Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 70~Akhir Yang Bahagia"


__ADS_3

Hari ini tepat dimana Panji dan Aifah melangsungkan Pernikahan mereka berdua setelah satu bulan yang lalu Panji melamar Aifah ya walaupun ada sedikit kendala karena, Fajar yang memberikan beberapa syarat untuk bisa mendapat restunya.


Memang sedikit lebay tapi Panji tetap memenuhi persyaratan itu dengan senang hati dan terutama dengan sabar.


"Dah siap belum lo ?" tanya Erik saat masuk kedalam kamar hotel yang digunakan untuk tidur Panji.


"Gak usah tegang gitu " timpal Dimas terkekeh.


"Tegangnya nanti aja pas malem " bisik Raka terkekeh.


"Udah lah,,,yuk keluar ke tempat acara biar gue cepet sah" ucap Panji mengakhiri ucapan konyol sahabat-sahabatnya itu.


Di tempat lain Aifah sedang bersiap yang dibantu oleh MUA. Aifah begitu terkesiap saat melihat perubahan wajahnya setelah dipoles dengan alat make up oleh tangan-tangan handal itu.


"Kakak,,,," Panggil Bowo tersenyum diambang pintu.


Aifah membalas senyum manis dari pria kecil yang selalu menjadi tempat dia menumpahkan air matanya, pria kecil yang dewasa.


"Kakakku cantik sekali" ucapnya mendekat padaku dan memelukku.


"Semoga kau selalu bahagia dan jangan ada airmata kesedihan lagi" imbuhnya sambil mengelus pundakku.


"Kamu juga harus bahagia jangan terlalu tertutup bagilah masalah mu pada orang lain agar tidak terlalu menyakitkan" tutur Aifah, dia begitu tau tentang sifat adiknya ini yang selalu memendam semua masalahnya sendiri hingga membuat sifatnya begitu dingin dan angkuh.


Bowo mengurai pelukannya dan menatap wajah kakaknya ini yang begitu cantik, wajah yang selalu menggunakan topeng kebahagiaan saat berada di depan orang lain dan wajah yang akan menangis jika bersama dengan dirinya.


"Nanti pada kesini,,,aku kesini tadi cuman mau ngasih ini buat kakak" ucap Bowo sambil memberikan sebuah kotak kecil berwarna biru pada kakak kesayangannya ini.


"Pakailah ini aku beli dari kerja kerasku untuk kakakku yang cengeng ini" imbuh Bowo terkekeh sambil membuka kotak kecil itu.


Aifah melihat isi kotak kecil itu yang berisi gelang yang begitu indah.


Bowo memakaikan gelang itu di tangan kakak kesayangannya ini.


"Jangan dijual kak" goda Bowo terkekeh.


"Ih,,,,gak lah" ucap Aifah tersenyum.


Bowo meninggalkan kakaknya saat sahabat-sahabat kakaknya dan para tetua memasuki kamar kakaknya itu.


"Cie,,,nikah juga nih" goda Risa.


"Iya nih,,,wah gak ada nih airmata bombai" imbuh Zara membuat semuanya tertawa dan membuat pipi Aifah merah merona.


"Cepet buat adek buat fino,,,ya aunty" ucap Sari meniru anak kecil, Fino adalah anak laki-laki Sari yang lahir satu bulan yang lalu.


"Eh,,,Fino jodoh in aja sama Qila aja tuh kan lahirnya juga hari yang sama cuman beda jam" ucap Zara menunjuk bayi cantik yang ada di gendongan Putri saat ini.


"Gak ya,,,emaknya aja dingin kaya es batu gitu nanti anak gue dicuekin terus sama anak si balok es" cibir Sari yang membuat Putri menajamkan matanya pada Sari.


"Enak aja lo,,,siapa juga yang mau jodoh in anak gue sama si Fino pasti tuh kelakuannya gak jauh beda sama emaknya petakilan" cibir Putri terkekeh dan membuat semua tertawa tapi tidak dengan Sari yang mendengus kesal.


Seketika semua hening saat mereka semua melihat kedatangan dua wanita paruh baya yang saat ini terlihat begitu cantik dengan kebayak dengan warna dan model yang sama.


"Wah ramai sekali" ucap Ibu Panji tersenyum pada penghuni kamar.


Dan hanya mendapat jawaban anggukan kepala dan senyum manis dari penghuni kamar.


"Kalian semua kedepan saja acara sudah mau dimulai" ucap Ibu Aifah lembut.


Mereka semua meninggalkan kamar Aifah dan hanya menyisakan Aifah dan dua wanita paruh baya itu di dalam kamar.

__ADS_1


"Wah cantiknya menantu mama" ucap Ibu Hari tersenyum.


"Makasih ma,,," jawab Aifah tersipu.


