
Di kamar Panji hatinya begitu gusar sejak kemarin malam karena pesan yang ia kirim kemaren kepada tapi hanya dibaca oleh Aifah.
"Kenapa Aifah ini wanita begitu beda dengan wanita yang lain ?" tanya Panji dalam hatinya sambil melihat HP nya.
Anda wanita yang diberi perhatian oleh Panji mungkin akan langsung luluh dan langsung bahagia bahkan akan terbang karena pesona Panji yang sangat kuat itu.
Setelah Panji memikirkan Aifah yang begitu cuwek kepada nya. Panji langsung berangkat pergi ke sekolah.
Sampai di sekolah Panji melihat Mella yang sedang berduaan dengan Adit tapi hatinya tidak lah sakit saat melihat mereka bermesraan.
"Woy nji kenapa muka lo kusut banget ?" tanya Erik menepuk pundak Panji dari belakang.
Panji hanya acuh karena ucapan Erik dia tidak mau meladeni temannya itu mood nya sudah buruk dari kemarin malam.
"Kenapa sih lo jawab kenapa ?" kesal Dimas.
"Cemburu kalik lihat Mella sama Adit di koridor" tebak Erik tertawa.
"Gue dah gak peduli sama tu orang gue juga gak cemburu" jawab kesal Panji.
Dimas dan Erik hanya tertawa mendengar jawaban Panji.
"Terus kenapa muka lo kusut kalau gak karena mella ?" tanya Dimas masih dengan tertawa.
__ADS_1
"Entah lah dari kemaren mood gue ancur" jawab Panji lemes.
"Eh nji lo kemaren sama siapa gue liat lo sama cewek ?" tanya salah satu laki-laki teman panji.
"Cantik gak" kepo siswa teman kelas Panji.
"Cantik banget Mella aja kalah cantik" jawab teman panji dengan mata berbinar.
"Diem lo" ketus Panji.
"Siapa sih nji ?" tanya Erik kepo.
"Diem lo pada gue pusing" jawab Panji mengusap mukanya dengan kasar.
Waktu Aifah dan Panji makan di warung mie ayam kemaren ada sepasang mata yang melihat mereka dari taman iya dia Arif teman Panji satu kelas.
"Dim lo tau siapa cewek yang dimaksud Arif ?" tanya Erik berbisik kepada Dimas.
"Entah lah tapi kalau menurut gue dia bukan siswa yang sekolah sini" jawab Dimas yang juga berbisik.
"Rif sini deh lo" suruh Erik melambaikan tangan pada Arif untuk mendekat.
"Cewek yang lo maksud lagi sama Panji siapa ?" sambung Erik penasaran.
__ADS_1
"Kagak tau gue yang penting dia bukan sekolah sini" jawab Arif.
"Lo liat dimana mereka berdua ? " tanya Dimas
"Di taman kota " jawab Arif.
"Cewek nya gimana ?" Erik.
"Dia cantik banget, kulit putih, gak terlalu tinggi dan gak terlalu pendek, alim dan terus kayaknya dia sekolah di kesehatan deh" Arif menjelaskan panjang lebar kepada Dimas dan Erik
"Ya udah pergi sana" usir Dimas sambil mengibaskan tangannya.
"Rik lo sadar gak kalau ciri-ciri cewek itu persis banget sama Aifah" bisik Dimas pada telinga Erik.
"Iya gue sadar tapi masak Panji..." Bisik Erik tapi terpotong karena panji menoleh kepada Dimas dan Erik.
"Lo pada gosip nya udah ini masih pagi" ucap Panji menatap sinis pada kedua sahabatnya.
"Hehehe,,,,maaf ya nji gak lagi deh" jawab Erik nyengir dan menempelkan kedua tangannya arti memohon.
Tak berselang lama bel berbunyi artinya pelajaran akan segera di mulai.
ting,,,ting,,,ting
__ADS_1
Guru masuk ke kelas untuk mengajar.
# JANGAN LUPA LIKE,,,,COMEN,,,,FAVORIT