Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 60"


__ADS_3

Tak terasa sudah empat tahun lamanya Aifah berpisah dengan Panji tiada hari untuk Aifah tidak merasakan rindu akan sosok lelaki yang bisa membuatnya jatuh cinta sedalam ini.


Benar kata orang semakin kita berusaha untuk melupakan maka semakin merindukannya dan akan semakin menyakiti hatimu sendiri.


Aifah sekarang sudah menyelesaikan pendidikannya selama dia melanjutkan pendidikan dia menumpang Fajar di apartemennya karena, disuruh oleh orang tuanya katanya sih biar aman dan ada yang jaga.


Padahal menurut Aifah itu berlebihan tapi apa boleh buat dia hanya anak yang harus menurut apa perintah orang tuanya dan pada dasarnya orang tuanya sudah menganggap Fajar dan Aifah adalah kakak adik jadi mereka mempercayakan anak gadisnya pada Fajar.


Aifah juga sudah mengetahui tentang kebenaran tentang kesalah pahaman antara dia dan Panji dari teman-temannya tapi dia engan untuk menghubungi Panji karena, menurutnya Panji akan bahagia jika dia tidak bersamanya.


"Fah,,,lagi masak apa ?" tanya seorang gadis cantik, seksi, tinggi dan berkulit putih seperti ciptaan tuhan yang sempurna.


"Eh,,,kak Dinda" sapa Aifah pada gadis itu ya gadis itu bernama Dinda dia adalah tunangan Fajar.

__ADS_1


Dinda dan Fajar sudah bertunangan sekitar satu tahun yang lalu saat itu mereka tidak sengaja bertemu saat Fajar hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan properti ternama di Yogyakarta dan ternyata Dinda adalah anak dari CEO perusahaan properti tersebut bisa dibilang mereka berdua itu sebenarnya cinta pada pandangan pertama.


Walaupun keluarga Dinda adalah keluarga kaya tapi keluarganya tidak mempermasalahkan tentang kedudukan seseorang yang akan menjadi pendamping putri sulungnya.


"Fajar masih tidur ya dek ?" tanya Dinda duduk di meja makan sambil melihat Aifah yang masih memasak.


"Iya,,,biasalah hari minggu,,,kakak bangunin aja lah sekalian sarapan ini juga dah mau siap" kata Aifah sambil menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


Aifah memang sudah menganggap Dinda sebagai kakak kandungnya sendiri.


Dinda sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar Fajar tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar sepertinya si empu kamar belum terbangun dari mimpi indahnya dia berinisiatif membuka kamar untuk membangunkan Fajar dan benar saja Fajar masih berguling dalam selimutnya.


"Sayang,,,,bangun dong udah siang nih" seru Dinda sambil menggoyangkan lengan Fajar.

__ADS_1


"Sebentar lagi" ucap Fajar dengan suara khas orang bangun tidur.


"Gak boleh dong,,,,ayo bangun yank" kata Dinda sambil duduk di tepi ranjang Fajar.


Fajar bukannya bangun malah menarik tangan Dinda dan sekarang tubuh mereka saling tindih tubuh Dinda berada di atas tubuh Fajar.


"Sayang ayo bangun dan lepaskan gak enak " ucap Dinda berusaha melepaskan pelukan sang kekasih.


"Sebentar saja aku ingin seperti ini " ujar Fajar tanpa membuka matanya dan Dinda sudah tidak memberontak dia hanya menurut saja.


Ditempat makan Aifah sudah mulai geram karena harus menunggu lama padahal cuman membangunkan satu orang saja.


"Astaga kak belum muhrim kalik,,,masih pagi aja udah pada pelukan" tutur Aifah mengelegar keseluruh ruangan.

__ADS_1


Sontak saja Dinda langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Fajar dengan sedikit salah tingkah karena ketahuan dengan Aifah sungguh memalukan.


"Diem bisa gak sih dek,,,suara udah kaya kaleng rombeng aja dipamerin " ucap Fajar menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


__ADS_2