Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 58"


__ADS_3

Setelah kepergian Aifah tanpa ada kata perpisahan seminggu yang lalu itu membuat Panji benar-benar frustasi.


"Sayang,,,,kamu kenapa sih ?" tanya Mella tersenyum manis menghampiri Panji yang sedang duduk di tempat biasa dia nongkrong dengan teman-temennya.


"Ngapain sih lo kesini" ketus Panji melihat Mella yang menghampirinya.


"Ya nyamperin lo lah kan gue pacar lo" ucap Mella sedikit menaikan nada suaranya karena kesal melihat sikap Panji yang selalu ketua saat dia menemuinya.


"Hahaha,,,,apa Pacar ?,,,pacar gue yang sebenernya itu Aifah bukan lo" seru Panji membentak Mella.


"Apa lo udah gak inget,,,,sama ancaman gue" tutur Mella tersenyum licik.


"Gue udah gak peduli" seru Panji berlalu pergi meninggalkan Mella yang sedang menahan amarahnya.

__ADS_1


Mella sekarang benar-benar marah karena perlakuan acuh Panji pada dirinya. Dia mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.


Setelah cukup lama Mella berada di sebuah cafe untuk menunggu seseorang yang sudah tadi ia hubungi sampai membuat Mella bertambah uring-uringan gak jelas hingga akhirnya orang itu datang juga.


"Lama banget lo,,," ketus Mella saat melihat seorang wanita yang sudah duduk dihadapannya itu.


"Santai aja kalik,,," ucap Zara ya orang yang Mella tunggu adalah Zara.


"Mau apa lo ngajakin gue kesini dadakan lagi" imbuh Zara setelah memesan minuman kepada pelayan.


"Lo tau gak sih mel,,,apa yang lo lakukan sekarang itu salah" ujar Zara gemas melihat tingkah wanita yang ada dihadapannya sekarang ini.


"Salah dari mana sih za,,," bela Mella yang tidak terima disalahkan oleh Zara.

__ADS_1


"Lo mikir pakai otak lo,,,lo dulu khianatin Panji,,,,terus lo sekarang ngejar-ngejar dia dengan cara lo ngerebut dari sahabat lo sendiri " tutur Zara yang sudah tersulut emosi.


"Gue gak ngerebut Panji dari Aifah gue cuman ambil hak gue yang selalu direbut sama wanita munafik itu" seru Mella tak kalah emosi.


"Apa lo bilang wanita munafik,,,sepertinya lo butuh kaca deh,,,Aifah itu gak munafik tapi lo yang munafik,,,apa lo gak sadar Mel,,,setiap lo pengen sesuatu Aifah yang selalu ngalah biar lo bahagia dia selalu mengesampingkan egonya demi lo sahabatnya biar lo bahagia,,,,apa lo gak pernah liat ketulusannya sedikit aja" jelas Zara dengan penuh penekanan agar Mella sadar dengan apa yang sedang ia lakukan saat ini.


"Gue tau lo maki-maki Aifah saat acara wisuda,,,,apa lo segitu butanya gak liat Aifah lagi sedih saat itu tapi malah lo maki-maki,,,,,apa lo tau saat di koridor hotel saat lo memaksa Panji buat balikkan sama lo dia disana dan gue liat seberapa hancurnya dia" imbuh Zara masih dengan nada yang sama.


"Bagus dong kalau dia dah tau hubungan gue sama Panji" ucap Mella tersenyum penuh kemenangan.


"Gue udah gak habis fikir sama lo mel,,,lo seperti bukan sahabat gue lagi,,,lo gak punya hati,,,apa lo gak inget waktu lo sedih siapa yang selalu hibur lo ,,,siapa yang selalu nemenin lo saat semua orang ngejauhin lo,,,,kalau lo gak inget gue bakal ingetin dia adalah Aifah,,,dan lo sekarang dengan dengan entengnya buat Aifah sedih dan buat dia pergi" ucap Zara dengan ketus.


"Apa maksud lo dia pergi ?" tanya Mella bingung dengan pernyataan Zara.

__ADS_1


"Iya dia udah pergi ke Kalimantan dan mungkin gak bakal kembali karena gue tau dia pasti sakit hati banget punya sahabat kaya lo" tutur Zara sambil beranjak pergi dari cafe itu.


Mella masih mematung dengan penuturan Zara, tak terasa bulih bening lolos begitu saja membasahi pipi mulus Mella.


__ADS_2