
Setelah banyak merenung akhirnya Kevin memutuskan untuk pulang terlebih dahulu tetapi sebelum itu dia berpamitan pada sahabat-sahabatnya agar tidak mengkhawatirkannya.
"Dari mana ada vin ?" tanya Raka saat melihat kevin berjalan kearah mereka semua yang sedang bersenda gurau dan tertawa mendengar coletehan kedua balita mungil Qila dan Fino.
"Abis dari jalan-jalan di pinggir sungai" jawab Kevin lalu duduk bersama yang lain di teras rumah.
"Bagus gak pemandangannya disana vin ? " tanya Risa penasaran.
"Ya lo pikir aja di sungai pasti gitu-gitu aja cuman ada air yang mengalir, batu dan semak-semak" jawab Kevin tanpa melihat kearah kawan bicaranya tetapi fokus pada Fino yang sedang berceloteh bersama Qila.
"Terserah" ujar Risa memanyunkan bibirnya karena kesal dengan jawaban Kevin.
Semua terkekeh melihat Risa yang merajuk, benar kata orang orang hamil itu paling sensitif.
"Sungainya emang gak terlalu bagus tapi tempatnya tenang buat menyendiri kalau lagi ada masalah atau sedih" ucap Aifah memberikan penjelasan pada Risa.
"Kok kamu tau, yang ?" tanya Panji seperti orang bodoh.
Aifah tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya.
"Gimana gak tau aku kan dari kecil disini,,,aku dulu juga sering main kesana sama bang Fajar" ucapnya dengan senyum.
"Makanya kalau beg* jangan buat sendiri" ucap Dimas sambil mendorong kepala Panji.
"Woy jaga tuh mulut ada anaknya juga" Ucap Putri sambil menoyor kepala Dimas.
Semua terkekeh melihat perdebatan kecil itu.
"Oh,,,iya gue mau pamit nih sama kalian semua gue bakal pulang duluan,,ada masalah pekerjaan" ucap Kevin berbohon yang sebenarnya Kevin pulang adalah untuk menemui Anggi dan mencoba lembaran baru dengannya.
"Ih lah gak seru banget jadi temen lo" ucap Arif ketua.
"Emang penting banget vin sampai-sampai lo harus pulang duluan ?" tanya Raka serius.
Kevin menarik nafasnya jengah mendengar pertanyaan konyol Raka.
"Lo pikir aja lah kalau gue memutuskan pulang cepet berarti masalah penting kan " jawab Kevin malas.
"Ya maksud gue kan apa lo gak bisa gitu pertimbangkan dulu " ucap Raka dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Kevin.
"Ya udah lo hati-hati dan satu lagi tolong pastiin Anggi disana gak, gue khawatir sama dia dari tadi coba gue hubungi ponselnya gak aktif" ucap Aifah dengan nada khawatir.
"Yang,,,udah lah Anggi pasti baik-baik aja percaya deh" ucap Panji menenangkan istrinya sambil menelus kepala Aifah.
__ADS_1
Semuanya melanjutkan obrolannya yang diselingi dengan celotehan dua balita mungil itu Qila dan Fino sesekali mereka tertawa melihat pertengkaran dua balita itu Qila yang super jahil sepertinya mewarisi sifat ibunya dan Fino adalah balita yang super duper cuek dan dingin seperti Putri.
#jadi banyangin aja lah seperti apa hehehe.
Sedangkan Kevin memilih untuk membereskan pakaian-pakaiannya. Panji lebih memilih menyusul sepupunya tapi sebelum itu panji berpamitan pada istrinya terlebih dahulu.
"Vin mau gue bantu ?" tanya Panji saat sudah di belakang Kevin.
Kevin membalik tububhnya untuk menghadap kearah Panji.
"Gak usah cuman sedikit" jawab Kevin.
"Sebenarnya ada apa ?" tanya Panji dengan nada serius.
Kevin menarik nafasnya dan membuang dengan kasar.
"Kalau ini karena, Aifah yang udah jadi ISTRI gue, sebaiknya lo ikhlasin dia sama gue karena, sudah jelas pemenangnya disini gue" imbuh Panji seraya menekan kata ISTRI seperti ingin memberi tau kalau Aifah adalah istrinya sekarang.
