Jodoh Tak Akan Kemana

Jodoh Tak Akan Kemana
"Episode 51"


__ADS_3

Setelah Aifah sampai di rumahnya dia langsung masuk kedalam kamarnya dan menangis tersedu-sedu disudut kamarnya sambil memeluk lututnya, hatinya begitu sakit dengan apa yang ia lihat tadi.


Dia meraih ponselnya untuk memesan tiket pesawat untuk penerbangannya ke Kalimantan untuk menyusul orang tuanya dan mencoba menenangkan diri serta melupakan laki-laki yang sudah membuat hatinya terluka untuk pertama kalinya. Aifah memilih penerbangan tercepat jadi besok pagi dia akan melakukan perjalanan ke kota tersebut.


Malam itu Aifah tidak bisa memejamkan matanya hatinya begitu sakit dia hanya menangis tersedu-sedu hingga dia merasa lelah dan akhirnya terlelap.


Keesokan paginya Aifah sudah berada di bandara untuk melakukan perjalanan menuju kota tempat orang tuanya sekarang.


"Sepertinya ini yang terbaik untuk ku,,, toh dia sekarang sudah balikkan sama mantannya lebih baik aku juga pergi" gumam Aifah pelan menatap kosong hingga buliran bening membasahi pipinya.


Di tempat lain tak jauh dari tempat Aifah duduk ada seorang pria yang melihat kearah Aifah yang sedang menangis.


"Pakai lah ini" ucap seorang pria yang sedang berdiri di depan Aifah sambil mengulungkan saputangannya.


Aifah mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang memberikannya sapu tangan "Tidak usah,,,,terimakasih" tutur Aifah tersenyum sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Tidak apa,,,ini bersih" ujar Pria tersebut sambil duduk disamping Aifah.


Aifah hanya diam saja tanpa mau menerima sapu tangan yang pria itu berikan.


"Fajar" imbuhnya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.


"Aifah" ucap nya sambil menerima uluran tangan pria itu.


"Kenapa kau menangis ?,,,apa kekasihmu pergi ?" tebak Fajar sambil mengerutkan dahinya.


Aifah hanya menggeleng-gelengkan kepala nya, "Tidak" ucapnya singkat.


"Aku ingin menyusul orang tua ku"


"Lalu apa yang membuat lu bersedih seperti ini ?" tanya Fajar.

__ADS_1


"Kenapa ni orang nanya mulu kurang kerjaan kalik,,,gak tau apa orang lagi sedih juga malah banyak tanya dasar nyebelin banget jadi manusia" gerutu Aifah dalam hati kesal dengan laki-laki yang ada di sebelahnya itu.


"Kenapa kau diam saja ?" tanya Fajar kembali karena melihat lawan bicaranya hanya diam.


"Oh aku sedih karena harus meninggalkan sahabat-sahabatku yang ada di sini" bohong Aifah agar tidak ditanya lagi oleh pria yang ada di sebelahnya itu.


Fajar hanya mengangguk-anggukkan kepala nya saja tanda ia mengerti dengan situasi yang sedang dialami wanita yang ada di sampingnya itu.


Hingga Pesawat yang akan Aifah tumpangi akan terbang dia segera memasuki pesawatnya tanpa berpamitan pada laki-laki yang tadi sedang bicara dengannya.


Sekitar satu jam Aifah melakukan perjalanan mengunakan pesawat akhirnya dia sampai juga di kota tujuan disana dia sudah disambut oleh orang tuanya.


"Alhamdulillah nak ibu kangen banget sama kamu" ucap Ibu Aifah sambil memeluk tubuh mungil anaknya.


"Kak lo kok jadi kurus banget sekarang lo diet" cibir Bowo sambil menarik koper yang di bawa kakaknya.

__ADS_1


"Udah lah ayo kita pulang jangan sedih-sedih disini aja biar leluasa nangisnya dirumah aja gak ada yang liatin,,,kalau disini malu banyak yang ngeliatin" tutur Bapak Aifah dengan nada malas melihat drama antara anak dan ibu yang ada di depan matanya.


"Ih bapak mah gak tau rindu apa akunya" ucap Aifah sambil memajukan bibirnya.


__ADS_2