Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 61"


__ADS_3

Setelah mereka bertiga selesai dengan sarapannya mereka menuju ruang tv untuk bersantai dan mengobrol.


Aifah yang duduk di sofa singel melihat kemesraan sepasang kekasih yang sedang bermanja-manjaan hanya menggelengkan kepalanya ya beginilah nasib jomblo tapi saat melihat itu Aifah juga terbesit sedikit ingatan kebersamaannya dulu dengan Panji saat bermanja-manjaan tapi dia tidak mau larut dalam kesedihan secepatnya dia menghilangkan ingatannya itu dengan menggelengkan kepalanya.


"Kak gue mau ngomong serius sama kalian " seru Aifah dengan nada serius.


"Kenapa lo,,,,bikin takut aja tuh ekspresi muka lo" ucap Fajar dengan nada meledek.


"Ih,,,jangan gitu dong yank,,,bicara aja dek kaya serius banget" ucap Dinda dengan nada lemah, lembut.


Aifah menarik nafasnya untuk memulai pembicaraannya.


"Kak,,,gue dapet tawaran kerja di RS Kasih untuk jadi Apoteker di ruang Farmasi,,,gimana menurut kakak aku ambil atau tolak aja ?" tutur Aifah menundukkan kepalanya.


"Bukannya itu ada di Bandung ya dek" ucap Dinda mengingat nama RS.


"Iya kak gimana menurut kakak ?" tanya Aifah ulang.


Fajar menghela nafas dengan berat mendengar pertanyaan sahabat sekaligus adiknya itu.


"Semua keputusan ada ditangan lo fah,,,gue percaya semua keputusan lo itu baik buat masa depan lo" ucap Fajar.


"Tapi kak aku pengen ambil tawaran itu secara RS itu terkenal banget dan gak semua orang bisa kerja disitu tapi...-"ucap Aifah menggantung dengan nada sendu.


"Tapa apa..?" tanya Dinda sambil meraih tangan Aifah untuk memberi kekuatan padanya.


"Tapi gue takut bakal ketemu Panji dan gue gak bisa mengendalikan hati gue kak,,,gue takut" kata Aifah dengan mata yang berkaca-kaca jujur saja Aifah sampai saat ini belum bisa melupakan Panji apalagi setelah tau yang sebenarnya dia semakin susah untuk melupakan cinta pertamanya.

__ADS_1


"Fah,,,gue kasih tau nih sama lo,,,Bandung itu luas dan kemungkinan lo bakal ketemu dia itu cuman lima puluh persen " penjelasan Fajar untuk memberikan pengertian pada Aifah.


Aifah terdiam mencerna penuturan dari Fajar.


"Iya dek kamu jangan terlalu khawatir dengan itu toh kalau kamu ketemu sama dia berarti kalian berdua berjodoh dan gak ada yang tau dengan takdir tuhan termasuk kamu" tutur Dinda ikut menjelaskan apa yang menjadi kekhawatiran Aifah.


"Tapi kalau aku sama dia tetap ketemu tapi dia sudah punya keluarga bagaimana kak ?,,,apa itu juga dinamakan jodoh kak ?" tanya Aifah.


"Ya,,,kalau lo mikir gitu,,,,tinggal lo jadi pelakor aja biar Panji jadi jodoh lo" geram Fajar dengan sifat telmi Aifah yang keluar disaat membahas tentang Panji.


Aifah terbengong dengan jawaban Fajar.


Dinda yang mengetahui kebingungan Aifah pun berusaha meluruskan jawaban somplak dari kekasihnya itu "Jangan dengerin Fajar ,fah,,,kalau gitu kamu harus berusaha merelakan panji untuk orang lain dan kamu juga harus tau kalau Panji bukan lelaki terbaik yang tuhan kirimkan untuk menjadi pendamping hidup kamu" tutur Dinda pada Aifah.


"Oke,,,sekarang gue punya keputusan,,,dan gue mau ambil tuh kerjaan " putus Aifah penuh semangat.


"Kalau itu keputusan kamu kita semua bakal dukung" ucap Dinda.


"Eh,,,kayaknya engak deh kak kan kemarin juga sebelum wisuda gue udah pulang dan waktu wisuda kemaren kita udah ketemu jadi gue langsung aja lah ke Bandung" jawab Aifah santai.


"Kapan kamu berangkat ?" tanya Dinda.


"Satu minggu lagi kak,,,kan aku juga harus cari kontrakan dan menyerahkan data diri" ucap Aifah sambil memasukkan keripik singkong yang ia bawa dari dapur tadi.


"Eh,,,kamu gak usah ngontrak disana,,,aku punya apartemen disana,,,waktu dulu aku masih kuliah di Bandung dan apartemennya gak ada yang nempatin kok" tutur Dinda ikut memakan keripik singkong.


"Emang gak papa kak ?" tanya Aifah tidak enak.

__ADS_1


"Pakai aja gak apa kok" ucap Dinda dengan senyum manisnya.


"Lo juga udah ngomong sama sahabat-sahabat lo,,,kasihan mereka kalau pada nyariin lo kaya waktu itu ?" tanya Fajar sambil menyeruput teh yang dibuat Aifah tadi.


"Udah kok dan mereka semua setuju dengan apa pun keputusan gue" jawab Aifah dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Fajar.


Mereka melanjutkan obrolan ringan mereka dan tak terasa hari sudah menjelang malam Dinda sudah pulang kerumahnya dan sekarang Aifah sedang dikamar sambil peking semua barang-barangnya.


Fajar menghampiri Aifah yang ada di dalam kamarnya.


"Fah,,," panggil Fajar sambil duduk di tepi ranjang.


Aifah menoleh melihat Fajar yang sedang menatapnya dengan ekspresi sendu.


"Duduk sini " suruh Fajar sambil menepuk sebelahnya.


Aifah menurut dengan perkataan Fajar dan duduk disebelah Fajar.


"Kenapa kak ?" tanya Aifah.


Fajar tak menjawab pertanyaan Aifah hanya tersenyum dan menarik Aifah dalam pelukannya. Aifah menerima pelukan Fajar dan menyandarkan kepalanya didada bidang lelaki yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.


"Fah,,,mungkin ini saatnya lo pergi untuk menuju masa depan lo walaupun gue berat ngelepas lo tapi gue juga bakal bahagia pas liat lo sukses" tutur Fajar lembut dengan mata yang berkaca-kaca.


Aifah melepaskan pelukan mereka untuk melihat wajah Fajar.


"Kak,,,gue makasih banget atas kebaikan kakak yang udah jaga gue seperti adik kandung kakak,,,,gue sayang banget sama kakak" ucap Aifah sendu.

__ADS_1


"Gue juga sayang banget sama lo,,,ya udah kan ini udah malam lo tidur jangan sedih-sedih terus !" suruh Fajar sambil berdiri.


"Kakak juga jangan sedih-sedih kan masih bisa ketemu sama aku,,,aku tetep jadi adiknya kakak" tutur Aifah tersenyum dan dijawab anggukan kepala oleh Fajar berlalu dari kamar Aifah.


__ADS_2