"Sok tau banget,,,gue pergi karena, pekerjaan bukan karena Aifah, gue juga udah sadar kalau gue udah gak bisa sama Aifah, kalau pun gue mau udah gue nikahiin tuh Aifah empat tahun yang lalu" ucap Kevin dengan ketusnya.
"Gue tau lo,,,gak mungkin lo pergi cuman karena pekerjaan" hardik Panji pada Kevin.
Kevin mengatur nafasnya dan melihat kearah manik mata Panji.
"Jadi Anggi pergi karena lo" tuduh Panji dengan kesal.
"Lo kok banyak tanya banget sejak kapan lo jadi peduli gini sama kehidupan gue ?" tanya Kevin kesal pada sepupunya yang terlalu menuntut.
"Bukan gitu,,,dah lah terserah lo" ucap Panji beranjak pergi meninggalkan Kevin.
Tapi sebelum benar-benar pergi Panji sedikit berbalik melihat sepupunya.
"Berjuanglah dan jangan pernah menyakiti dia lagi" ucapnya setelah itu panji sudah benar-benar hilang dari balik pintu.
"Pasti" ucap Kevin lirih.
Hari semakin malam sekarang Kevin sudah berada di depan rumah Anggi dia. benar-benar akan memperjuangkan cintanya kali ini dia tidak akan melepaskan Anggi untuk siapapun.
Tok,,,tok,,,tok
"Assalamualaikum" ucap Kevin saat mengetuk pintu rumah Anggi.
Ibu Lia segera membuka pintu rumahnya dia heran siapa yang malam-malam begini mengetuk pintu rumahnya.
__ADS_1
"Eh,,,nak Kevin,,silahkan masuk" ucap Ibu Lia pada lelaki yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
Kevin mengikuti langkah ibu lia di belakangnya.
"Ada perlu apa malam-malam begini kesini nak Kevin ?" tanya pak Bambang saat Kevin sudah duduk diruang tamu.
"Maaf sebelumnya saya mengganggu istirahat bapak dan ibu,,,kedatangan saya kemari ingin bertemu dengan Anggi" ucap Kevin dengan sopan.
Pak Bambang dan Bu Lia pub saling pandang.
"Maaf nak Kevin,,,Anggi tidak ada dirumah,,,bukannya Anggi bersama kalian" ucap Pak Bambang berbohong.
Kevin menjadi terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Pak Bambang setaunya Anggi pulang ke Klaten itu pun dari bowo.
"Hah,,,katanya kemaren Anggi pulang duluan ke Klaten karena, ada masalah pekerjaan" ucap Kevin dengan nada Khawatir.
"Tapi anak saya tidak ada disini" ucap bu lia berbohong dan dibuat-buat khawatir.
Kevin kali ini benar-benar dibuat bingung dan khawatir melihat Ibu Lia yang sekarang sedang menangis tersedu-sedu di pekan pak Bambang.
Kevin memutuskan untuk berpamitan pulang kerumahnya saat ini pikirannya benar-benar kacau.
Setelah sampai dirumah Kevin segera mengambil air wudu untuk sholat malam agar pikirannya bisa tenang.
Setelah tenang Kevin segera meraih Ponselnya yang ada diatas nangkas untuk mengirim pesan pada sahabatnya. karena, ponsel Anggi yang belum aktif.
**kevinvin
Sahabat ku tercinta gue lagi bingung nih Anggi ternyata itu gak ada di klaten gue tadi dah kerumah ortunya tapi gak ada malah ibunya nangis
Aifah
lo yang bener,,,terus Anggi kemana dong jadi khawatirkan
Raka
Kita bakal coba cari juga nanti gue tanya-tanya ke temen kita yang lain**
Setelah itu Kevin memutuskan untuk segera pergi ke alam mimpi karena merasakan pikiran dan badannya sungguh lelah hari ini.
Yuk like,,,,like,,,,like,,,,Comen,,,,vote
makasih
__ADS_1