"Ya sudah mama keluar dulu mau ke kamar Panji" ucap ibu Hari tersenyum tapi sebelumnya sudah berpamitan pada bu Aini.


Suasana kamar terlihat hening hanya ada dua perempuan beda generasi yang saling menatap intens ada rasa tidak mau kehilangan antara keduanya.


"Anak gadis ibu sekarang sudah dewasa sudah mau menjadi seorang istri pesen ibu hanya satu berbaktilah pada suamimu, turuti semua maunya, ingatkan dia jika salah dalam berjalan, layani dia dengan iklas, ingat setelah ijab qobul diucapkan kamu adalah tanggung jawab suamimu bukan lagi pada orang tua mu,,,ridho mu setelah ini adalah suamimu" ucap ibu Aini dengan linangan airmata.


Aifah melihat ibu yang sudah mengandung dan membesarkannya menitihkan airmata dia juga ikut mengeluarkan air matanya dan langsung memeluk ibu kesayangannya ini.


"Ifan,,,akan selalu mengingat semua nasehat ibu untuk Aifah" ucap Aifah disela isak tangisnya.


"Bu berikan restumu untuk pernikahan kami " imbuh Aifah sambil mengurai pelukanya untuk menghapus air mata ibunya yang sudah menganak sungai.


"Ibu akan selalu merestui mu nak dan mendoakan semoga kamu selalu bahagia dengan lelaki pilihanmu" ucap Bu Aini dengan senyum.


5 menit yang lalu Panji sudah mengucapkan ijab qobul dan saat ini Aifah dituntun oleh ibunya dan mertuanya untuk pergi tempat acara pernikahannya.


Semua orang terpukau melihat kecantikan Aifah tak terkecuali oleh Panji yang begitu terpukau melihat wanita yang begitu ia cintai yang baru saja ia nikahi setelah terdengar kata sah dari para saksi.


"Acara selanjutnya adalah memasangkan cincin" ucap MC acara.


Panji terlebih dahulu memasangkan cincin di jari manis Aifah dan begitu sebaliknya.


Acara demi acara sudah mereka laksanakan dan sekarang waktunya acara resepsi.


"Selamat ya,,, Fah semoga pernikahan lo samawah sampai maut memisahkan" ucap Anggi seraya memeluk sahabat nya ini.


"Iya amin,,,lo juga cepet nyusul,,,tuh Kevin masih lajang" goda Aifah menunjuk Kevin yang sedang mengobrol dengan mertuanya.


"Apaan sih lo,,ngaco" ucap Anggi datar.


"Udah lah,,,cepet napa gi,,,pegel nih gue" ucap Risa kesal sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.


Anggi hanya terkekeh mendengar kekesalan yang dilontarkan oleh bumil yang satu itu.


"Semoga samawah ya" ucap seorang gadis cantik dengan gaun seksinya tapi masih tertutup.


"Amin" jawab Aifah dengan senyum cangung dan menerima uluran tangan gadis itu.


Sedangkan Panji hanya menatap datar gadis yang ada di depanya itu dia masih mengingat bagaimana dulu dia merusak hubungannya dengan Aifah ya gadis cantik itu adalah Mella masa lalu Panji dan pernah menjadi sahabat dekat Aifah.


"Sama siapa kesini ?" tanya Aifah sedikit bingung karena, dia merasa tidak mengundang gadis cantik ini.


Mella tersenyum cangung seraya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Gue yang ngajak dia,,,buat jadi pasangan gue" ucap pria dengan setelan jas formal yang senada dengan gaun Mella.


"Samawah ya semoga langeng terus sampai maut memisahkan,,,,dan lo harus jagain adik gue jangan buat dia nangis" imbuh Adit tersenyum sambil merangkul pinggang Mella posesif.


"Pasti,,,diakan istri gue sekarang" ucap Panji melirik Aifah dan tersenyum lembut.


Acara demi acara sudah dilalui semua tamu undangan sudah meninggalkan resepsi itu dan hanya menyisakan keluarga saja.


"Jagain adik cengeng gue oke,,,awas aja lo bikin dia nangis,,,,gue ambil dia lagi dari lo" ucap Fajar pada Panji penuh penekanan dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Panji.


"Dan lo cepet tuh buat temen buat nih keponakan lo" imbuh Fajar pada Aifah sambil mengelus perut datar Dinda.


"Selamat ya kak" ucap Aifah tersenyum dan menggenggam tangan Dinda.

__ADS_1


"Ya udah gue mau ke kamar dulu kasian nih dah capek" ucap Fajar pergi meninggalkan tempat resepsi itu.


Bowo mendekat kearah kakak iparnya untuk berbicara serius.


