
"Kak adit sekarang sekolah dimana sih dah lama gue gak denger kabarnya lagi ?" tanya Aifah melihat Zara.
"Jadi kakel gue lagi" jawab Zara.
Panji hanya diam dan menyimak percakapan keduanya dan sesekali melihat ekspresi wajah Aifah yang sangat mudah berubah.
"Lo semua lagi ngapain ?,,,ngerumpi aja, lo juga nji laki kok ngegosip hahaha,,," ucap Raka yang datang entah dari mana.
"Zara sayang kenapa lo tinggal in gue ?" tanya laki-laki dari belakang Raka dan itu adalah pacar Zara namanya Arif.
"Rif, lo pacaran sama si Zara ?" tanya Panji kaget melihat temannya satu kelas itu.
"Iya kenapa emangnya" jawab Arif sambil duduk di samping Zara.
"Bwhahaha..." Aifah tertawa keras.
"Lo kenapa oneng ?" tanya Raka yang ikut duduk disamping Panji.
"Dulu tuh ada ya dua orang kalau ketemu berantem terus dan mereka berdua pernah bilang kalau mereka tuh gak bakal pacaran eh ternyata oh ternyata sekarang jadian,,,hahaha,,,," jawab Aifah disela-sela tawanya.
__ADS_1
"Diem lo fah, gue jitak loh" jawab Arif kesal.
"Benerkan za kalau benci sama cinta tuh beda tipis" jawab Aifah menasehati Zara.
"Emang lo kenal sama si Arif ?" tanya Panji kepada Aifah.
"Kenal lah dia dulu satu kelas sama gue dan yang selalu berantem sama si Zara" jawab Aifah.
Mereka semua mengobrol dan tertawa bersama karena Arif yang selalu usil pada Zara.
Untuk yang lainnya ada di ruang keluarga menonton televisi dan makan cemilan tapi ada juga yang sedang pacaran siapa lagi kalau bukan Erik dan Risa.
"Mau kemana ?" tanya Dimas.
"Ke pasar malem aja gimana ?" Ucap Putri membuka suaranya.
"Bagus juga ide lo balok es" ucap Sari mengejek temannya itu yang dingin bagai es dan mendapatkan tatapan tajam dari putri.
"Kalian mau kemana ?" tanya Zara yang datang tiba-tiba mengejutkan semua yang ada di ruangan televisi.
__ADS_1
"Lo za,,,kita mau ke pasar malam, lo semua pada mau ikut gak ?" tanya Dimas pada semua orang yang baru datang tiba-tiba itu.
Jadi semua teman Aifah yang ada disitu sudah mengenal Zara sebagai sahabat Aifah.
"Oke kita ke pasar malem malmingnya" ucap Arif merangkul bahu Zara.
Semua yang melihat kemesraan antara Arif dan Zara pun menatap tajam pada dua pasangan itu tapi tidak dengan Aifah, Panji, Raka yang menatap dengan santai pasalnya mereka sudah mengetahui semuanya saat tadi mereka di meja makan.
"Lo berdua pacaran ?" tanya Erik menunjuk Arif dan Zara.
Yang ditunjuk pun hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya santai.
"Gue terkejut loh" kata Dimas cengoh.
"Lebay lo dim" ucap Arif sambil duduk ditikar.
Mereka semua masih terbengong dengan penuturan Arif dan Zara yang pacaran karena mereka semua tau jika Zara dan Arif bersama makan akan bertengkar dan tidak akan bersatu seperti air dan minyak.
Tapi ini mereka pacaran, tapi jangan salah air dan minyak juga dapat bersatu menjadi emulsi. Jadi kesimpulannya seberapa sering kita bertengkar dengan seseorang jika kita ditakdirkan bersama dan berjodoh maka kita akan bersatu jadi jodoh itu tidak akan kemana. Sekuat apapun kau menolak jika takdir berkata lain maka kalian akan tetap bersama dan bersatu.
__ADS_1