita jadi ke taman kan ?" tanya Panji sedikit ragu.
Aifah melihat Panji dan menganggukkan kepala tanda jika Aifah setuju dengan tawaran Panji.
Setelah sampai di taman yang ada di depan mini market tersebut langsung memarkirkan motor Panji di tempat parkir.
Mereka berjalan bersama dan duduk di salah satu tempat duduk yang ada di taman itu.
Panji dan Aifah sama-sama hanya diam tidak ada yang mau memecah keheningan Panji yang terlihat gugup dan Aifah yang masih memikirkan perkataan Zara kemarin malem.
"Hm,,,fah..." ucap Panji gugup untuk memecah keheningan.
"Iya,,,," ucap Aifah sambil melihat Panji.
Panji meraih tangan Aifah dan menggenggamnya dengan erat seolah-olah Panji tidak mau kehilangan Aifah.
__ADS_1
Aifah melihat tangannya digenggam oleh Panji ada rasa desiran hangat yang mengalir dihati Aifah. Rasa nyaman yang baru Aifah rasakan selain dari keluargannya.