
"Emang lo mau apa biar gue beli in ?"
Aifah dkk terkejut dengan suara yang baru masuk ke ruang keluarga itu, mereka terdiam semua terutama Aifah.
Panji berjongkok didepan Aifah yang terdiam karena suaranya.
"Lo mau apa gue beli in ?" tanya Panji di depan Aifah.
Aifah tersentak dan sadar tapi bukannya menjawab pertanyaan Panji dia malah berdiri dan berjalan ke dapur.
Aifah duduk di kursi meja makan meletakkan tangannya di dada untuk menetralkan detak jantungnya yang berdebar keras.
"Huh,,,kenapa nih jantung gue ?" ucap Aifah pada dirinya sendiri.
"Katanya laper kok malah pergi ?" tanya Panji terkekeh dan Aifah pun membalikkan badan.
"Ngapain lo disini ?" bukannya menjawab pertanyaan Panji dia malah balik tanya.
Panji tak menjawab pertanyaan Aifah karena dia tau pasti akan berujung perdebatan dan Aifah yang akan selalu marah pada dia.
Panji membuka kulkas Aifah dan menyiapkan bahan-bahan untuk masak dia ingin masak untuk Aifah.
"Lo mau ngapain ?" tanya Aifah heran melihat perilaku panji.
"katanya lo laper,,, jadi gue masakin lo lah" jawab Panji sambil memakai apronnya.
"Hahaha,,,emang lo bisa masak" tanya Aifah mendekat ke Panji.
__ADS_1
"bisa lah Panji gitu loh,,,,dah lo duduk aja" ucap Panji sambil tersenyum.
Aifah hanya melihat Panji yang begitu luwes saat memasak tak terasa Aifah menyingingkan senyum saat melihat punggung panji.
Setelah beberapa menit Panji memasak akhirnya Panji menghidangkan hasil masakannya untuk Aifah.
"Nih,,,lo makan" Kata Panji menghidangkan satu mangkuk pasta untuk Aifah.
"Lo gak makan kok cuman satu ?" tanya Aifah melihat Panji yang sedang melepas apronnya.
"Ini buat kita berdua oneng,,,lo bisa abisin semua itu banyak tau" jawab Panji dan melirik pastanya.
"Oke,,," ucap Aifah mengambil pasta dan memakannya.
"Gimana enak gak ?" tanya Panji pada Aifah.
"Enak banget gue suka banget" kata Aifah tersenyum dan mengacungkan dua jari jempolnya.
Panji menurut dan duduk disamping Aifah.
"aaa,,,buka mulut" kata Aifah menyuapi Panji.
Panji membuka mulutnya dengan senang hati mereka makan dengan Aifah menyuapi Panji dan memasukkan pasta pada mulutnya sendiri sesekali terdengar tawa dari mereka berdua.
Ternyata sejak tadi ada yang melihat kebersamaan antara mereka berdua.
"Semoga lo berdua selalu bahagia,, gue bakal iklas in Aifah buat lo nji, seperti lo ngiklasin apa yang lo punya dulu buat gue" ucap nya dan beranjak pergi.
__ADS_1
Aifah dan Panji masih dalam posisi yang sama.
"Makasih ya buat makanannya ini enak banget" ucap Aifah sambil memandang panji.
"Sama-sama" ucap Panji membereskan piring yang mereka gunakan.
Drett,,,drett,,,drett
Ponsel Aifah berdering dan tertulis nama sahabatnya "Zara" Aifah pun tersenyum dan segera mengankatnya.
"assalamualaikum" salam dari Zara.
"walaikumsalam,,,ada apa tumber ?" ucap Aifahk heran karena Zara sudah lama tidak menelfon Aifah.
"Lo ada dirumah gak gue bosen nih dirumah"
"Ada kesini aja"
"oke gue otw"
"Hati-hati"
Setelah itu telfon pun terputus.
"Dari siapa seneng banget ?"tanya Panji pada Aifah.
"Dari Zara,,," ucap Aifah yang masih tersenyum dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Panji.
__ADS_1
"Dia sahabat ku sama si Mella tapi gara-gara beda sekolah jadi jarang kumpul lagi,,,terus si Mella juga udah lama gue gak tau kabar dia gue ketemu terakhir ma dia pas diajak kerumah lo" jelas panjang lebar Aifah pada Panji.
Dan Panji hanya mendengarkan penjelasan Aifah tanpa ingin menjawab nya karena Panji melihat raut wajah Aifah yang sendu.