Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 62"


__ADS_3

Sebelum Aifah pergi dia menyempatkan untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatnya di apartemen Fajar untuk menyampaikan kalimat perpisahan.


"Cie,,,bumil juga ikut hadir nih" sindir Aifah melihat sahabat-sahabatnya sudah ada didepan apartemen Fajar.


"Iya dong kan kita-kita juga mau ikut kumpul" tutur Sari yang disetujui oleh Risa, Putri dan Zara.


Ya, mereka sudah pada menikah sekitar satu tahun yang lalu mereka menikah cuman beda bulan jadi sekarang hamilnya pun cuman beda bulan dan yang paling duluan adalah Sari dan Risa yang udah hamil delapan bulan, Putri sudah berusia enam bulan dan yang paling muda Zara yang kehamilannya baru menginjak empat bulan.


"Iya deh,,,gue juga udah buat puding buah buat kalian semua" seru Aifah dan mempersilahkan teman-temannya masuk kedalam.


Aifah tersenyum melihat rona bahagia diwajah sahabatnya tapi juga ada rasa sedih mengingat akan susah dengan acara kebersamaan seperti ini dan dia akan sangat merindukan suasana kebersamaan ini.


"Eh,,,kak Fajar sama kak Dinda udah pada balik juga nih" ucap Aifah berjalan dari dapur sambil membawa nampan.


"Iya baru aja,,,gak apa kan kakak ikut gabung sama kalian" ucap Dinda.


"Gak apa kak biasa aja kita mah welcome aja sama siapa pun,,," celoteh Sari sambil memperlihatkan deret giginya yang rapi.


"Katanya kemaren malem ada yang ngidam nih makan puding buatan gue,,,sekarang malah ngeliatin aja sampai mau ngeces tuh" sindir Aifah melihat Zara yang sedang melihat Puding buah buatan Aifah sampai mau ngiler.


"Apaan sih lo,,,bikin malu aja,,," seru Zara.


"Kamu ngidam yank ?" tanya Arif dan hanya mendapat jawaban anggukan kepala oleh Zara.


"Pasti tuh suami lo gak mau nurut in,,,," cetus Dimas.


"Si curut cuman mau buatnya aja tapi gak mau nurut in kemauan lo,,,wah wah parah banget lo rif,,," Imbuh Erik geleng-geleng kepala.


"Alah,,,kamu juga sama kalik, yank,,,orang kemaren aku ngidam minta mangga muda kamu kasih aku mangga matang itu pun beli di pasar" seru Risa kesel dengan melipat tangannya di atas perut buncitnya.


"Elah,,,lo sama aja" ucap Arif terkekeh.

__ADS_1


"Udah lah kalau bini lagi hamil tuh harus dimanja sama disayang" kata Raka sambil merangkul bahu Putri.


"Apanya yang dimanja,,,padahal ya gue dirumah ditinggal-tinggal terus ke luar kota" seru Putri ketus.


"Yah,,, ketauan kan lo,,,"kata Kevin terkekeh.


"Heh,,,lo jomblo gue sumpahin nih besok bini lo kalau hamil nih paling nyusahin " tutur Raka disambut gelak tawa semua orang.


"Eh,,,kalian kan tuh si Sari udah makan duluan,,,ribut terus sih" ucap Anggi dan membuat semuanya melihat pada Sari yang sudah hampir menghabiskan puding buahnya.


"Ngapain pada ngeliatin gue,,,pada mau gue colok tuh mata" ketua Sari.


Semua hanya tertawa melihat tingkah ketus bumil yang satu ini.


Mereka tidak melanjutkan obrolannya dan ikut makan apa yang sudah disediakan tuan rumah.


"Fah,,,,kemarin gue dapet kabar dari Panji kalau dia mau pulang kesini loh minggu depan" ucap Kevin.


"Oh jadi dia mau balik kesini" jawab Aifah sambil menganggukkan kepalanya tapi ada rasa kecewa.


"Bagus dong dek jadi kamu gak bakal tuh ketemu dia lagi" ucap Dinda tersenyum.


"Emang lo udah gak mau lagi fah ketemu sama Panji,,,dia juga gak salah malah dia kan mau melindungi lo ya walaupun cara yang dia pakai salah sih" tutur Anggi memberi penjelasan.


"Bukan maksud gue gak mau ketemu dia,,,tapi menurut gue dia bakal bahagia kalau gak gue ganggu lagi,,,pasti dia disana juga udah punya pengganti gue juga" kata Aifah tersenyum paksa tapi dihatinya dia merasakan sakit saat mengucapkan kata itu.


"Yah,,,lo kok udah bisa bicara gitu, fah ?" tanya Erik.


"Nebak aja gue" ucap Aifah enteng dan hanya dijawab anggukan kepala oleh semua orang.


"Gue ke toilet sebentar ya" ucap Aifah pada teman-temannya dan semua hanya memberi jawaban acungan jempol.

__ADS_1


Aifah bukannya ke toilet malah berdiri di balkon apartemen matanya melihat lurus tapi dari tatapanya seperti menyimpan banyak kesedihan.


"Gue tau lo kecewa kan " ucap Zara berdiri disamping Aifah.


Aifah tidak menjawab ucapan sahabatnya langsung berhambur ke pelukan sahabatnya dia menangis menumpahkan rasa sedih dan kecewa.


Aifaj mengurai pelukannya "Gue belum bisa move on dari dia, za gue sayang banget sama dia,,,dan lo yang bilang sama gue itu bener cinta pertama itu susah buat lupanya" ucap Aifah terisak.


"Fah,,,jangan sedih semua pasti ada buat lo,,,kalau jodoh pasti ada jalannya kok,,,mungkin gak tahun ini lo ketemu sama dia mungkin tahun besok" ucap Zara menenangkan sahabatnya ini.


"Tapi gue takut pas ketemu dia, udah punya pengganti gue, za" ucap Aifah terisak.


"Fah,,,artinya lo mulai sekarang harus memantapkan hati lo kalau ada kemungkinan yang gak lo mau jadi lo gak terlalu sedih saat dihadapkan dengan kemungkinan terburuk" tutur Zara tersenyum sambil mengusap air mata Aifah.


"Kan lo sendiri yang udah sering bilang ke kita kalau apa yang kita mau itu gak terwujud kita harus belajar sabar dan iklas kan" imbuh Zara.


"Iya za gue bakal berusaha untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang ada walau itu menyakitkan sekalipun" ucap Aifah berusaha tersenyum.


"Yuk balik ke ruang tamu pegal nih gue" ucap Zara terkekeh.


"Maaf ya gue lupa kalau lo lagi hamil,,,ya udah yuk ke sana" ajak Aifah dan mereka berdua berjalan bersama menuju ke kamar tamu.


"Dari mana aja lo berdua ?" tanya Fajar.


"Kepo lo bang ini urusan wanita ya" ucap Aifah terkekeh.


Mereka semua melanjutkan obrolan mereka dan hari sudah beranjak malam semuanya pamit untuk pulang kerumah masing-masing.


Aifah mulai merebahkan badannya diranjang dan menatap langit-langit kamarnya.


"Gue harus bisa ikhlas menghadapi kemungkinan yang ada walau itu sangat menyakitkan tapi gue harus berusaha untuk menjalaninya" gumam Aifah dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Setelah lama bergumam Aifah kelak terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2