"Kak,,, aku mau kakak jaga kak Aifah dengan baik walau dia terlihat tegar dan kuat tapi didalam dia adalah wanita yang rapuh,,,dan satu lagi dia itu tidak terlalu suka kesepian makanya dia suka bergaul untuk mendapat teman,,,sekalinya dia mendapat teman dia kan mengorbankan semuanya termasuk kebahagiaannya sendiri,,,maka tolong jaga dia buka semua pemikirannya yang tertutup,,,nasehati dia,,,kakakku tipe orang yang semakin diketasin semakin membangkang tapi kalau dinasehati dengan lembut dia kan mengerti dan menurut,,, jaga kakakku buat dia bahagia cukup sekali kakak membuat kak ifah sedih" tutur Bowo tersenyum dan menepuk bahu kakak iparnya.


Panji mendengar dengan sesama semua yang diucapkan adik iparnya ini dengan senyum dan mengangguk.


"Pasti gue jagain dia dan bakal selalu buat dia bahagia" ucap Panji tersenyum.


Bowo begitu bahagia dan lega melepas kakak kesayangannya pada laki-laki yang benar-benar mencintai kakaknya dengan tulus.


"Bahagia lah selalu sudah cukup rasa sedih mu yang selalu kamu tutupi saat rasa kesepian melanda dirimu,,,walau kamu selalu menutupi rasa sedih mu itu dengan topeng kebahagiaanmu " gumam Bowo seraya tersenyum kearah Aifah dan Panji yang sedang merangkul pinggang kakaknya.


Semua orang merasa bahagia melihat kebahagiaan pasangan suami istri baru itu tapi ada satu lelaki yang begitu patah hati melihat gadis pujaan hatinya itu sudah menikah dengan adik sepupunya walaupun, dia terlihat biasa saja saat didepan semua orang tapi siapa tau dia sekarang sedang hancur dan terpuruk, dia disini adalah Kevin lelaki yang selalu memuja Aifah dalam diam.


"Vin,,,udah lah jangan kaya gini,,,gue tau lo lagi hancur tapi udah lah semua akan baik-baik saja,,,," ucap Anggi yang selalu ada di samping Kevin dari tadi.


"Lo gak tau gimana hancurnya gue saat ini" ucap Kevin tersenyum getir.


"Lo pikir gue gak tau,,,,gue tau banget vin,,,gue tau rasanya saat orang yang gue suka selama ini selalu aja suka sama orang lain dan parahnya dia adalah sahabat gue sendiri" ucap Anggi dengan emosi.


Kevin terkekeh mendengar penuturan Anggi " lo suka sama Panji" ucap Kevin terkekeh.


Anggi menatap Kevin dengan tajam melihat lelaki yang berantakan ini tengah tertawa geli menambah emosinya.


"Lo bodoh atau **** sih,,,asal lo tau orang yang gue suka selama ini adalah lo Kevin Pratama" ucap Anggi penuh penekanan dia sudah tidak peduli dengan apa yang ada di pikiran lelaki pujaannya ini tapi dengan ini dia merasa lega dan jika pun dia tidak diinginkan oleh Kevin dia bisa mencari orang yang benar-banar bisa mencintainya dengan tulus dan satu lagi bukan cinta sepihak.


Sedangkan saat ini pengantin baru itu sedang berada di kamar Aifah yang sudah berada di atas ranjang seraya bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya sambil menunggu Panji selesai mandi.


Suara pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan seorang lelaki dengan celana pendeknya dengan bagian atas bertelanjang dada dan memperlihatkan otot-ototnya yang begitu indah membuat Aifah yang melihatnya susah payah saat menelan salivanya.


"Jangan melotot gitu kenapa yank,,," goda Panji saat sudah di atas ranjang.


"Hmmm,,,apaan sih" ucap Aifah salah tingkah sambil membuang muka nya.


"Fah,,,boleh engkak minta itu ?" tanya Panji dengan hati-hati.


Aifah reflek melihat kearah Panji "Itu apa ?" tanya Aifah menautkan Alisnya.


Panji menghela nafas "Minta hak aku sebagai suami kamu" ucap Panji dengan jelas.


Blush pipi Aifah langsung merona mendengar penuturan Panji dia hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya kecil bagaimana pun dia harus memberikan haknya ini pada suaminya lambat ataupun cepat.


Panji begitu senang mendapat persetujuan dari istrinya ini dia segera memangut bibir Aifah dan ******* lembut bibit manis ini dan malam panjang itu pun terjadi dengan panjang


~TAMAT~


Untuk Episode ini aku kasih bonus banyak banget deh ini mikir sama nulisnya juga selama tiga hari


jadi tolong berikan jejak untuk karya aku ini


Like


Comen


Vote


makasih buat yang udah baca karya ku


Maaf kalau gaje, banyak typo maklum baru pertama nulis

__ADS_1


Sampai bertemu di karya ku yang terbaru ya para reader-reader ku sekalian


__ADS_2